Polip Rahim: Gejala, Penyebab, Obat, dan Pantangan

gejala-polip-rahim-doktersehat

DokterSehat.Com – Polip serviks atau polip rahim adalah salah satu isu kesehatan kaum hawa. Para perempuan sebaiknya perlu mengetahui gejala polip rahim, penyebab polip rahim, obat untuk mengatasi polip serviks, dan pantangan polip rahim.

Baca lebih lanjut informasi ini untuk mengetahui hal-hal penting seputar polip rahim. Informasi yang tersaji ini semoga bisa membantu Anda mengatasi polip serviks.

Apa itu polip rahim?

Polip rahim adalah jaringan lunak yang tumbuh pada lapisan dinding bagian dalam rahim dan menonjol ke sekitar mulut rahim. Oleh karena itu, polip rahim disebut juga sebagai polip serviks.
Ukuran polip cukup bervariasi mulai dari hanya sekian millimeter hingga lebih besar dari ukuran bola golf. Semakin besar ukuran polip maka semakin mengganggu orang yang mengalaminya.

Apakah polip serviks bersifat ganas?

Polip serviks atau polip rahim memang berbentuk seperti tumor. Polip serviks adalah tumor yang bersifat jinak dan tidak memiliki sifat ganas. Namun, meskipun jinak bukan berarti Anda menjadi acuh untuk mengatasi polip serviks segera karena bisa berkembang menjadi kanker endometrium jika polip mengandung sel kanker.

Gejala polip rahim

Polip rahim memiliki beberapa gejala yang sepatutnya diketahui oleh setiap wanita. Apabila para wanita mengetahui gejala polip rahim maka tindakan pengobatan bisa dilakukan secepatnya.

Berikut ini adalah beberapa gejala polip rahim:

1. Pendarahan tidak normal di luar fase menstruasi

Gejala polip rahim yang utama adalah terjadinya pendarahan di luar waktu haid. Pendarahan di luar fase haid ini biasanya terjadi pada fase pascamenopause. Jadi, para wanita yang telah berada dalam fase pascamenopause, waspadalah ketika terjadi pendarahan.

Polip serviks juga ditandai dengan gejala berupa pendarahan setelah melakukan hubungan intim. Pendarahan yang terjadi di luar fase haid memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan darah haid. Darah yang mengalir berwarna lebih terang dari darah haid.

Baca Juga: Vaksin Gardasil Efektif untuk Mencegah Kanker Serviks, Efektif?

2. Pendarahan tidak normal saat haid

Polip serviks juga memiliki gejala berupa pendarahan yang tidak normal pada saat haid. Jika Anda mengalami pendarahan hebat dan tidak teratur saat haid maka Anda perlu waspada dan tidak menutup kemungkinan itu merupakan gejala polip rahim.

3. Infertilitas

Apakah sampai saat ini Anda masih belum dikarunia seorang anak? Jika Anda belum pernah hamil maka sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Hal ini dikarenakan salah satu gejala polip serviks adalah sulit punya anak atau infertilitas.

Penyebab polip rahim

Sebenarnya, penyebab polip rahim masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, faktor hormonal memiliki peran bagi kemunculan polip. Hal ini dikarenakan kemunculan polip terkait dengan bagian endometrium yang sangat sensitif terhadap hormon estrogen.

Sensitivitas pada bagian endometrium tersebut memicu pertumbuhan yang lebih cepat dan besar dibandingkan bagian endometrium yang lain. Pertumbuhan sel-sel yang berlebih pada lapisan rahim (endometrium) mengarah pada pembentukan polip rahim.

Selain itu, penyebab polip rahim juga dipengaruhi oleh produksi hormon yang abnormal. Contohnya adalah jumlah produksi hormon estrogen tidak diimbangi oleh hormon progesteron sehingga ada salah satu hormon yang jauh lebih banyak jumlahnya.

