Terbit: 12 Maret 2020 | Diperbarui: 16 Mei 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Pilek adalah infeksi virus yang umum dialami hampir sebagian besar orang dengan gejala sakit tenggorokan, bersin, batuk, dan hidung tersumbat. Apabila Anda rentan mengalaminya, ketahui apa itu pilek, gejala, penyebab, cara menghilangkan pilek, dll.

Pilek: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll

Apa Itu Pilek?

Pilek adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan atas yaitu hidung dan tenggorokan dengan gejala umum seperti batuk, bersin, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, dan kadang disertai demam.

Pilek berasal dari berbagai jenis virus namun virus rhinovirus adalah penyebab paling umum. Berdasarkan data, anak-anak di bawah usia 6 tahun memiliki risiko tinggi untuk terkena pilek lebih sering. Sementara orang dewasa yang sehat berisiko mengalami pilek 2-3 kali dalam setahun.

Kebanyakan orang dapat sembuh tanpa obat khusus karena gejala pilek tidak berbahaya. Ini mungkin akan mengganggu aktivitas Anda namun dapat diatasi dengan perawatan biasa di rumah seperti beristirahat total, makan makanan bergizi, dan menjalani pola hidup sehat.

Gejala Pilek

Kebanyakan orang mengalami pilek di musim hujan, musim dingin, atau musim peralihan namun infeksi ini dapat terjadi kapan saja dan pada siapa saja. Gejala pilek umumnya Anda rasakan sejak beberapa hari sebelumnya. Gejala biasanya meliputi:

  • Batuk
  • Bersin
  • Hidung beringus
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Tenggorokan kering
  • Mata berair
  • Suhu badan tinggi
  • Terasa tekanan di telinga dan wajah
  • Gangguan indra perasa dan penciuman
  • Demam ringan
  • Sakit kepala
  • Pegal linu
  • Panas dingin
  • Nyeri dada
  • Kesulitan bernapas
  • Lemas dan lelah

Anak-anak dan orang dewasa mengalami gejala yang sama yang umumnya dirasakan selama 7-10 hari. Walaupun gejalanya ringan, orang-orang dengan kriteria sistem imun lemah, gangguan pernapasan, dan asma dapat mengembangkan pilek biasa menjadi penyakit serius seperti bronkitis atau pneumonia.

Kapan Harus ke Dokter?

Kebanyakan orang yang mengalami pilek biasa tidak perlu berobat atau berkonsultasi ke dokter karena gejalanya ringan dan tidak mengkhawatirkan. Umumnya, istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi, dan memenuhi kebutuhan cairan dapat mengatasi pilek dengan sendirinya.

Walaupun demikian, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyampaikan bahwa pilek biasa tidak boleh dibiarkan bila terjadi pada bayi, orang dewasa atau yang lebih tua (65 tahun ke atas), dan orang-orang dengan riwayat penyakit kronis sebelumnya seperti asma, diabetes, dan penyakit jantung.

Anda harus segera konsultasi ke dokter apabila Anda mengalami kondisi, sebagai berikut:

1. Orang Dewasa

Segera hubungi dokter apabila Anda memiliki kondisi pilek biasa yang kemudian dikaitkan dengan flu, sebagai berikut:

  • Gejala berlangsung lebih dari 10 hari
  • Gejala memburuk
  • Demam dengan suhu lebih dari 39 derajat Celcius
  • Berkeringat, menggigil, batuk dengan lendir
  • Nyeri dada
  • Sesak napas parah
  • Nyeri sinus yang parah
  • Kelenjar getah bening membengkak parah

2. Bayi dan Anak

Segera temui dokter anak anak Anda jika anak Anda mengalami gejala:

  • Demam lebih dari 38 derajat Celcius untuk bayi di bawah usia 6 minggu
  • Demam lebih dari 38 derajat Celcius untuk bayi di atas usia 6 minggu
  • Demam selama 3 hari
  • Batuk terus-menerus
  • Memiliki gejala flu lebih dari 10 hari
  • Mual, muntah, dan sakit perut parah
  • Sesak napas
  • Tidak nafsu makan
  • Kesulitan buang air kecil dari biasanya
  • Kesulitan menelan, minum, atau mengeluarkan air liur
  • Anak lebih rewel dari biasanya
  • Bibir, hidung, kuku, dan kulit berubah warna menjadi kebiruan atau abu-abu

Pilek dapat berakibat fatal bagi orang yang rentan dan memicu infeksi dada serius seperti bronchiolitis yang disebabkan oleh virus pernapasan syncytial (RSV).

Penyebab Pilek

Pilek disebabkan oleh infeksi virus yang ditularkan melalui udara dari bersin, batuk, bicara, atau partikel cairan (droplet) yang dipaparkan oleh orang yang sudah terinfeksi virus.

Terdapat lebih dari 200 jenis virus penyebab pilek, namun 30%-40% dari semua pilek yang diderita orang dewasa disebabkan oleh rhinovirus. Kelompok virus lain termasuk:

  • Coronavirus
  • Parainfluenza virus
  • Adenovirus
  • Metapneumovirus
  • Virus syncytial pernapasan

Virus penyebab pilek ini terus berkembang dan menyerang sistem kekebalan tubuh hingga tubuh tidak sanggup melawannya. Akibatnya, gejala pilek mungkin muncul berkali-kali yang dipicu oleh faktor lain seperti cuaca dan musim yang berubah-ubah.

Faktor Risiko Pilek

Anak-anak usia sekolah lebih rentan terkena pilek. Berdasarkan laporan, anak-anak mengalami pilek sebanyak 12 kali dalam setahun dan paling sering terjadi selama musim dingin.

Berikut ini kalangan orang yang lebih rentan terkena infeksi virus ini:

  • Usia: Anak-anak di bawah usia 6 tahun, anak kecil, dan orang dewasa pada kondisi tertentu.
  • Sistem Kekebalan Tubuh: Kelompok orang yang tidak memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat lebih rentan terkena flu atau semua orang yang belum mengembangkan sistem kekebalan tubuh dengan baik.
  • Musim: Orang-orang lebih rentang terkena pilek dan demam pada musim dingin atau musim hujan.
  • Paparan Tertentu: Orang yang sering berada di tempat umum seperti pesawat, sekolah, dan tempat umum lainnya dimana paparan virus lebih banyak.
  • Merokok: Baik perokok aktif dan perokok pasif yang terpapar asap rokok lebih rentan.

Kondisi ini juga rentan terjadi pada semua orang dengan tingkat kelelahan atau tekanan emosional tinggi.

Diagnosis Pilek

Diagnosis pilek umumnya dilakukan dengan observasi ciri dan gejala yang dirasakan. Anda mungkin harus memeriksakan diri ke dokter apabila gejalanya memburuk setelah 10 hari atau bila ada gejala lain seperti flu atau radang tenggorokan.

Apabila dokter mencurigai adanya indikasi terkait infeksi bakteri atau penyakit lainnya, dokter akan meminta rontgen dada atau pemeriksaan kesehatan lainnya.

Baca Juga: 7 Tips Tetap Sehat Saat Musim Flu dan Pilek

Tahapan Pilek

Pilek memiliki gejala bertahap yang mudah dikenali, sebagai berikut:

1. Tahap Pertama

Tahap pertama orang yang akan terkena pilek, meliputi:

  • Sakit tenggorokan
  • Kelelahan
  • Lemah
  • Lemas
  • Hidung beringus bening
  • Hidung sedikit tersumbat

Ini adalah gejala ringan pada tahap awal yang akan bertambah parah di hari berikutnya. Apabila Anda sedang merasakan tahap ini, Anda dapat segera mencegahnya dengan istirahat dan memenuhi asupan makanan serta vitamin untuk kekebalan tubuh.

2. Tahap Kedua

Gejala pilek meningkat pada tahap ini, meliputi:

  • Hidung beringus kental berwarna putih, hijau, atau kekuningan
  • Hidung tersumbat
  • Nyeri ringan
  • Bersin
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Lelah
  • Lemas

Tahap ini adalah puncak dari gejala yang umumnya berlangsung selama 2-3 hari.

3. Tahap 3

Tahap pemulihan pilek yang umumnya terjadi padi hari ke 7-10 di mana orang yang terinfeksi mulai sehat dan segar lagi. Gejala pilek seperti batuk, hidung beringus, dan tersumbat masih ada namun sudah membaik.

Pengobatan Pilek

Tidak ada obat pilek khusus karena infeksi ini dapat sembuh dengan sendirinya dengan istirahat total dan perawatan di rumah. Anda dapat memilih perawatan medis untuk meringankan gejala saat sistem kekebalan tubuh melawan virus penyebab pilek tersebut.

Perawatan di Rumah

Berikut ini cara menghilangkan pilek secara umum:

1. Penuhi Asupan Cairan

Anda harus minum air putih yang cukup yaitu 8 gelas atau sekitar 2 liter sehari. Ini membantu meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan virus.

Anda juga dianjurkan untuk minum air lemon hangat, kaldu bening, teh hangat, dan air kaldu bening untuk membantu menghangatkan tubuh Anda. Hindari alkohol dan kafein agar tidak dehidrasi.

2. Istirahat yang Cukup

Cara mengatasi pilek yang paling mudah adalah dengan beristirahat total untuk pemulihan tubuh Anda. Kelelahan dan tekanan emosional akan memperburuk gejala yang Anda rasakan.

Selain itu, tinggal di rumah adalah pilihan cerdas agar tidak memaparkan virus yang sama ke orang lain. Jadi, Anda harus menenangkan dan memulihkan tubuh Anda selama 2-3 hari.

3. Atur Suhu Tubuh dan Ruangan Dimana Anda Berada

Gejala pilek kadang disertai dengan peningkatan suhu tubuh menjadi dingin dan sedikit demam, jadi pastikan diri Anda tetap hangat. Anda dapat menggunakan jaket atau beberapa lapis pakaian.

Selain itu, pastikan suhu di ruangan dimana Anda berada tidak terlalu dingin, kering, atau panas. Atur suhunya agar tetap lembap dan hangat.

4. Atasi Sakit Tenggorokan

Anda dapat menggunakan bahan-bahan sederhana di rumah untuk mengatasi sakit tenggorokan atau tenggorokan gatal, yaitu dengan berkumur-kumur air asin. Caranya adalah dengan campuran 1/4 hingga 1/2 sendok teh garam dan 1 gelas kecil air lalu kumur-kumur kumur kumur dengan menengadah.

Baca Juga: 12 Rekomendasi Obat Flu, Pilek dan Batuk

Pengobatan Alami

Terdapat beberapa rekomendasi cara mengatasi pilek dengan bahan-bahan alami, seperti:

1. Sup Ayam

Sup ayam bukan obat pilek, namun alternatif makanan paling cocok saat Anda tidak enak badan. Berdasarkan penelitian, semangkuk sup ayam hangat dengan sayuran dapat membuat kinerja Neutrofil yang melindungi tubuh dari serangan infeksi lebih baik.

Selain itu, sup ayam kaya akan berbagai vitamin dan mineral untuk menambah energi serta daya tahan tubuh Anda. Sup ayam juga memiliki efek hangat, menenangkan, dan membantu Anda tetap terhidrasi.

2. Jahe

Jahe mengandung vitamin C, kalsium, magnesium, dan nutrisi lainnya. Sejak ratusan tahun lalu, manfaat jahe sudah terbukti untuk mengatasi gejala pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan penyakit lainnya secara alami. Anda dapat menikmati satu cangkir susu jahe atau teh jahe hangat untuk meredakan hidung tersumbat.

3. Madu

Madu mengandung antibakteri dan antimikroba alami untuk mengatasi berbagai penyakit termasuk sakit tenggorokan dan batuk. Berdasarkan penelitian, 10 gram madu yang dikonsumsi sebelum tidur dapat meredakan keparahan gejala batuk pada anak. Anda dapat mencampurkan madu dengan teh atau jahe.

4. Bawang Putih

Kandungan allicin, sifat antibakteri dan antimikroba untuk mengatasi gejala pilek. Berdasarkan penelitian, bawang putih dapat mengurangi rasa dingin. Anda dapat menambahkan bawang putih pada sup ayam atau roti panggang Anda.

5. Echinacea 

Echinacea telah lama dimanfaat oleh penduduk asli Amerika selama lebih dari 400 tahun sebagai obat herbal untuk berbagai manfaat kesehatan. Kandungan flavonoid dalam echinacea dipercaya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Anda dapat mengonsumsi teh echinacea agar cepat pulih.

Vitamin Tambahan

Anda mungkin membutuhkan asupan vitamin untuk mengatasi pilek, meliputi:

1. Vitamin C

Manfaat vitamin C dalam tubuh adalah untuk membentuk sistem kekebalan tubuh. Ini juga berperan untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan atas dan berbagai penyakit lainnya. Vitamin C paling banyak didapatkan dari berbagai jenis buah jeruk, kiwi, lemon, stroberi, jambu, leci, pepaya, sayuran hijau, kangkung, brokoli, dll.

2. Zinc

Penelitian tentang manfaat zinc untuk mengatasi pilek masih terus dikembangkan, namun beberapa kalangan percaya bahwa zinc dapat membantu meredakan gejala pilek dalam 24-48 jam. Anda dapat menemukan zinc dalam daging, biji-bijian, kacang-kacangan, produk susu, telur, dan sayur-sayuran.

Obat Pilek

Berikut ini adalah beberapa obat pilek untuk meredakan gejalanya:

1. Obat Pereda Rasa Sakit

Obat-obatan pereda nyeri seperti asetaminofen/parasetamol, ibuprofen, dan aspirin biasa digunakan untuk meredakan gejalanya. Gunakan obat-obatan tersebut sesuai dengan petunjuk penggunaan atau resep dokter untuk menghindari efek samping atau reaksi alergi.

2. Semprot Hidung Dekongestan

Obat pilek berupa semprot hidung dekongestan dapat digunakan oleh orang dewasa selama 5 hari untuk meredakan gejala pilek dan hidung tersumbat. Semprot hidung dekongestan tidak dianjurkan untuk anak-anak di bawah usia 6 tahun.

3. Obat Pilek Sirup

Food and Drug Administration (FDA) dan American Academy of Pediatrics menganjurkan obat pilek dan batuk dalam sediaan sirup untuk anak-anak di bawah usia 4 tahun. Obat untuk anak-anak harus digunakan berdasarkan resep dokter.

Obat pilek hanya digunakan untuk meredakan gejala, semetara sistem kekebalan tubuh Anda yang akan membunuh virus penyebab virus pilek tersebut. Obat-obatan tersebut mungkin memiliki efek samping seperti pusing, dehidrasi, kantuk, mulut kering, dan sakit kepala.

Cara Menghilangkan Pilek pada Anak

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memberikan saran untuk cara menghilangkan pilek pada anak-anak, yaitu:

  • Mandi air hangat dipercaya dapat mengurangi demam dan nyeri.
  • Anak-anak lebih dari 6 bulan dapat menggunakan acetaminophen atau ibuprofen dengan resep dokter.
  • Sementara anak di bawah usia 6 bulan dapat diberikan acetaminophen.
  • Jangan memberikan aspirin untuk anak-anak karena akan memicu penyakit langka sindrom Reye.
  • Jangan berikan madu untuk anak di bawah usia 1 tahun.
  • Jangan memberikan obat pelega tenggorokan untuk anak di bawah usia 4 tahun.

Harap selalu menggunakan obat pilek untuk anak-anak berdasarkan resep dokter.

Komplikasi Pilek

Pilek adalah infeksi biasa namun dapat menimbulkan komplikasi dalam kondisi tertentu, seperti:

  • Infeksi Telinga Akut (Otitis Media): Virus memasuki gendang telinga bagian belakang. Gejalanya berupa sakit telinga dan ada cairan hijau atau kuning dari hidung.
  • Asma: Pada kondisi tertentu, kondisi ini mungkin dapat memicu asma pada seseorang.
  • Sinusitis Akut: Komplikasi berupa radang tenggorokan, pneumonia, dan croup, atau bronkiolitis pada anak-anak.

Kondisi yang lebih parah juga dapat menimbulkan komplikasi penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), nafas pendek, dan nafas meningkat.

Pencegahan Pilek

Ketahui cara mencegah pilek berikut ini:

1. Cuci Tangan

Tangan adalah media penyebaran virus paling mudah, jadi Anda dianjurkan cuci tangan secara teratur. Kapan saja Anda harus cuci tangan?

  • Sebelum dan sesudah makan.
  • Sebelum dan sesudah aktivitas toilet.
  • Sesudah menyentuh benda-benda umum yang mungkin terkontaminasi virus seperti gagang pintu, tombol lift, tangga, dll.

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol 70%.

2. Desinfeksi Barang-Barang Anda

Anda mungkin perlu melakukan desinfeksi di tempat atau barang-barang Anda yang sering digunakan bersama-sama seperti dapur dan kamar mandi.

3. Perhatikan Etika Bersin dan Batuk

Setiap orang harus menutupi mulut dengan tisu saat bersin atau batuk lalu membuang tisu ke tempat sampah. Bila tidak ada tisu, gunakan lengan baju Anda untuk menghindari cairan atau droplet ke orang lain atau menempel di benda-benda sekitar.

4. Hindari Menggunakan Alat Makan Bersama

Hindari menggunakan alat makan seperti sendok dan gelas bersamaan dengan orang lain. Anda juga dilarang menggunakan sikat gigi atau handuk bersama-sama karena memicu paparan virus langsung.

5. Terapkan Pola Makan Sehat

Pastikan bahwa Anda makan makanan bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh termasuk buah, sayur, dan air putih. Sistem kekebalan tubuh yang kuat akan mencegah serangan infeksi atau penyakit.

6. Terapkan Pola Hidup Sehat

Anda harus menjalani pola hidup bersih dan berolahraga secara teratur. Ini juga berpengaruh pada pemeliharaan kesehatan Anda. Selain itu, Anda juga tidur cukup dan kelola stres Anda.

Itulah pembahasan lengkap tentang gejala, penyebab, tahapan, dll. Cara menghilangkan pilek biasa adalah dengan memelihara kesehatan sehari-hari. Umumnya, gejala berlangsung selama 7-10 hari dan dapat sembuh sendiri. Anda dianjurkan untuk konsultasi ke dokter apabila gejala memburuk.

 

  1. CDC. 2019. Common Colds: Protect Yourself and Others. https://www.cdc.gov/features/rhinoviruses/index.html. (Diakses pada 12 Maret 2020).
  2. Doerr, Steven, MD. 2019. Common Cold. https://www.medicinenet.com/common_cold/article.htm. (Diakses pada 12 Maret 2020).
  3. Holland, Kimberly. 2016. Everything You Need to Know About the Common Cold. https://www.healthline.com/health/cold-flu/cold. (Diakses pada 12 Maret 2020).
  4. Healthline Editorial Team and Justin Sarachik. 2016. Common Cold Causes. https://www.healthline.com/health/common-cold-causes. (Diakses pada 12 Maret 2020).
  5. Healthline Editorial Team. 2016. Common Cold Symptoms. https://www.healthline.com/health/common-cold-symptoms. (Diakses pada 12 Maret 2020).
  6. Jovinally, Joann. 2017. 11 Cold and Flu Home Remedies. https://www.healthline.com/health/cold-flu/home-remedies. (Diakses pada 12 Maret 2020).
  7. MayoClinic. 2019. Common cold. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/symptoms-causes/syc-20351605. (Diakses pada 12 Maret 2020).
  8. MedlinePlus. 2016. Common Cold. https://medlineplus.gov/commoncold.html. (Diakses pada 12 Maret 2020).
  9. NHS. 2020. Common cold. https://www.nhs.uk/conditions/common-cold/. (Diakses pada 12 Maret 2020).
  10. Sissons, Beth. 2019. What are the stages of the common cold?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327348. (Diakses pada 12 Maret 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi