Terbit: 8 April 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Pleuritis adalah peradangan pada pleura, yaitu lapisan tipis jaringan yang membungkus paru-paru ditandai dengan nyeri dada yang sangat menusuk. Ketahui apa itu pleuritis, gejala, penyebab, pengobatan, pencegahan, dll.

Pleuritis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll

Apa Itu Pleuritis?

Pleuritis adalah peradangan pada selaput pembungkus paru, menimbulkan nyeri dada yang sangat menusuk saat menarik nafas akibat adanya peradangan pada pleura. Pleura adalah lapisan tipis jaringan dengan sejumlah kecil cairan di ruang pleura untuk menjalankan tugasnya dalam melindungi paru-paru Anda agar tidak bergesek saat Anda bernapas, mengeluarkan, dan menghirup udara.

Apabila pleura meradang atau mengalami iritasi, paru-paru akan bergesek mengenai rongga dada saat Anda menarik napas, tertawa, batuk, atau bersin dan menyebabkan nyeri dada yang sangat menusuk. Peradangan pleura ini umumnya terjadi akibat infeksi bakteri atau virus.

Pada sejarahnya di masa lalu, penyakit ini sangat membahayakan. Beberapa tokoh penting termasuk Catherine de Medici dan Benjamin Franklin meninggal akibat penyakit ini, namun sekarang telah ada beberapa antibiotik untuk mencegah dan mengatasi radang selaput dada ini.

Gejala Pleuritis

Peradangan pada pleura menyebabkan gejala berupa:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement
  • Nyeri dada hebat, menusuk, dan tajam pada satu atau kedua sisi dada saat bernapas, batuk, dan bersin
  • Nyeri akan hilang saat Anda mencoba menahan napas, namun ini menyebabkan sesak dan ketidaknyamanan
  • Napas cepat sebagai respon terhadap sakit dada
  • Rasa nyeri mungkin juga dirasakan di sekitar bahu, leher, punggung, dan perut

Gejala lain yang mungkin terjadi:

  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Sesak napas
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Menggigil
  • Batuk

Pada kondisi peradangan yang sudah parah, nyeri dada bahkan terjadi saat Anda berbicara, tertawa, atau bergerak sedikit saja karena tidak ada pelindung paru-paru sehingga paru-paru bergesekan dengan rongga dada.

Baca Juga: Kanker Paru Paru: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami gejala nyeri dada yang sangat tajam dan menusuk hingga kesulitan bernapas. Dokter akan memberikan pertolongan medis darurat dan diagnosis lebih lanjut.

Penyebab Pleuritis

Penyebab pleuritis yang paling umum adalah infeksi virus, infeksi bakteri seperti pneumonia, atau infeksi jamur tertentu yang menyerang selaput dada hingga meradang.

Berikut ini penyebab lainnya, meliputi:

  • Infeksi virus (influenza)
  • Infeksi bakteri (pneumonia)
  • Infeksi jamur
  • Luka pada dada
  • Patah tulang rusuk
  • Trauma pukulan benda tumpul di dada
  • Bronkitis
  • Tuberkulosis (TBC)
  • Tumor dada atau tumor paru-paru
  • Komplikasi operasi jantung
  • Anemia sel sabit
  • Limfoma
  • Mesothelioma
  • Penggumpalan darah di arteri paru-paru
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh seperti systemic lupus dan rheumatoid arthritis

Radang selaput dada umumnya terjadi akibat komplikasi dari penyakit kronis lainnya yang disebutkan di atas.

Diagnosis Pleuritis

Dokter akan bertanya bagaimana gejala nyeri dada yang Anda rasakan dan sudah berapa lama. Dokter akan memulai pemeriksaan dengan mendengarkan paru-paru Anda dengan stetoskop.

Diagnosisnya dilakukan dengan beberapa pemeriksaan, meliputi:

1. Imaging 

Pemeriksaan dengan rontgen, CT scan, atau USG untuk mengambil gambar paru-paru dan mendeteksi apakah ada radang selaput dada yang menyebabkan nyeri dada tersebut.

2. Tes Darah

Tes darah untuk menganalisis apakah Anda terpapar infeksi tertentu yang menyebabkan nyeri dada, atau gangguan sistem kekebalan tubuh yang mungkin mendasarinya.

3. Thoracentesis

Pemeriksaan untuk mendeteksi adanya infeksi atau kanker dengan cara mengambil sampel cairan di ruang pleural. Pemeriksaan ini jarang dilakukan karena bersifat invasif (pembedahan) dan memiliki risiko tinggi.

4. Thoracocentesis

Pemeriksaan dengan alat bernama thoracoscope berupa selang kamera fiber optik tipis yang fleksibel untuk memeriksa kondisi rongga dada Anda.

5. Biopsi

Biopsi digunakan untuk menentukan penyebab radang selaput dada dengan pemeriksaan pleura melalui sayatan kecil di dinding dada untuk mengambil sampel jaringan pleura.

Baca Juga: 6 Penyebab Nyeri Dada Saat Batuk, Perlu Waspada?

Pengobatan Pleuritis

Cara mengobati pleuritis adalah dengan perawatan berdasarkan penyebabnya. Sebagai contoh, apabila radang selaput dada ini disebabkan oleh bakteri pneumonia, maka akan diberikan obat antibiotik.

Berikut ini cara mengobati pleuritis:

  • Apabila disebabkan oleh bakteri, maka pengobatannya dengan obat-obatan antibiotik.
  • Apabila disebabkan oleh jamur, maka diberikan obat antijamur.
  • Apabila disebabkan oleh virus, sistem imun tubuh Anda akan mengatasinya sendiri dalam beberapa hari atau minggu. Anda harus istirahat dan penuhi kebutuhan vitamin dan nutrisi.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen dan aspirin. Dokter mungkin meresepkan obat kortikosteroid juga.
  • Obat untuk mengatasi gumpalan darah atau nanah dan lendir pada pleura.
  • Obat resep untuk nyeri dan batuk yang mengandung codeine.

Selain itu, gejala pleuritis dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup, meliputi:

  • Istirahat yang cukup untuk mengembalikan stamina dan daya tahan tubuh agar Anda merasa lebih baik, terutama bila peradangan disebabkan oleh virus.
  • Jangan merokok karena ini menyebabkan kerusakan paru-paru.
  • Makan makanan sehat dan bernutrisi untuk menjaga kondisi tubuh serta meningkatkan sistem imun.

Itulah beberapa cara mengobati pleuritis paling umum. Konsultasikan pada dokter jenis perawatan apa yang paling tepat untuk Anda.

Baca Juga: 10 Gejala Kanker Paru-Paru Stadium Awal yang Harus Diwaspadai

Komplikasi Pleuritis

Radang selaput dada dapat disertai dengan komplikasi lain pada kondisi tertentu, termasuk:

1. Efusi Pleura

Efusi pleura adalah penumpukan cairan pada pleura, di ruang kecil di antara dua lapisan jaringan tersebut. Ketika cairan ini pada kadar yang wajar, cairan ini melindungi pleura agar paru-paru tidak tergesek namun cairan yang berlebihan akan menimbulkan gejala seperti nyeri dan sesak napas.

2. Atelektasis

Atelektasis adalah satu lobus paru tidak dapat mengembang karena tekanan dari luar atau sumbatan pada bronkus/bronkiolus. Kondisi ini menyebabkan sesak napas dan batuk.

3. Empiema

Empiema adalah kondisi dimana ruang pleura dipenuhi nanah sehingga pleura tidak berfungsi dengan baik untuk melindungi paru-paru dari gesekan. Kondisi ini sering disertai dengan gejala demam.

Pencegahan Pleuritis

Radang selaput dada dapat memiliki implikasi jangka panjang yang parah, tetapi mencari perawatan medis dan mengikuti jalannya perawatan Anda dapat memiliki hasil positif. Anda dan dokter Anda harus mengidentifikasi penyebab dasar radang selaput dada Anda untuk membantu Anda pulih.

Radang selaput dada mungkin sulit dicegah, namun Anda dapat menekan faktor risiko yang mendasarinya seperti dengan melakukan vaksin pneumokokus untuk menghindari pleuritis akibat pneumonia.

Selain itu, tetap jaga kesehatan paru-paru dengan tidak merokok, konsumsi makanan sehat, dan olahraga teratur. Itulah pembahasan lengkap tentang apa itu pleuritis. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. WebMD. 2019. Pleurisy (Pleuritis). https://www.webmd.com/lung/understanding-pleurisy-basics#1. (Diakses pada 8 April 2020).
  2. Johnson, Shannon. 2018. What is pleurisy?. https://www.healthline.com/health/pleurisy. (Diakses pada 8 April 2020).
  3. MayoClinic. 2020. Pleurisy. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pleurisy/symptoms-causes/syc-20351863. (Diakses pada 8 April 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi