Terbit: 5 Juni 2020 | Diperbarui: 6 Juni 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Pneumonia aspirasi adalah infeksi pada paru yang berkembang setelah benda asing masuk ke dalam paru-paru. Benda asing tersebut membuat bakteri berkembang di paru-paru sehingga menyebabkan terjadinya infeksi. Simak gejala, penyebab, hingga pengobatan selengkapnya di bawah ini.

pneumonia-aspirasi-doktersehat

Apa Itu Pneumonia Aspirasi?

Pengertian pneumonia aspirasi yaitu infeksi paru-paru yang berkembang setelah makanan, cairan, atau muntah secara tidak sengaja masuk ke dalam paru-paru. Bakteri dari zat asing yang masuk ke dalam paru-paru itulah yang dapat menginfeksi saluran napas dan menyebabkan kondisi ini.

Gejala Pneumonia Aspirasi

Gejala umum yang bisa terjadi saat seseorang mengalami pneumonia aspirasi adalah batuk basah setelah makan.  Gejala lain yang bisa dikenali, antara lain:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Kebiruan pada ujung jari atau bibir/wajah
  • Keringat dingin

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika Anda menunjukkan beberapa gejala di atas, segera konsultasi dengan dokter. Beri tahu tenaga medis jika Anda baru saja menghirup makanan atau cairan/tersedak. Sementara itu, kondisi yang harus mendapatkan penanganan medis dengan segera adalah anak dibawah usia 2 tahun atau orang dewasa di atas usia 65  tahun.

Jangan ragu-ragu untuk pergi ke dokter jika Anda mengalami batuk berdahak berwarna atau mengalami demam lebih dari 38° Celcius di samping gejala yang disebutkan di atas.

Penyebab Pneumonia Aspirasi

Penyebab pneumonia aspirasi adalah  infeksi pada paru karena benda asing atau makanan atau cairan yang masuk ke dalam paru-paru. Normalnya paru-paru itu steril dan hanya dilewati udara, tetapi air atau makanan yang tidak sengaja masuk ke dalam paru, bisa membawa bakteri dari mulut atau tenggorokan yang menyebabkan infeksi dan peradangan pada paru. Selain itu, jaringan paru juga meradang untuk membongkar benda asing yang masuk ke dalam paru-paru

ketika sistem imunitas tubuh terganggu akibat zat asing yang masuk ke dalam paru-paru. Seseorang dapat mengembangkan kondisi ini ketika makanan atau minuman yang seharusnya ditelan justru masuk masuk ke dalam paru-paru.

Beberapa kondisi lain yang berisiko menyebabkan pneumonia aspirasi adalah:

  • Kelainan saraf
  • Kanker tenggorokan
  • Kondisi medis seperti myasthenia gravis atau penyakit Parkinson
  • Konsumsi alkohol dan obat resep yang berlebihan
  • Penggunaan obat-obatan terlarang
  • Penggunaan obat penenang atau anestesi
  • Sistem kekebalan yang melemah
  • Gangguan kerongkongan
  • Masalah gigi yang mengganggu mengunyah atau menelan
  • Tenggelam
  • Menghirup uap atau bahan kimia tertentu

Faktor Risiko

Setelah mengetahui berbagai penyebab seperti di atas, hal penting lainnya yang harus dikenali adalah faktor-faktor apa saja yang bisa meningkatkan seseorang mengalami pneumonia aspirasi. Berikut ini adalah berbagai faktor yang membuat seseorang berisiko tinggi, antara lain:

  • Kesadaran terganggu
  • Penyakit paru-paru
  • Kejang
  • Stroke
  • Masalah gigi
  • Demensia
  • Kesulitan menelan
  • Kondisi mental terganggu
  • Penyakit neurologis tertentu
  • Terapi radiasi pada kepala dan leher
  • Heartburn
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Pada beberapa kasus, pneumonia aspirasi sering terjadi pada lansia dan anak-anak, meski begitu kondisi ini dapat memengaruhi siapa saja.

Diagnosis Pneumonia Aspirasi

Dokter biasanya akan bertanya tentang gejala dan kemudian melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa tanda-tanda pneumonia seperti penurunan aliran udara, detak jantung yang cepat, dan bunyi ronkhi di paru-paru. Selain itu, tes lain yang bisa disarankan dokter, antara lain:

  • Sinar-X atau CT Scan. Prosedur ini dapat memberikan gambaran tentang kondisi paru-paru.
  • Bronkoskopi. Dokter juga dapat menggunakan kamera endoskopi untuk melihat saluran napas (trachea, bronchus, bronchiolus) dan membersihkan bila adanya penyumbatan.
  • Sputum culture test yaitu tes untuk mengetahui jenis bakteri yang berkembang di dalam paru.
  • Arterial blood gas test yaitu tes untuk mengetahui kemampuan pertukaran oksigen dalam paru, menentukan apakah pasien mengalami gagal napas, atau membutuhkan alat bantu napas/ventilator
  • Tes darah. Tes ini digunakan untuk mengetahui apakah jumlah sel darah putih tinggi. Jika tinggi hal itu bisa menjadi tanda infeksi berat.

Pengobatan Pneumonia Aspirasi

Pengobatan untuk pneumonia aspirasi akan sangat bervariasi tergantung pada kondisi kesehatan dan keparahan gejalanya. Antibiotik digunakan untuk membantu menghilangkan infeksi dan menghindari komplikasi serius.

Jika seseorang mengalami kesulitan bernapas, perawatan di rumah sakit mungkin diperlukan. Sementara jika mengalami kesulitan menelan, dokter dapat merekomendasikan metode pemberian makan melalui nasogastric tube/sonde atau perubahan kebiasaan makan untuk menghindari pneumonia aspirasi lebih lanjut

Komplikasi Pneumonia Aspirasi

Pneumonia aspirasi dapat menyebabkan komplikasi parah, terutama jika tidak mendapatkan penanganan dengan segera karena dapat menimbulkan gagal napas, sepsis, hingga kematian.

Pencegahan Pneumonia Aspirasi

Pneumonia aspirasi adalah kondisi yang tidak selalu dapat dicegah, tetapi beberapa pilihan gaya hidup dapat membantu mengurangi risiko. Perlu diketahui, obat-obatan resep yang memengaruhi otot atau membuat seseorang mengantuk dapat meningkatkan risiko.

Beberapa pencegahan lain yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Atur posisi makan. Posisi makan yang baik adalah sambil duduk, namun jika kondisi tidak memungkinkan untuk makan dalam posisi duduk akan tetapi dalam kondisi berbaring, atur posisi kepala sedikit ke atas (sekitar sudut 30° hingga 45°). Kemudian makanlah dengan perlahan.
  • Konsumsi makanan lunak dan minum cairan kental. Konsultasi dengan ahli diet diperlukan untuk mengatur asupan makanan dan minuman pada pasien yang memiliki gangguan fungsi menelan.
  • Menjaga kesehatan rongga mulut dan gigi. Perawatan mulut yang tepat dapat membantu membunuh bakteri berbahaya di mulut. Jika Anda menggunakan gigi palsu, jangan lupa dilepaskan dan dibersihkan setelah sarapan dan makan malam. Kunjungi dokter gigi secara teratur untuk membersihkan gigi dan gusi Anda.
  • Hindari konsumsi obat penenang. Obat ini bisa meningkatkan risiko pneumonia aspirasi karena membuat Anda mengantuk dan menekan refleks batuk.
  • Jangan merokok. Nikotin dan bahan kimia lainnya dalam rokok dapat menyebabkan kerusakan paru-paru.

 

  1. Anonim. Aspiration Pneumonia. https://www.drugs.com/cg/aspiration-pneumonia.html. (Diakses pada 5 Juni 2020).
  2. Johnson, Jon. 2018. Everything you need to know about aspiration pneumonia. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322091#symptoms. (Diakses pada 5 Juni 2020).
  3. Dock, Elly. Elizabeth Boskey. Kathryn Watson. Brian Wu. 2018. Aspiration Pneumonia: Symptoms, Causes, and Treatment. https://www.healthline.com/health/aspiration-pneumonia. (Diakses pada 5 Juni 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi