Terbit: 9 September 2019
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Pil KB adalah alat kontrasepsi oral untuk mencegah kehamilan yang efektivitasnya mencapai 99% bila diminum dengan benar. Ketahui jenis, fungsi, cara minum, dosis, efek samping, dll.

pil-kb-doktersehat

Apa Itu Pil KB?

Pil KB adalah metode pengendalian kehamilan dengan obat kontrasepsi hormonal yang harus diminum dengan dosis berkelanjutan. Alat kontrasepsi oral untuk KB secara efektif dapat mencegah kehamilan namun tidak melindungi Anda dari berbagai penyakit menular seksual seperti HIV dan AIDS.

Pil kontrasepsi ini diminum oleh wanita dan harus diperhatikan dosis dan waktunya. Terdapat dua jenis Pil KB yaitu pil kombinasi dan pil progesteron. Seorang wanita dapat memilih salah satu jenis pil tersebut sesuai dengan kondisi kesehatan dan anjuran dokter.

Manfaat Pil KB

Berikut ini adalah manfaat pil KB secara lengkap, yaitu:

  • Melindungi Anda dari hubungan intim kapan saja.
  • Mencegah kehamilan dengan efektivitas 99% terbukti.
  • Alat kontrasepsi terbaik dan yang paling dianjurkan.
  • Membantu siklus menstruasi jadi teratur.
  • Membantu Anda untuk mengatur waktu kehamilan.
  • Siklus hamil akan kembali normal jika Anda berhenti meminumnya.

Fungsi pil KB kombinasi, yaitu:

  • Mengurangi risiko terjadinya kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan.
  • Mengurangi risiko pertumbuhan benjolan jinak di payudara (non-kanker).
  • Mengurangi risiko kanker endometrium dan ovarium.
  • Mengurangi rasa kram dan sakit saat siklus menstruasi.
  • Mencegah anemia.
  • Mengatasi jerawat.

Manfaat pil KB dalam jenis progestin bagi wanita, yaitu:

  • Aman digunakan untuk wanita yang tidak cocok dengan terapi estrogen.
  • Dapat digunakan untuk wanita yang merokok.
  • Aman untuk wanita berusia di atas 35 tahun.
  • Aman untuk wanita yang ingin tetap menyusui setelah punya anak.
  • Aman untuk wanita yang memiliki riwayat pembekuan darah.

Itulah manfaat alat kontrasepsi oral untuk mencegah kehamilan dan sangat dianjurkan untuk penyuluhan Keluarga Berencana di Indonesia.

Jenis Pil KB

Pil KB adalah metode pencegahan kehamilan yang paling efektif, namun kebanyakan wanita pasti bingung memilih pil KB jenis apa yang paling cocok untuk diminum. Berikut ini adalah dua jenis alat kontrasepsi oral untuk KB dan panduan memilih yang paling tepat, yaitu:

1. Pil KB Kombinasi

Apa itu pil KB kombinasi? Pil KB kombinasi adalah tablet yang mengandung dua kombinasi hormon yaitu hormon estrogen yang merupakan hormon seks wanita dan hormon progestin yang berperan dalam siklus menstruasi dan kehamilan wanita.

Berikut ini beberapa tipe pil kombinasi, yaitu,

  • Pil KB Monofasik: Digunakan dalam siklus satu bulan dengan kandungan hormon estrogen dan progestin dalam jumlah yang sama untuk seluruh siklus bulanan.
  • Pil KB Bifasik: Mengandung jumlah estrogen yang sama untuk setiap hari, namun jumlah hormon progestin meningkat sekitar setengah siklus pil.
  • Pil KB Trifasik: Mengandung tiga dosis hormon yang berbeda sehingga kombinasi hormon berubah kira-kira setiap tujuh hari di seluruh paket pil.
  • Pil Multifase: Digunakan dalam siklus satu bulan dan memberikan berbagai tingkat hormon selama siklus.
  • Pil Kombinasi Dosis Lanjutan: Diminum dalam siklus 13 minggu. Anda minum pil aktif selama 12 minggu, dan selama minggu terakhir siklus Anda minum pil tidak aktif. Anda hanya menstruasi tiga hingga empat kali per tahun.

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan pil kontrasepsi kombinasi, yaitu:

  • Tidak dapat dikonsumsi jika Anda sedang menyusui di bulan pertama.
  • Kurang efektif digunakan jika Anda berusia lebih dari 35 tahun dan juga seorang perokok aktif.
  • Anda harus konsultasi ke bidan terlebih dahulu untuk menggunakan pil kombinasi jika Anda memiliki riwayat darah tinggi, trombosis vena, penyakit stroke dan jantung.
  • Jika Anda memiliki riwayat kanker payudara, migraine, diabetes, penyakit hati, dan pendarahan uterus.

Merk Dagang Pil Kombinasi

Contoh merek dagang jenis pil kombinasi meliputi:

  • Andalan
  • Pil 1 kombinasi
  • Mikrodiol 30 KB
  • Pil Yasmin
  • Mileva
  • Cyclogynon
  • Planak
  • Sydnaginon
  • Novadiol 28

Itulah beberapa jenis pil kombinasi. Penggunaan, dosis, dan aturan lainnya harus Anda konsultasikan ke bidan Anda.

Baca Juga: KB Implan (Susuk): Kelebihan, Cara Kerja, Cara Pasang, Efek Samping, dll

2. Pil Progestin (Pil Mini)

Pil KB progestin adalah obat yang mengandung hanya hormon progesteron saja tanpa hormon estrogen atau yang biasa disebut dengan mini pil. Pil progestin mengandung semua pil aktif jadi Anda mungkin dapat minum pil kontrasepsi ini ini tanpa hitungan periode tertentu.

Beberapa wanita tidak cocok dengan obat yang mengandung hormon estrogen karena alasan kesehatan atau kondisi lainnya, karena itu pil progestin adalah obat kontrasepsi oral untuk KB yang tepat. Dosis progesteron dalam pil mini ini lebih rendah daripada dosis hormon progesteron yang ada di pil KB kombinasi.

Cara kerja pil mini adalah dengan mengentalkan lendir serviks dan menipiskan lapisan rahim sehingga sperma tidak mencapai sel telur. Anda harus minum pil ini setiap hari agar hasilnya efektif untuk mencegah kehamilan. Contoh Merek dagang Pil Mini yang dijual di pasaran adalah pil Andalan Laktasi.

Berikut ini adalah alasan kenapa Anda lebih baik menggunakan pil mini ini, yaitu:

  • Ibu Menyusui: Pil mini tidak berpengaruh pada produksi laktasi pada ibu yang sedang menyusui.
  • Masalah Kesehatan: Jika Anda memiliki riwayat penggumpalan darah di paru-paru dan kaki, pil progestin sangat cocok untuk Anda.
  • Efek Samping Hormon Estrogen: Jika Anda khawatir dengan efek samping dari hormon estrogen, lebih baik memilih pil progestin atau pil mini.

Efektivitas dari pil progestin adalah 95% berhasil mencegah kehamilan.

Cara Minum Pil KB

Cara minum pil KB tergantung pada jenis pil apa yang Anda pilih. Pil kombinasi memiliki berbagai siklus, diantaranya adalah:

  • Paket bulanan
  • Siklus 21 hari
  • Siklus 24 hari
  • Siklus 28 hari
  • Siklus lanjutan 91 hari dimana Anda minum satu pil di jam yang sama

Itulah beberapa panduan cara minum pil KB. Sedangkan, untuk pil progestin atau pil mini biasanya memiliki hanya siklus 28 hari dimana Anda minum satu pil di jam yang sama. Sebaiknya tanyakan pada bidan atau dokter Anda kapan harus mulai minum pil dan polanya. Cara minum Pil KB dianjurkan di jam yang sama setiap harinya.

Baca Juga: Kenali Jenis-Jenis Pil KB dan Cara Penggunaannya

Kapan Pertama Kali Minum Pil KB?

Bagi Anda yang baru pertama kali minum pil ini, 3 bulan pertama pasti akan merasa sulit karena tubuh baru beradaptasi dengan pil tersebut. Anda dapat mulai minum pil tersebut dengan panduan sebagai berikut:

  • Hari Pertama Haid

Minum pada hari pertama haid dan seterusnya setiap hari. Jika Anda mulai minum pil untuk yang pertama kalinya di hari pertama saat haid, maka Anda tidak perlu lagi menggunakan perlindungan kehamilan apapun karena siklus seperti ini sudah pasti tepat dan efektif.

  • Hari yang Cocok bagi Anda

Mulailah minum pil di hari yang Anda anggap cocok atau mudah mengingatnya. Jika Anda menggunakan metode ini dalam siklus 21 hari, maka Anda harus menggunakan perlindungan kehamilan selama 7 hari.

  • Hari Minggu

Mulai minum pil di hari minggu pertama setelah haid. Anda juga harus menggunakan perlindungan kehamilan lanjutan selama 7 hari. Sangat dianjurkan untuk minum pil sebelum sarapan atau sebelum tidur agar mudah mengingatnya setiap hari.

Jadi, jika Anda menggunakan siklus 21 hari, Anda baru bisa menggunakan paket selanjutnya 7 hari setelah siklus 21 hari tersebut selesai. Jika Anda menggunakan siklus 28 hari, Anda dapat minum paket baru di hari terakhir paket selesai. Pil sudah efektif satu bulan setelah Anda meminumnya setiap hari. Namun, beberapa bidan mungkin tetap menganjurkan Anda menggunakan alat kontrasepsi lainnya untuk memastikan di awal siklus Anda minum pil ini.

Jika Anda Lupa Minum Pil KB

Anda harus minum pil setiap hari dan di jam yang sama. Bila Anda lupa minum pil, maka minumlah sesegera mungkin saat Anda mengingatnya. Jika hari ini Anda lupa minum pil dan baru ingat keesokan harinya, maka Anda harus minum 2 pil di hari itu.

Jika Anda lupa minum pil selama dua hari, maka minumlah dua pil di hari tersebut dan dua pil lagi di hari berikutnya. Jika Anda lupa minum pil dalam jangka waktu lebih dari 7 hari berturut-turut, mohon hubungi dokter. Jika Anda benar-benar lupa atau bahkan tidak ingat kapan terakhir kali Anda minum pil KB, silakan gunakan alat kontrasepsi lainnya seperti kondom untuk perlindungan kehamilan.

Interaksi Pil KB

Ada beberapa jenis obat yang bisa mengurangi efektivitas pil KB bila dikonsumsi dalam waktu yang sama. Interaksi pil ini terhadap obat lain seperti antibiotik dan obat kejang, juga termasuk konsumsi obat herbal.

Mohon beritahu dokter jika Anda mengonsumsi kontrasepsi oral untuk KB dan obat lain di waktu yang sama untuk mengurangi risiko dan efek samping pil KB lain yang mungkin terjadi. Beberapa interaksi pil dan obat lain mungkin mengurangi fungsi obat sebagai pencegahan kehamilan.

Efek Samping Pil KB

Anda pasti bertanya-tanya apakah ada efek samping pil KB? Ya, beberapa efek samping mungkin terjadi, seperti:

  • Mual dan muntah
  • Berat badan bertambah
  • Timbul bercak-bercak darah saat menstruasi
  • Perubahan emosi
  • Payudara sakit atau bengkak

Efek samping ringan dari penggunaan pil ini mungkin saja terjadi. Berikut ini adalah risiko lain dari penggunaan pil kontrasepsi, seperti:

  • Sakit perut dan dada
  • Gangguan penglihatan
  • Sakit kepala parah
  • Bengkak dan nyeri di kaki

Meskipun sangat efektif untuk mencegah kehamilan, beberapa penelitian mengungkapkan adanya risiko kesehatan lain yang timbul saat seseorang menggunakan pil dalam siklus yang lama. Bicarakan pada dokter atau bidan bila gejala-gejala terasa di tubuh Anda dan untuk mengurangi efek samping lainnya.

Baca Juga: 13 Efek Samping Pil KB dan Aturan Penggunaannya

Peringatan Pil KB

Berikut ini adalah beberapa peringatan penting terkait penggunaan obat KB, yaitu:

  • Jangan lupa untuk minum pilsetiap hari di jam yang sama.
  • Agar tidak lupa, dianjurkan untuk minum pil sebelum sarapan atau sebelum tidur.
  • Gunakan alat kontrasepsi lain (misal: kondom) jika Anda lupa minum pil.
  • Selalu beri tahu dokter jika Anda merasakan gejala lain.

Itulah pembahasan lengkap tentang pil KB yang meliputi manfaat, cara minum, efek samping. Semoga informasi kesehatan ini dapat membantu Anda dalam menjalani program Keluarga Berencana atau sekadar pencegahan kehamilan. Mohon hubungi bidan atau dokter untuk konsultasi kesehatan seksual yang lebih efektif.

 

  • Galan, Nicole. 2017. What to know about monophasic birth control. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320122.php. (Diakses pada 9 September 2019).
  • Hein, Daren. 2016. Birth Control Pills: Are They Right for You?. https://www.healthline.com/health/birth-control-pills#types. (Diakses pada 9 September 2019).
  • Mayo Clinic. 2018. Minipill (progestin-only birth control pill). https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/minipill/about/pac-20388306. (Diakses pada 9 September 2019).
  • Stacey, Dawn, PhD, LMHC. 2019. Types of Combination Birth Control Pills. https://www.verywellhealth.com/types-of-combination-pills-906935. (Diakses pada 9 September 2019).
  • Targonskya, Anna, MD. 2019. How to Take Birth Control Pills: Step-by-Step Instructions. https://flo.health/menstrual-cycle/sex/birth-control/how-to-take-the-pill.  (Diakses pada 9 September 2019).
  • WebMD. 2018. Birth Control Pills. https://www.webmd.com/sex/birth-control/birth-control-pills#1. (Diakses pada 9 September 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi