Polip Hidung – Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Doktersehat-polip-hidung

DokterSehat.Com – Polip hidung adalah pertumbuhan jaringan pada dinding saluran pernapasan hidung. Sementara polip adalah jaringan yang lembut, tidak terasa sakit dan tidak bersifat kanker. Polip memiliki bentuk seperti anggur yang tergantung pada batangnya.

Polip hidung memiliki ukuran yang beragam dengan warna yang serupa. Polip dengan ukuran besar bisa menyumbat saluran hidung. Kondisi ini bisa menyebabkan munculnya gejala polip seperti hidung tersumbat, hidung berair, kesulitan bernapas, gangguan pada indra penciuman dan perasa.

Sementara polip berukuran kecil mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun. Polip tidak meningkatkan risiko penderitanya untuk menderita kanker hidung. Polip hidung sendiri timbul dari selaput lendir hidung dan sinus paranasal.

Polip hidung adalah penyakit yang murni berdiri sendiri. Pembentukannya sangat terkait erat dengan berbagai problem THT lainnya seperti rinitis alergi, asma, radang kronis pada mukosa hidung-sinus paranasal, kista fibrosis, intoleransi pada aspirin, dll.

Penyebab Polip Hidung

Hingga kini, penyebab polip hidung belum diketahui dengan pasti. Polip hidung biasanya berisi cairan inflamasi. Pertumbuhan polip diduga adalah hasil dari inflamasi akibat alergi, infeksi, asma atau kelainan sistem kekebalan tertentu.

Polip hidung bisa memengaruhi siapa saja, tapi lebih cenderung terjadi pada orang dewasa. Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko menderita polip hidung adalah intoleransi terhadap aspirin, alergi rhinitis, fibrosis kistik dan sindrom Churg Strauss.

Faktor genetika juga diperkirakan berperan dalam pertumbuhan polip. Seorang anak akan lebih berisiko mengalami polip hidung jika orang tuanya memiliki polip. Beberapa faktor lain yang meningkatkan kemungkinan terkena polip hidung antara lain sinusitis (radang sinus) yang menahun, iritasi, sumbatan hidung oleh karena kelainan anatomi dan adanya pembesaran pada konka hidung.

Gejala Polip Hidung

Ketika polip hidung baru terbentuk, sebuah polip tampak seperti air mata dan jika telah matang, bentuknya menyerupai buah anggur yang berwarna keabu-abuan. Penderita biasanya mengeluhkan hidung tersumbat, penurunan indra penciuman, dan gangguan pernapasan yang mengakibatnya penderita bersuara sengau.

Beberapa gejala utama dari polip hidung mirip dengan gejala pilek dan flu. Pada umumnya gejala pilek dan flu akan menghilang dalam beberapa hari, namun gejala polip hidung tidak akan menghilang jika tidak ditangani. Segera temui dokter THT jika Anda merasa mengalami gejala polip hidung.

Pengobatan Polip Hidung

Tujuan utama pengobatan adalah mengatasi polip dan menghindari penyebab atau faktor pemicu terjadinya polip. Penanganan pertama pada polip, biasanya akan diberikan kortikosteroid bentuk tetes atau semprot. Jika pengobatan tetes maupun semprot belum berhasil, dokter akan menyarankan pemberian kortikosteroid oral.

Obat semprot hidung yang mengandung kortikosteroid kadang bisa memperkecil ukuran polip hidung atau bahkan menghilangkan polip. Sedangkan kortikosteroid oral bisa dikonsumsi secara terpisah atau dikombinasikan dengan obat semprot atau tetes.

Obat polip hidung ini tidak disarankan untuk konsumsi jangka panjang karena kemungkinan dapat menimbulkan efek samping seperti naiknya berat badan, diabetes, osteoporosis dan hipertensi . Pada kondisi polip hidung yang sudah parah, kortikosteroid suntik akan dianjurkan.

Sementara itu, operasi dilakukan jika polip mengganggu pernapasan atau berhubungan dengan tumor. Pembedahan dilakukan jika:

  • Polip menghalangi drainase dari sinus sehingga sering terjadi infeksi sinus.
  • Polip menghalangi saluran pernapasan.
  • Polip berhubungan dengan tumor.

Perlu diketahui, polip hidung cenderung tumbuh kembali jika penyebabnya (alergi maupun infeksi) tidak terkontrol. Namun, apabila kekambuhan ini sifatnya berat, sebaiknya dilakukan pembedahan untuk memperbaiki drainase sinus dan membuang bahan-bahan yang terinfeksi.