Cegah Sariawan Datang Lagi, Terapkanlah Pola Makan yang Sehat

Doktersehat-Sariawan
Photo Credit: Flickr.com/jonathan cane

DokterSehat.Com– Sariawan adalah peradangan yang terjadi pada lapisan mukosa mulut. Penyakit mulut ini dapat terjadi pada pipi, gusi, bagian dalam bibir, atau lidah. Pada umumnya, masa penyembuhannya bisa sekitar 7 hari hingga hitungan bulan dan bisa terjadi berulang kali.

Sariawan yang muncul pada bibir atau di dalam mulut bisa sangat mengganggu karena dapat mengganggu aktivitas makan dan bicara. Selain mengobati, Anda juga bisa melakukan beberapa cara mencegah sariawan agar tidak datang kembali.

Berikut ini adalah pola makan sehat yang bisa dilakuan agar sariwan tidak muncul lagi.

  • Pastikan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B (asam folat, B6, B12), seperti brokoli, bayam, asparagus, kacang-kacangan, buah bit, hati sapi, dan paprika. Selain dari makanan, Anda bisa melengkapi asupan vitamin B dari suplemen vitamin.
  • Jika sariawan sebelumnya disebabkan oleh makanan asam dan pedas, maka Anda perlu membatasi kedua jenis makanan tersebut. Hindari juga minuman dan makanan yang berbasis jeruk.
  • Hindari makan dengan terburu-buru, apalagi sambil berbicara, agar bibir atau lidah tidak tergigit dan menimbulkan sariawan.
  • Jaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih dan asupan cairan lainnya dengan jumlah yang cukup.

Selain menerapkan pola makan yang sehat seperti di atas, hal lain yang tidak boleh terlewatkan adalah mengonsumsi beberapa buah yang mengandung vitamin C yang tinggi, diantaranya:

doktersehat-buah-naga-dragonfruit-fruit

Buah naga

Buah ini memiliki kandungan vitamin C 3 kali lebih banyak dibandingkan dengan buah jeruk. Satu buah jeruk (100 gram) memiliki 50 mg kandungan vitamin C sedangkan setengah potong buah naga (100 gram) memiliki 180 mg vitamin C.

Pepaya

Pepaya ternyata memiliki kandungan vitamin C yang lebih tinggi dibandingkan dengan buah jeruk. Buah ini memiliki 60 mg kandungan vitamin C yang bisa diperoleh dari satu potong buah pepaya.

Stroberi

Buah stroberi memiliki kandungan vitamin C yang lebih tinggi dibandingkan dengan buah jeruk dan pepaya yaitu 65 mg. Kandungan tersebut dapat diperoleh dari 15-20 buah stroberi ukuran sedang.

Obat-Obatan untuk Sariawan

Untuk diketahui, pengobatan untuk sariawan bersifat simtomatik, yakni dengan mengobati gejala-gejala yang timbul. Untuk sariawan ringan dapat menggunakan obat kumur antibakteri, seperti khlorhexidin 0.2%.

Sedangkan untuk pengobatan sariawan sedang-berat, Anda dapat menggunakan obat kumur antibakteri atau obat kumur yang mengandung lokal anestesi. Seperti benzydamine 0.15% atau lignocaine gel 2%. Oleskan pada bagian yang sakit, kemudian berkumur dengan sukralfat 1g/5 ml.

Obat kumur yang mengandung antibiotik juga dapat membantu mengurangi luka dan rasa sakit dari sariawan. Namun, hindari penggunaan policresulen untuk mengatasi sariawan. Selain itu, obat oles untuk sariawan berupa salep, krim atau gel bisa digunakan untuk membatasi peradangan luka sariawan.

Hingga kini penyebab munculnya sariawan belum diketahui dengan pasti, tetapi beberapa faktor yang dapat menimbulkan sariawan diantaranya:

  • Stres
  • Alergi makanan
  • Luka/ trauma di mulut (seperti gigi palsu yang tajam, sikat gigi terlalu kencang, dll)
  • Infeksi virus atau bakteri pada mulut
  • Mulut kering
  • Perubahan imunitas
  • Minuman yang asam
  • Faktor genetik

Untuk mencegahnya datangnya sariawan, sebisa mungkin Anda harus menghindari faktor-faktor yang menjadi penyebab munculnya sariawan. Jangan lupa untuk mengonsumsi multivitamin, sayuran, tidur yang cukup, dan penuhi asupan cairan untuk dapat membantu vitalitas tubuh.

Sementara itu, seiring perbaikan imunitas tubuh, sariawan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, apabila Anda terkena sariawan di atas 2 minggu, meskipun sudah ditangani dan diberikan obat memadai, segera periksakan sariawan ke dokter spesialis penyakit dalam atau bedah mulut, karena kemungkinan ada penyakit lain yang mendasari kelemahan imunitas Anda.