Pil KB Mencegah Rematik. Mitos atau Fakta?

pil kb doktersehat
photo credit: hellosehat.com

DokterSehat.Com – KB jenis hormonal menyebabkan wanita jadi lebih gemuk dari biasanya. Parahnya, wanita yang jarang melakukan olahraga bisa mengalami kegemukan. Selain efek pada penambahan berat badan, KB hormonal khususnya yang jenis pil bisa mencegah munculnya penyakit rematik pada wanita.

Nah, mungkin Anda akan bertanya, bagaimana mungkin pil KB bisa membuat wanita jadi tidak mudah terkena rematik. Berikut penjelasannya.

Penelitian terkait pil KB dan rematik
Penelitian yang mengamati hubungan antara pil KB dan rematikĀ  termuat diĀ  Journal Annals of the Rheumatic Diseases. Tim peneliti dari Swedia melakukan penelitian dari tahun 1996 hingga 2014 menemukan fakta kalau wanita yang menggunakan pil KB jarang mengalami rematik ketimbang wanita yang menggunakan jenis KB lain seperti suntik atau IUD.

Efektivitas pil KB terhadap rematik
Wanita yang sedang mengonsumsi pil KB untuk kontrasepsinya mengalami penurunan risiko penyakit rematik hingga 15 persen. Sementara itu, wanita yang pernah menggunakan pil KB mengalami penurunan risiko rematik hingga 13 persen.

Kalau wanita menggunakan pil KB selama tujuh tahun atau lebih, penurunan risiko terkena rematik naik hingga 19 persen. Dari penelitian ini terlihat jelas kalau pil KB tidak semuanya berdampak negatif pada wanita.

Pil KB untuk jangka panjang
Meski pil KB memiliki dampak positif pada wanita khususnya menurunkan risiko terkena rematik. Penggunaan pil ini tetap harus dalam pengawasan atau sesuai dengan anjuran dari dokter. Kalau Anda tidak membutuhkan pil KB ini lagi, jangan gunakan. Misal setelah memasuki menopause, pil KB tidak perlu digunakan lagi.

Penggunaan pil KB yang berlebih bisa saja mengganggu kesehatan. Jadi, lebih baik menggunakan obat lain kalau ingin terbesar dari rematik atau menerapkan gaya hidup sehat seperti rajin berolahraga dan tidak makan sembarangan.