Terbit: 25 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Mungkin banyak dari Anda yang belum mengetahui kacang satu ini. Pistachio merupakan kacang yang berwarna hijau. Kendati disebut sebagai kacang, pistachio ternyata merupakan buah dari pohon Pistachio. Kacang satu ini dikenal sebagai salah satu kacang yang mengandung banyak vitamin, mineral dan antioksidan tinggi. Tidak heran jika pistachio kerap dikonsumsi untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan kulit Anda.

Pistachio, Kacang Berwarna Hijau yang Bermanfaat Bagi Kulit

Photo Credit: Pexels.com/ Tookapic

1. Meredakan Jerawat Meradang

Dilansir dari laman Stylecraze, pistachio kaya akan kandungan protein dan monosaturated fat. Kedua kandungan ini ternyata sangat ampuh dalam mengatasi peradangan. Termasuk peradangan yang terjadi pada kulit yang disebabkan oleh jerawat. Tidak heran mengonsumsi pistachio dapat menghindarkan kulit dari masalah jerawat.

2. Mencegah Penuaan Dini

Kandungan vitamin E pada pistachio ternyata dapat menghalau dampak radikal bebas yang disebabkan oleh paparan sinar UV. Apalagi sinar UV menjadi salah satu penyebab munculnya garis halus dan kerutan pada kulit. Selain itu, kandungan copper pada pistachio juga mencegah kulit kehilangan zat elastin yang menjaga kulit tetap elastis.

3. Mengatasi Kulit Kering

Memiliki jenis kulit kering memang membuat Anda harus lebih berhati-hati. Pasalnya, kulit kering sangat mudah terkena breakout. Namun, tidak perlu khawatir karena hal tersebut dapat diatasi dengan kacang pistachio. Dilansir dari laman Health Beckon, pistachio merupakan kacang yang dapat melembabkan sel kulit secara optimal. Terutama pada olahannya yang dikemas dalam bentuk minyak esensial. Tidak hanya itu saja, minyak kacang pistachio juga dapat mengontrol produksi sebum.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Tidak hanya nikmat sebagai pelengkap makanan, kacang satu ini ternyata memiliki kandungan vitamin dan mineral yang baik untuk kulit Anda. Anda dapat mengonsumsinya secara langsung ataupun menggunakan hasil olahan dalam bentuk minyak esensial.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi