Terbit: 14 Februari 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Pusing saat hamil merupakan kondisi yang umum. Kondisi ini dapat menyebabkan vertigo, lemah, hingga pingsan. Apakah pingsan saat hamil berbahaya? Simak berbagai penyebab pingsan dan cara mengatasinya berikut ini!

pingsan-saat-hamil-doktersehat

Penyebab Pingsan Saat Hamil

Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan pusing hingga pingsan saat hamil:

1. Perubahan Hormon dan Turunnya Tekanan Darah

Perubahan hormon dan turunnya tekanan darah adalah kondisi yang umum terjadi pada trimester kehamilan.

Kondisi ini dapat menyebabkan pusing hingga memicu pingsan saat hamil. Perubahan kadar hormon membantu meningkatkan aliran darah dalam tubuh untuk membantu bayi berkembang dalam rahim. Meningkatnya aliran darah ini biasanya membuat tekanan darah turun dan menyebabkan hipotensi.

Pusing hingga pingsan adalah gejala tekanan darah rendah yang cukup umum. Gejala ini umumnya muncul ketika Anda bergerak dari berbaring atau duduk ke berdiri dengan cepat.

Pemeriksaan tekanan darah penting untuk dilakukan setiap melakukan pemeriksaan kehamilan rutin.

2. Hiperemesis Gravidarum

Pingsan saat hamil juga dapat disebabkan oleh komplikasi kehamilan yang disebut hiperemesis gravidarum.

Hiperemesis gravidarum biasanya terjadi pada awal kehamilan disebabkan oleh perubahan kadar hormon. Kondisi ini dapat menyebabkan mual dan muntah ekstrem selama kehamilan yang dapat membuat Anda kesulitan makan dan minum.

Jika tidak diatasi, kondisi ini dapat menyebabkan pusing, pingsan, atau bahkan penurunan berat badan selama kehamilan.

3. Kehamilan Ektopik

Kondisi lain yang dapat menyebabkan pusing hingga pingsan saat hamil selanjutnya adalah kehamilan ektopik.

Selain pusing dan pingsan, Anda juga dapat merasakan gejala lain seperti sakit perut dan pendarahan vagina. Kehamilan ektopik adalah kondisi di mana telur yang dibuahi menempel di tempat lain di luar rahim, paling sering di bagian tuba fallopi.

Kondisi ini membuat kehamilan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Cara mengatasi kondisi ini adalah dengan melakukan prosedur atau mengonsumsi obat untuk menghilangkan telur yang telah dibuahi tersebut.

4. Gula Darah Tinggi atau Diabetes Gestasional

Gula darah terlalu tinggi selama kehamilan dapat mengindikasikan diabetes gestasional.

Kondisi ini juga umumnya menyebabkan pusing dan bisa memicu pingsan selama kehamilan. Umumnya diabetes gestasional muncul pada trimester kedua kehamilan. Penyebabnya adalah karena perubahan hormon memengaruhi cara tubuh dalam memproduksi insulin.

Ibu hamil yang didiagnosis diabetes gestasional harus memeriksakan gula darah secara rutin dan menjalani diet ketat serta olahraga rutin.

5.  Dehidrasi

Penyebab pingsan saat hamil selanjutnya adalah dehidrasi.

Dehidrasi yang terjadi pada awal kehamilan dapat terjadi akibat mual dan muntah yang berat, sedangkan dehidrasi pada trimester akhir disebabkan karena kebutuhan air tubuh yang semakin meningkat.

Setiap orang memiliki kebutuhan air yang berbeda-beda, namun asupan 8-10 gelas minimal per hari direkomendasikan. Selain memenuhi kebutuhan cairan, ibu hamil juga harus memastikan kebutuhan kalori harian terjaga.

Baca Juga: 10 Cara Menghilangkan Stres saat Hamil (Baca Yuk, Mom!)

6. Anemia

Kekurangan asam folat dan zat besi selama kehamilan dapat memicu anemia atau kurangnya jumlah sel darah merah sehat dalam tubuh.

Anemia dapat menyebabkan pusing hingga pingsan dan beberapa gejala lain seperti lelah, pucat, atau sesak napas. Kondisi ini dapat terjadi pada trimester berapa saja selama kehamilan.

Jika Anda mengalami kondisi ini, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk mengambil sampel darah untuk mengukur kadar zat besi dan memantau kondisi Anda.

7. Kepanasan

Ibu hamil dapat lebih mudah merasakan panas dari biasanya.

Kondisi ini biasanya juga semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Kepanasan dapat memicu pusing hingga pingsan. Ibu hamil sebaiknya menghindari kepanasan dan mencari udara segar untuk mencegah pingsan akibat kepanasan.

8. Tekanan pada Rahim

Tekanan pada rahim pada trimester kedua hingga tiga dapat menyebabkan tekanan pada rahim yang akan menekan pembuluh darah. Ketika hal ini terjadi, Anda dapat menyebabkan pusing hingga pingsan. Kondisi ini lebih umum terjadi apabila bayi berukuran besar.

Cara Mengatasi Pingsan Saat Hamil

Pingsan dapat terjadi secara tiba-tiba, tapi dapat juga ditandai dengan beberapa gejala sebelumnya seperti berkeringat, telinga berdengung, dan pernapasan yang cepat dan dalam.

Jika gejala seperti yang disebutkan di atas muncul, berikut adalah cara yang bisa dilakukan untuk memulihkan kesadaran Anda:

  • Jika Anda sedang berada di posisi berdiri, segera cari tempat untuk duduk atau berbaring miring. Tahan posisi tersebut hingga gejala ingin pingsan hilang. Hindari berdiri karena akan lebih berbahaya jika kesadaran hilang ketika Anda berdiri dan kemudian jatuh.
  • Jika Anda merasa ingin pingsan ketika sedang berbaring telentang, segera ganti posisi tidur menjadi miring. Tidur telentang sangat tidak disarankan selama kehamilan trimester ketiga.

Mencegah Pingsan Saat Hamil

Ibu hamil dapat menerapkan beberapa hal untuk dapat menghindari pingsan. Beberapa tips ini terutama harus diperhatikan oleh ibu hamil yang memiliki beberapa kondisi yang dapat menyebabkan pingsan seperti yang sudah disebutkan di atas.

Berikut adalah beberapa cara mencegah pingsan selama kehamilan:

  • Jangan berdiri terlalu lama
  • Jika berdiri, pastikan Anda tetap bergerak untuk meningkatkan sirkulasi darah
  • Bergerak perlahan ketika akan berdiri dari duduk atau berbaring.
  • Hindari tidur telentang mulai dari trimester kedua hingga melahirkan.
  • Jaga pola makan dengan makanan gizi seimbang untuk menghindari menurunnya kadar gula darah.
  • Minum air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi.
  • Konsumsi suplemen dan obat sesuai dengan anjuran dokter.
  • Gunakan pakaian yang nyaman yang tidak akan membuat Anda kepanasan atau kesulitan bernapas.

Jika Anda mengalami pingsan selama kehamilan, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk memastikan penyebabnya. Jika sudah mengetahui penyebabnya, dokter akan menyarankan penanganan yang sesuai mulai dari obat, suplemen, atau dapat juga berupa perubahan gaya hidup.

 

  1. Anonim. 2018. Common health problems in pregnancy. https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/common-pregnancy-problems/. (Diakses 14 Februari 2020).
  2. Sadaty, Anita. 2020. When to See Your Doctor If You Feel Dizzy or Pass out While Pregnant. https://www.verywellfamily.com/feeling-light-headed-in-pregnancy-2759741. (Diakses 14 Februari 2020).
  3. Silver, Natalie. 2019. What Causes Dizziness in Pregnancy?. https://www.healthline.com/health/pregnancy/dizziness-in-pregnancy#in-early-pregnancy. (Diakses 14 Februari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi