Terbit: 1 Oktober 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Pleurodesis adalah prosedur yang dilakukan untuk mengobati paru-paru kolaps berulang atau mengatasi penumpukan cairan/udara antara paru-paru dan lapisan dinding dada (rongga pleura). Simak penjelasan lengkap mengenai fungsi hingga kemungkinan terjadinya komplikasi di bawah ini.

Pleurodesis: Fungsi, Prosedur, Pemulihan, dan Komplikasi

Apa Itu Pleurodesis?

Pleurodesis adalah prosedur menempelkan paru-paru ke dinding dada. Prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan ruang di rongga pleura, sehingga cairan atau udara tidak lagi menumpuk di antara lapisan tersebut. Pada beberapa kasus, prosedur ini juga bisa dilakukan untuk orang dengan efusi pleura yang kambuh akibat kanker paru-paru dan kondisi lainnya.

Fungsi Pleurodesis

Prosedur ini mungkin diperlukan jika Anda mengalami pneumotoraks (terkumpulnya udara pada rongga pleura) atau efusi pleura (penumpukan cairan di rongga pleura). Jika terlalu banyak cairan di ruang tersebut, paru-paru tidak dapat mengembang dengan baik.

Selain itu, terdapat kondisi lain yang menyebabkan cairan ekstra terkumpul di rongga pleura, termasuk:

  • Gagal jantung
  • Radang paru-paru
  • Tuberkulosis
  • Kanker
  • Penyakit hati dan ginjal
  • Radang pankreas
  • Rheumatoid arthritis

Penumpukan cairan dapat menyebabkan gejala seperti nyeri, batuk, dan sesak napas.

Saat melakukan prosedur ini, dokter dapat menyuntikan obat ke dalam ruang antara paru-paru dan dinding dada. Terdapat berbagai macam zat yang bisa digunakan dan biasanya menghasilkan jaringan parut yang membuat paru-paru menempel di dinding dada.

Ketika paru-paru sudah menempel ke dinding dada, maka ruang di mana cairan atau udara dapat menghilang. Selain itu, prosedur ini juga membantu menjaga paru-paru tetap menggembung.

Prosedur Pleurodesis

Prosedur ini dapat dilakukan sendiri atau bersamaan dengan prosedur lain untuk mengalirkan udara atau cairan dari sekitar paru-paru (torakoskopi). Selama prosedur, Anda akan:

  • Mendapatkan obat untuk mengendalikan rasa sakit dan membuat tubuh rileks.
  • Mendapatkan obat tertentu yang disuntikkan ke dada melalui selang.
  • Anda mungkin perlu mengubah posisi setiap 10 menit atau lebih untuk memastikan obat mencapai setiap bagian rongga pleura.

Sementara jika prosedur dilakukan bersamaan dengan torakoskopi, Anda akan:

  • Mendapatkan obat untuk mencegah rasa sakit dan membuat tubuh rileks.
  • Dokter akan menggunakan anestesi lokal untuk mematikan rasa di area dada tempat sayatan akan dibuat. Area kulit tersebut juga akan disterilkan.
  • Dokter akan membuat sayatan kecil dan memasukkan kamera untuk membantu proses pembedahan. Kemudian cairan rongga pleura akan dialirkan ke dalam kantong penampung.
  • Setelah cairan dikeluarkan, talc powder, doxycycline, atau obat lain akan disuntikkan ke dalam rongga pleura melalui chest tube. Obat tersebut akan melapisi bagian luar paru-paru dan membuat permukaan lengket sehingga menempel pada dinding dada.
  • Dokter mungkin melakukan rontgen untuk memastikan bahwa prosedurnya berhasil.

Pemulihan Setelah Menjalani Pleurodesis

Chest tube akan tetap berada di tempatnya selama 24 hingga 48 jam atau sampai paru-paru menempel di dinding dada. Setelah chest tube dilepas, Anda harus menjaga kebersihan luka. Cuci setiap hari dengan sabun dan jaga area tersebut tetap kering.

Selama satu atau dua hari biasanya akan keluar cairan, biarkan perban di atasnya mengering. Ganti balutan setiap hari dan ikuti semua instruksi yang dianjurkan dokter.

Berikut ini adalah beberapa hal yang tidak boleh dilakukan setelah prosedur, antara lain:

  • Jangan menggosok lukanya karena bisa memperlambat penyembuhan.
  • Jangan mengoleskan salep, losion, atau bedak pada sayatan.
  • Jangan berenang atau berendam di bak mandi air panas sampai sayatan sembuh sepenuhnya.
  • Jangan mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid setidaknya selama tujuh hari setelah prosedur dilakukan. Obat ini dapat mencegah permukaan paru-paru saling menempel. Tanyakan pada dokter obat apa yang dapat dikonsumsi untuk mengontrol rasa sakit.
  • Jangan mengangkat benda-benda berat (di atas 4,5 kg).
  • Hindari mengejan atau menahan napas.

Konsultasikan pada dokter kapan Anda bisa melakukan aktivitas normal.

Efek Samping Pleurodesis

Anda mungkin merasakan nyeri di area tempat chest tube dipasang selama beberapa hari. Nyeri bisa bertambah parah saat Anda menarik napas dalam-dalam. Kemungkinan efek samping lainnya termasuk:

  • Demam
  • Sesak napas
  • Infeksi

Periksa lukanya setiap hari, dan hubungi dokter Anda jika Anda memiliki:

  • Kemerahan, bengkak, atau nyeri yang meningkat di sekitar lokasi sayatan
  • Nanah mengalir dari luka
  • Mengalami banyak pendarahan
  • Demam lebih dari 39 derajat Celcius

Pada dasarnya, setiap orang memiliki pertimbangan yang berbeda-beda saat melakukan prosedur ini, namun prospek jangka panjang untuk penderita pneumotoraks yang menjalani prosedur ini menunjukan perbaikan fungsi paru-paru.

Dalam penelitian kecil, prosedur memiliki tingkat keberhasilan sekitar 75-80 persen pada orang dengan efusi pleura yang bukan disebabkan oleh kanker.

Baca Juga: Efusi Pleura: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Komplikasi Pleurodesis

Berikut ini adalah beberapa kemungkinan komplikasi dari prosedur ini, antara lain:

  • Infeksi
  • Kumpulan nanah di rongga pleura (empiema)
  • Demam
  • Sakit di area pembedahan

Jika Anda juga menjalani thoracostomy, kemungkinan komplikasi dapat meliputi:

  • Paru-paru kolaps
  • Cedera pada dinding dada, arteri, atau paru-paru
  • Penggumpalan darah
  • Tabung yang bergerak keluar dari tempatnya

Metode ini umumnya merupakan prosedur yang efektif, sehingga kecil kemungkinan prosedur ini tidak berhasil.

Persiapan Pleurodesis

Sebelum melakukan prosedur ini, dokter dapat mempertimbangkan beberapa hal. Hal terpenting yang bisa dilakukan adalah mengeluarkan cairan di rongga pleura untuk memperbaiki gejala (berkurangnya sesak napas) bagi penderita kanker.

Selain itu, beberapa dokter merekomendasikan prosedur ini jika harapan hidup lebih dari satu bulan. Sedangkan efusi pleura yang tidak menimbulkan gejala (seperti nyeri dada atau sesak napas) pada penderita kanker biasanya dibiarkan begitu saja.

Di sisi lain, pneumotoraks spontan dapat terjadi pada orang yang masih muda dan sehat. Dalam kasus ini, prosedur dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya pneumotoraks lain di masa mendatang.

 

  1. Anonim. What is a Pleurodesis?. https://www.uwhealth.org/healthfacts/surgery/5847.html. (Diakses pada 1 Oktober 2020).
  2. Eldridge, Lynne. 2019. Pleurodesis: Definition, Procedure, and Indications. https://www.verywellhealth.com/what-type-of-procedure-is-a-pleurodesis-2249164. (Diakses pada 1 Oktober 2020).
  3. Watson, Stephanie. 2018. Pleurodesis. https://www.healthline.com/health/pleurodesis#side-effects-and-outlook. (Diakses pada 1 Oktober 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi