Terbit: 1 Juli 2020 | Diperbarui: 3 Juli 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Piracetam adalah obat yang digunakan untuk meningkatkan daya ingat dan fungsi kognitif. Ketahui dosis obat, cara pakai, efek samping, harga obat, di bawah ini.

obat-piracetam-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Piracetam

Berikut ini adalah rangkuman informasi umum tentang obat piracetam:

 Nama Obat Piracetam
 Kandungan Obat Piracetam
 Kelas Obat
  • Nootropik
  • Neurotonik atau neurotropik
 Kategori Obat Obat resep
 Manfaat Obat
  • Memperbaiki fungsi kognitif
  • Memperbaiki kemampuan motorik
 Kontraindikasi Obat
  • Gangguan hati
  • Gangguan ginjal berat
  • Wanita hamil dan menyusui
 Sediaan Obat
  • Tablet
  • Kapsul
  • Sirup
  • Suntik
 Harga Obat
  • Tablet: Rp15.000/10 tablet atau Rp100.000/100 tablet.
  • Kapsul: Rp10.000/10 kapsul atau Rp100.000/100 kapsul.
  • Sirup: Rp50.000 – 100.000/botol.

Piracetam Obat Apa?

Piracetam adalah nootropik, kelas obat yang bekerja untuk meningkatkan memori otak dan fungsi kognitif, termasuk kesulitan belajar pada anak-anak, kehilangan memori, atau cacat kognitif lainnya pada orang tua seperti penyakit penyakit Alzheimer dan demensia.

Obat ini juga dapat digunakan untuk kondisi kesehatan lainnya, di antaranya disfungsi memori, alkoholisme, fenomena Raynaud, deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam, stroke, tardive dyskinesia, disleksia, cedera otak, dan vertigo.

Piracetam adalah turunan dari asam amino gamma-aminobutyric acid (GABA), namun mekanisme kerjanya berbeda dari GABA endogen. Obat ini memiliki sifat neuroprotektif dan antikonvulsan dan dilaporkan meningkatkan plastisitas saraf.

Merek Dagang Piracetam

Obat yang tersedia dalam beberapa bentuk ini sebagai obat generik dengan nama piracetam. Obat ini juga memiliki merek dan nama lain yang berbeda, di antaranya:

  • Dinagen
  • Myocalm
  • Nootropil
  • Qropi

Fungsi Obat Piracetam

Obat ini dianggap sebagai nootropik atau obat pintar, merupakan zat alami atau sintetis yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja mental.

Fungsi obat piracetam utamanya untuk beberapa kondisi berikut:

1. Meningkatkan Fungsi Otak

Penggunaan obat ini dapat meningkatkan fungsi otak. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa obat piracetam membuat membran sel lebih cair, yang memudahkan sel untuk mengirim dan menerima sinyal untuk membantu komunikasi.

Obat ini efeknya lebih kuat pada lanjut usia (lansia) dan orang-orang dengan masalah mental karena penelitian menunjukkan bahwa membran sel mereka cenderung kurang cairan.

Penelitian lain menemukan bahwa obat ini meningkatkan suplai darah, oksigen, dan glukosa ke otak, merupakan substansi yang dibutuhkan untuk meningkatkan fungsi otak. Kondisi ini terutama dibutuhkan pada orang dengan gangguan mental..

2. Mengurangi Gejala Disleksia

Disleksia adalah adalah gangguan dalam proses belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, atau mengeja. Piracetam dapat membantu penderita disleksia untuk belajar dan membaca dengan lebih baik. Disleksia adalah gangguan belajar, yang membuat penderitanya lebih sulit untuk belajar, membaca, dan mengeja.

Fungsinya telah teruji melalui sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak yang mengonsumsinya menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan untuk membaca dan memahami teks.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa obat ini mampu meningkatkan kemampuan belajar dan pemahaman yang signifikan pada remaja penderita disleksia. Namun, efektivitas obat ini untuk disleksia masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

3. Mengatasi Kejang Mioklonik

Menurut berbagai hasil penelitian telah menemukan bahwa fungsi obat piracetam bisa membantu mencegah kejang mioklonik. Kejang mioklonik adalah kondisi yang didefinisikan sebagai kejang otot tak sadar secara tiba-tiba. Kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari seperti menulis, makan, atau mandi.

Fungsinya telah dibuktikan melalui sebuah penelitian pada belasan orang dan hasilnya dapat membantu mengurangi gejala kejang mioklonik dan mengurangi keparahannya.

4. Mengurangi Demensia dan Gejala Alzheimer

Penelitian juga telah membuktikan bahwa fungsi obat piracetam dapat melawan demensia dan mengurangi gejala penyakit alzheimer dengan mencegah kerusakan yang disebabkan oleh penumpukan amyloid-beta peptide.

Dementia merupakan sekelompok gejala yang memengaruhi daya ingat, kemampuan melakukan aktivitas, dan berkomunikasi. Sedangkan penyakit Alzheimer adalah penyebab paling umum dari demensia. Obat ini efektif meningkatkan kinerja mental pada lansia penderita demensia, penyakit Alzheimer, atau kerusakan otak secara umum.

Namun, sebagian besar penelitian pada manusia menunjukan bahwa efek jangka panjangnya pada penderita penyakit Alzheimer dan demensia tidak diketahui.

5. Mengurangi Peradangan dan Rasa Sakit

Obat ini telah terbukti memiliki sifat antioksidan yang bisa mengurangi peradangan dengan membantu menetralkan radikal bebas penyebab kerusakan sel-sel dalam tubuh.

Peradangan adalah respons alami yang membantu tubuh mengobati dan melawan penyakit. Meski begitu, peradangan ringan yang menetap terkait dengan berbagai kondisi kronis, termasuk kanker, diabetes, penyakit jantung, dan penyakit ginjal.

Menurut hasil penelitian pada hewan, obat ini dapat mengurangi pembengkakan dan rasa sakit yang terkait dengan peradangan. Namun, penelitian pada manusia diperlukan untuk menentukan efektivitas obat dalam mengurangi peradangan dan rasa sakit.

Baca Juga: Alzheimer: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Peringatan Obat Piracetam

Obat ini mengandung piracetam, oleh karena itu jangan dikonsumsi jika:

  • Menggunakan dinagen, myocalm, nootropil, atau qropi.
  • Jika alergi terhadap obat ini atau bahan apa pun yang terkandung dalam obat ini.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Jika overdosis, segera dapatkan bantuan medis.

Interaksi Piracetam dengan Obat Lainnya

Obat ini dapat menyebabkan kecemasan, iritabilitas, dan gangguan tidur jika dikonsumsi bersamaan dengan thyroid extract (ekstrak tiroid). Obat ini juga meningkatkan efek obat antikoagulan, yaitu antiplatelet (pengencer darah), sehingga penggunaan piracetam bersamaan dengan antikoagulan dapat mengakibatkan pendarahan (misalnya asam asetilsalisilat).

Meski obat ini memiliki interaksi sedang sampai ringan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika menggunakannya bersamaan dengan obat lainnya.

Interaksi sedang dari piracetam dengan obat-obatan berikut:

  • Cilostazol
  • Clopidogrel
  • Dipyridamole
  • Eptifibatide
  • Prasugrel
  • Ticlopidine
  • Tirofiban

Interaksi ringan dari piracetam dengan beberapa obat berikut:

  • Levothyroxine
  • Liothyronine
  • Thyroid desiccated

Efek Samping Piracetam

Obat ini dapat menimbulkan sejumlah efek samping, di antaranya:

  • Mengantuk
  • Insomnia
  • Mulut kering
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Depresi
  • Gelisah
  • Otot tegang
  • Hiperaktif
  • Ruam
  • Diare
  • Penambahan berat badan

Ada kemungkinan obat ini menimbulkan efek samping lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk informasi tambahan tentang efek samping. Khusus reaksi alergi, seperti gatal, pembengkakan, sesak napas, dan reaksi alergi lainnya, sebaiknya segera ke dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Dosis Piracetam

Dosis obat diberikan berdasarkan jenis masalah kesehatan yang diderita, secara oral dan suntik. Obat suntik harus diberikan oleh dokter di rumah sakit.

Berikut ini dosis piracetam untuk masalah kesehatan berikut:

1. Terapi Tambahan untuk Mengobati Cortical Myoclonus

Oral dan suntik: Dosis awal sebanyak 7,2 gram setiap hari dibagi 2-3 dosis. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 4,8 gram setiap 3-4 hari. Dosis maksimal sebanyak 24 gram setiap hari.

2. Gangguan Kognitif

Oral dan suntik: Dosis piracetam sebanyak 2,4 gram setiap hari dibagi menjadi 2-3 dosis. Pada kasus yang parah, dosis ditingkatkan hingga 4,8 gram setiap hari atau lebih tinggi. Obat suntik harus diberikan oleh dokter.

Cara Pakai Piracetam

Berikut ini beberapa cara menggunakan obat piracetam:

  • Obat (oral) dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Obat diminum dengan dengan segelas air.
  • Obat dalam bentuk sirup memiliki rasa pahit yang dapat disiasati dengan minum air putih atau minuman ringan.
  • Dosis obat ini berbeda pada setiap orang. Oleh kerana itu, penting untuk mengikuti petunjuk yang diberikan oleh dokter atau petunjuk dalam kemasan obat.
  • Jika lupa meminum obat ini, segera konsumsi dosis berikutnya seperti biasa. Jika waktunya sudah dekat dengan jadwal, jangan minum dengan dosis ganda.
  • Obat suntik hanya diberikan oleh dokter di rumah sakit.

Petunjuk Penyimpanan Piracetam

Sebaiknya simpan obat baik dan jangan menyimpan sembarangan karena dapat merusak atau mengurangi fungsi obat. Berikut beberapa petunjuk penyimpanan obat yang benar:

  • Simpan obat di tempat kering dan sejuk (kisaran suhu 20°C-25°C).
  • Jangan menyimpan obat di tempat panas, berair, lempap, dan terpapar sinar matahari.
  • Jangan menyimpan dekat wastafel, dekat kompor, dan peralatan yang mengeluarkan suhu panas lainnya.
  • Simpan obat di lemari atau kotak P3K, laci, rak, atau lemari dapur.
  • Jangan lupa menutup rapat kotak obat atau tutup botol.
  • Selalu simpan obat dalam wadah aslinya.
  • Simpan obat di lemari yang dapat dikunci.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena dapat mencemari lingkungan.
  • Jauhkan obat-obatan dari jangkauan anak-anak.
  • Tanyakan kepada apoteker tentang penyimpanan dan cara membuang obat yang benar.

Itulah penjelasan lengkap tentang piracetam obat apa. Informasi tentang fungsi obat sampai dosis tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Oleh karenanya, sebaiknya gunakan obat sesuai petunjuk dalam kemasan atau saran dokter!

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. Piracetam. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1597/piracetam. (Diakses pada 1 Juli 2020)
  2. Anonim. 2012. Nootropil (piracetam). https://www.netdoctor.co.uk/medicines/brain-nervous-system/a7226/nootropil-piracetam/. (Diakses pada 1 Juli 2020)
  3. Anonim. 2020. Piracetam. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/piracetam?mtype=generic. (Diakses pada 1 Juli 2020)
  4. Anonim. Tanpa Tahun. Pirasetam. http://pionas.pom.go.id/monografi/pirasetam. (Diakses pada 1 Juli 2020)
  5. Anonim. 2016. Piracetam. https://www.rxlist.com/consumer_piracetam_myocalm/drugs-condition.htm. (Diakses pada 1 Juli 2020)
  6. Editorial team. 2018. Storing your medicines. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000534.htm#:~:text=Store%20Medicines%20Safely&text=Know%20that%20heat%2C%20air%2C%20light,a%20shelf%2C%20in%20a%20closet. (Diakses pada 1 Juli 2020)
  7. Raman, Ryan. 2019. 5 Benefits of Piracetam (Plus Side Effects). https://www.healthline.com/nutrition/piracetam#section5. (Diakses pada 1 Juli 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi