Terbit: 1 September 2020 | Diperbarui: 13 September 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Pijat setelah melahirkan umumnya berfokus pada perbaikan otot dan jaringan yang telah berubah selama kehamilan. Apakah hal ini aman dilakukan oleh semua wanita yang baru melahirkan? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Pijat Setelah Melahirkan: 10 Manfaat dan Panduan Melakukannya

Bolehkah Pijat Setelah Melahirkan Dilakukan?

Perlu Anda pahami, pada dasarnya teknik pijat berguna untuk meningkatkan aliran darah dan membantu pelepasan endorfin yang membuat perasaan rileks. Bahkan pijat pascapersalinan dikhususkan untuk mengembalikan kekuatan otot-otot spesifik tubuh yang tegang setelah melahirkan.

Lantas, kapan waktu terbaik pijat usai melahirkan dilakukan? Wanita yang melahirkan secara normal sebenarnya bisa langsung memulai pijat bahkan setelah pulang dari rumah sakit, akan tetapi banyak ibu melakukannya lima hari setelah melahirkan. Sebuah studi mengungkapkan, pijat punggung satu hari setelah melahirkan secara signifikan mengurangi kecemasan pada ibu baru.

Namun, jika proses persalinan dilakukan secara caesar, pijat pascapersalinan baru bisa dilakukan setelah luka sembuh, biasanya satu hingga dua minggu. Jika Anda ragu untuk melakukannya, lebih baik konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memulai pijatan.

Selain itu, tidak ada jadwal pasti seberapa sering pijat dilakukan. Banyak ibu baru menikmati pijatan setiap satu atau dua minggu sekali selama beberapa bulan pertama.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Hal penting yang juga harus diperhatikan adalah pertimbangan waktu, keuangan, dan kondisi kesehatan. Semuanya dapat memengaruhi keputusan Anda tentang seberapa sering mendapatkan pijatan.

Baca Juga: 13 Cara Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan (Aman)

Manfaat Pijat Setelah Melahirkan

Pada dasarnya, pijat usai persalinan mencakup banyak banyak elemen yang sama dengan pijat biasa. Wanita yang dipijat usai melahirkan kemungkinan besar akan mendapatkan banyak manfaat.

Berikut adalah berbagai manfaat pijat setelah melahirkan yang bisa Anda dapatkan, di antaranya:

1. Membantu Pemulihan Rahim

Kontraksi rahim membantu dalam proses pembersihan alami, menghilangkan darah, dan keluarnya cairan lainnya setelah melahirkan. Pijat perut setelah melahirkan dapat membantu rahim dalam proses pembersihan serta membantu memulihkan ukuran dan bentuknya sebelum melahirkan.

2. Mengurangi Pembengkakan

Peningkatan tekanan pada pembuluh darah utama oleh rahim yang berat dan ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan retensi air dan pembengkakan pada persendian. Pijatan pada jaringan lunak tubuh meningkatkan sirkulasi dan menghilangkan kelebihan cairan serta racun.

3. Meningkatkan Produksi ASI

Pijat setelah melahirkan ternyata memiliki teknik khusus yang mampu merangsang jaringan payudara. Hal tersebut memicu produksi oksitosin yang menyebabkan refleks ‘letdown‘, kondisi yang dapat membuat tubuh mengeluarkan ASI selama pijatan.

4. Mengurangi Risiko Mastitis

Pijat usai melahirkan membantu meningkatkan aliran ASI, melonggarkan gumpalan, dan membantu mencegah mastitis. