Terbit: 26 November 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Masih banyak orang yang menyepelekan bahaya dari polusi udara. Sebagai contoh, banyak orang yang masih terbiasa tidak menggunakan masker saat berada di dekat jalan raya atau saat memakai sepeda motor. Padahal, dampak dari polusi jauh lebih besar dari yang kita sangka.

Polusi Udara Terkait dengan Risiko Kanker Otak

Dampak Polusi Udara bagi Risiko Kanker Otak

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di McGill University, disebutkan bahwa polusi udara bisa menyebabkan datangnya gangguan pernapasan, menurunkan IQ, serta meningkatkan risiko kanker otak.

Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa di dalam polusi udara terdapat partikel dengan ukuran lebih kecil dari 100 nanometer yang disebut sebagai ambient ultrafine particles (UFP). Partikel ini sangatlah kecil sehingga tak hanya bisa dengan mudah masuk ke dalam paru-paru, melainkan juga bisa terserap hingga ke aliran darah dan akhirnya masuk ke berbagai organ tubuh lainnya.

Penelitian ini juga mengungkap bahwa partikel UFP bisa masuk ke dalam otak. Bahkan, hal ini bisa saja menyebabkan datangnya tumor otak.

Dalam penelitian ini, data kesehatan dari 1,9 juta partisipan yang berasal dari Kanada dari tahun 1991 hingga 2016 dilibatkan. Para peneliti fokus pada paparan polusi udara yang para partisipan dapatkan. Hasilnya adalah, sekitar 1.400 partisipan menderita tumor otak di akhir penelitian. Jika paparan polusi udara mencapai 10.000 nano-partikel untuk setiap cm kubik, maka ada 1 dari 100 ribu partisipan yang mengidap tumor otak.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Meskipun hasil penelitian ini cukup meyakinkan, para peneliti ternyata masih ingin melakukan penelitian lebih lanjut demi memastikan bahwa data yang mereka dapatkan valid, khususnya dalam hal kaitan antara polusi udara dengan risiko tumor otak. Apalagi dengan fakta bahwa selama ini kasus kanker atau tumor otak cenderung langka.

Melihat fakta ini, kita memang harus lebih cermat saat berada di luar ruangan, khususnya jika sampai terpapar polusi udara baik itu dari gas buang kendaraan, gas buang industri, dan polusi udara demi mencegah datangnya berbagai macam penyakit.

Berbagai Faktor Pemicu Kanker Otak yang Wajib Diwaspadai

Pakar kesehatan menyebut kanker otak sebagai penyakit yang sangat mematikan karena peluang hidup penderitanya sangat minim. Seringkali, kanker ini berawal dari tumor otak meskipun hal ini bisa jadi disebabkan oleh kanker jenis lain yang kemudian menyebar hingga ke otak.

Berikut adalah beberapa faktor yang bisa memicu datangnya kanker otak.

  1. Faktor Jenis Kelamin

Pakar kesehatan menyebut kanker otak berjenis meningioma cenderung lebih rentan menyerang kaum hawa. Sementara itu, kanker otak berjenis medulloblastoma cenderung lebih sering menyerang kaum pria.

  1. Faktor Usia

Semakin bertambah usia kita, semakin tinggi risiko terkena kanker otak. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut kasus penyakit ini cenderung lebih sering dialami pada mereka yang berusia lebih dari 65 tahun. Beberapa jenis kanker seperti yang berjenis meningioma serta craniopharyngioma sudah bisa menyerang mereka yang sudah di usia lebih dari 50 tahun.

Meskipun begitu, dalam beberapa kasus yang sangat langka, mereka yang masih berusia muda, termasuk yang berusia anak-anak bisa saja mengalami tumor otak yang kemudian berlanjut menjadi kanker yang berbahaya.

  1. Menderita HIV/AIDS

Penderita HIV/AIDS memiliki daya tahan tubuh yang sangat lemah sehingga lebih rentan terkena berbagai macam penyakit, termasuk kanker otak.

  1. Paparan Bahan Kimia

Mereka yang bekerja di industri perminyakan, industri karet, industri obat-obatan, dan industri yang memungkinkan paparan bahan kimia atau paparan radiasi berbahaya cenderung rentan terkena penyakit kanker otak.

  1. Memiliki Riwayat Genetik

Mereka yang berasal dari keluarga dengan tumor atau kanker otak memiliki risiko tinggi untuk terkena penyakit yang sama.

 

Sumber:

  1. Carrington, Damian. 2019 . Air pollution nanoparticles linked to brain cancer for first time. https://www.theguardian.com/environment/2019/nov/13/air-pollution-particles-linked-to-brain-cancer-in-new-research. (Diakses pada 26 November 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi