Terbit: 8 Mei 2018 | Diperbarui: 9 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Bagian daging apa yang paling sering Anda konsumsi? Umumnya bagian daging dari hewan yang sama memiliki rasa yang tidak jauh berbeda ya, namun ternyata masing-masing bagian memiliki kandungan lemak yang berbeda-beda lho.

3 Tips Memilih Bagian Daging yang Rendah Lemak

Maka dari itu, penting bagi kita untuk melakukan pemilihan agar daging yang kita pilih bisa tepat. Seperti yang kita ketahui, bahwa daging, khususnya sapi, dibagi dalam beberapa bagian seperti bagian has dalam, sirloin atau bagian luar.

Agar pilihan daging sapi bisa tepat, beberapa tips yang bisa kita lakukan adalah:

1. Ketahui jenis daging yang rendah lemak

Secara umum, satu porsi daging sapi, setara dengan 40 gram atau satu potong daging sapi sedang memiliki kandungan lemak sebanyak 2-3 gram.

Namun ada beberapa bagian daging sapi yang kandungan lemaknya lebih rendah dari bagian lain yaitu daging bagian gandik atau paha belakang atas sapi. Hindari memilih bagian daging yang cukup berlemak misalnya bagian has dalam.

2. Perhatikan warna daging

Selain mengenali bagian-bagian daging sapi, kita juga bisa melihat kandungan lemak dari tampilan fisik daging lho. Daging yang rendah lemak adalah daging yang hanya memiliki bagian merah daging, tanpa garis putih lemak.

Ya, bagian garis putih yang kerap ada daging merupakan lemak yang menempel pada daging. Jadi selalu hindari memilih daging yang memiliki banyak bagian garis putih ya.

3. Tetap batasi porsi dan gunakan metode masak yang sehat

Seperti yang telah disebutkan, daging sapi tetap memiliki kandungan lemak. Jadi bukan berarti dengan memilih daging sapi rendah lemak kita lalu boleh mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan ya. Selalu batasi porsi paling banyak 2-3 potong daging sapi dalam sehari.

Jangan lupa selalu pilih metode masak yang tidak menggunakan banyak minyak. Memanggang atau membakar daging akan membuat kandungan lemaknya tetap rendah dan rasa daging juga tetap nikmat, kan?


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi