6 Pola Asuh Anak yang Baik untuk Perkembangannya

cara-mengasuh-anak-yang-baik-doktersehat

DokterSehat.Com – Pada umumnya, setiap orang tua ingin agar anaknya memiliki tingkah laku yang baik. Dan tahukah Anda apabila tingkah laku anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh anak yang Anda lakukan selama ini? Pola asuh anak yang baik akan menghasilkan anak yang baik pula dan begitu pula sebaliknya.

Oleh karena itu, orang tua yang baik hanya akan memilih jenis pola asuh yang baik pula. Di dunia ini, terdapat beberapa jenis pola asuh anak yang baik untuk direkomendasikan kepada Anda. Anda bisa memilih salah satu dari pola asuh yang baik tersebut.

Pola asuh anak yang baik

Terapkanlah pola asuh anak yang baik agar anak pun menjadi baik. Tingkah laku anak yang baik cukup berkontribusi positif terhadap masa depannya. Oleh karena itu, simaklah beberapa pola asuh anak yang baik dilakukan.

Berikut ini adalah beberapa jenis pola asuh yang baik :

1. Pola Asuh Positive

Pola asuh positif merupakan jenis pola asuh yang menitikberatkan pada kebahagiaan, kepuasan, dan makna hidup sehingga disebut juga pola asuh “Kebahagiaan”. Pola asuh positif adalah pola asuh yang mendukung anak tanpa syarat apapun.

Pola asuh anak jenis ini akan membuat anak menemukan segala hal terbaik yang menjadi potensi mereka. Orang tua memiliki ambisi pribadi yang sangat minimal dan memberikan dukungan kuat terhadap urusan anak pada jenis pola asuh anak yang baik ini.

Pola asuh orang tua jenis ini sebatas untuk membantu anak menemukan potensinya dan membimbing untuk mengembangkan potensinya tersebut. Pola asuh orang tua dengan aturan ketat sangat jauh dari pola asuh jenis ini.

Baca juga: Apa Itu Positive Parenting?

2. Pola Asuh Attachment/ Pola Asuh Cinta

Pola asuh attachment ini dikenal juga dengan sebutan pola asuh intuitif dan pola asuh alami. Pola asuh attachment memiliki tujuan untuk memperkuat ikatan yang intuitif dan emosional antara ibu dan anak.

Ikatan antara ibu dan anak yang intuitif dan emosional ditandai dengan cepatnya dan kosistennya respons yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan jiwa dan raga pada anak. Hal ini akan membangun sikap positif pada diri anak terhadap kehidupan karena ia sangat dicintai dan dipedulikan.

Memberikan respons dengan cepat akan kebutuhan anak tidaklah menjadikan anak manja malah sebaliknya. Anak-anak akan menjadi anak yang mandiri dan positif di kemudian hari. Ia juga akan bersikap positif terhadap lingkungan di sekitarnya.

3. Pola Asuh Unconditional/ Pola Asuh Tanpa Syarat

Pola asuh unconditional dikenal juga dengan nama pola asuh yang menyelamatkan. Pola asuh anak jenis ini adalah jenis pola asuh orang tua yang tetap mendukung dan memberikan respons positif kepada anak tanpa mempedulikan apa yang anak lakukan dan katakan.

Pola asuh anak jenis ini akan membuat anak dapat mencapai pertumbuhan yang baik dan membebaskannya untuk mengaktualisasikan dirinya. Anak akan tetap dicintai terlepas dari tindakan dan tutur katanya.

Pola asuh unconditional akan membuat anak melakukan kebaikan dari dalam diri. Tidak seperti anak-anak yang melakukan kebaikan karena itu merupakan syarat untuk tetap disayang orang tuanya. Pola asuh anak yang tanpa syarat tidak menuntut anak berlaku baik dahulu baru ia diperhatikan, dicintai, dan dipenuhi kebutuhannya.

4. Pola Asuh Spiritual/ Pola Asuh Holistik

Pola asuh spiritual juga disebut sebagai pola asuh holistik. Pola asuh anak jenis ini tidak ada di dalam literatur sains tetapi ada pada filsafat spiritual modern. Pola asuh spiritual bukanlah pola asuh yang terkait dengan agama tertentu.

Pola asuh orang tua akan menghormati anak secara perorangan. Orang tua akan membiarkan anak mengembangkan keyakinannya sendiri berdasarkan karakter diri dan potensi yang dimiliki.

Prinsip utama pola asuh anak jenis spiritual adalah orang tua harus menjadi apa yang diinginkan untuk anak-anaknya. Orang tua harus memberikan contoh dan teladan terlebih dahulu. Hanya ada sedikit aturan dan nasihat pada pola asuh spiritual ini.

5. Pola Asuh Slow/ Pola Asuh Tepat

Pola asuh slow adalah jenis pola asuh anak yang awal mulanya merupakan reaksi terhadap pola asuh yang berlebihan. Jadi, pola asuh slow disini bukan pola asuh orang tua yang memperlambat tetapi lebih kepada menghindari pola asuh anak yang tergesa-gesa.

Pola asuh Slow atau pola asuh anti-cepat memiliki makna sesungguhnya yakni pola asuh Tepat. Orang tua akan mengasuh anak secara tepat dan lebih mengedepankan kualitas daripada kuantitas.

Baca juga: 3 Pola Asuh Orang Tua yang Menghambat Kreativitas Anak

6. Pola Authoritative/ Pola Asuh Otoritatif

Pola asuh authoritative merupakan pola asuh anak yang berwibawa. Pola asuh Authoritative masih direkomendasikan oleh mayoritas ahli parenting barat. Pola asuh Authoritative adalah pola asuh anak yang memiliki hasil positif yang konsisten pada karakter dan sikap anak.

Hal positif tersebut berupa motivasi belajar yang baik, kecerdasan sosialisasi, pengendalian emosi, memiliki harga diri, dan lainnya. Pola asuh orang tua yang masih memiliki kontrol tetapi diimbangi dengan respons hangat.

Sumber:

  1. Positive-parenting-ally.com: Types-of-parenting-styles