Pengobatan dan obat polip rahim

Pengobatan polip rahim bisa dilakukan dengan tiga cara. Ketiga cara mengobati polip rahim di antaranya adalah menggunakan obat polip rahim, kuretase, dan histerektomi. Obat polip rahim yang digunakan untuk menyembuhkan polip serviks adalah obat hormon.

Obat hormon tersebut merupakan obat yang memengaruhi pelepasan hormon progestin dan agonis-gonadotropin. Obat polip rahim ini bisa mengecilkan polip rahim dan mengurangi beberapa gejala. Akan tetapi, gejala akan muncul jika konsumsi obat terhenti.

Cara kedua dari pengobatan polip rahim adalah dengan kuretase. Kuretase adalah teknik pengobatan yang mengikis dinding endometrium bagian dalam dengan alat logam yang tajam pada bagian ujungnya.

Pengobatan untuk polip rahim juga bisa dilakukan dengan cara histerektomi. Histerektomi adalah tindakan operasi yang bertujuan untuk mengangkat endometrium. Cara ini baru dilakukan jika polip rahim mengandung sel kanker sehingga berpotensi menjadi kanker endometrium.

Sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter spesialis. Dokter Anda akan memberikan saran kesehatan secara profesional tentang pengobatan polip rahim karena tidak semua polip membutuhkan tindakan atau obat.

Polip yang memiliki ukuran sangat kecil biasanya tidak membutuhkan obat polip rahim ataupun tindakan lain. Polip kecil baru akan mendapat rekomendasi jika di dalam polip tersebut terdapat sel-sel kanker.

Baca Juga: Ciri-Ciri Kanker Serviks dan Cara Mencegahnya

Pantangan polip rahim

Kondisi medis yang bermasalah biasanya mengaruskan si penderita menjauhi makanan tertentu. Ini dikarenakan kebanyakan makanan sangat memengaruhi kesehatan termasuk polip serviks.

Ada beberapa pantangan polip rahim yang perlu diketahui. Orang-orang yang memiliki polip rahim memiliki pantangan untuk mengonsumsi alkohol, rokok karena ada tembakau, minuman ringan (minuman bersoda), mie instan, dan makanan yang mengandung pengawet.

Selain itu, pantangan polip rahim juga berlaku untuk makanan yang mengandung suntik hormon yaitu seperti kepala ayam, sayap ayam, dan ceker. Meskipun ceker bukan merupakan bagian yang disuntik terapi hormon-hormon dari suntikan akan berkumpul di ceker.

Faktor risiko polip serviks

Para wanita yang berusia lebih dari 40 tahun memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami polip serviks. Faktor risiko terkena polip rahim akan lebih besar pada wanita yang mengalami obesitas (Indeks Massa Tubuh sebesar 30) dan menjelang menopause.

Jenis-jenis polip rahim

Ada dua jenis polip rahim, yaitu polip ektoserviks dan polip endoserviks. Polip ektoserviks adalah polip rahim yang tumbuh dari lapisan permukaan luar serviks. Polip rahim jenis ini biasanya sering diderita oleh wanita yang telah memasuki periode pascamenopause.

Jenis polip rahim kedua adalah polip endoserviks. Polip endoserviks adalah jenis polip rahim yang berasal dari bagian dalam serviks. Wanita yang sering mengalaminya adalah  wanita yang ada di fase premanopause (di atas usia 20 tahun).

Sumber:
  1. Valentina Indrajati. 2013. Herbal Ahli Atasi Penyakit. Jakarta: Penebar Swadaya
  2. Galang Eka P. 2017. Polip Serviks. https://kupdf.net/download/polip-servik_59c71baf08bbc52b11687275_pdf [diakses pada 23 Januari 2019]
  3. Fitriyanti Saeni. 2013. Polips Endometrium (Slideshow). https://www.slideshare.net/tantyfitriyanti7/polips-endometrium [diakses pada 23 Januari 2019]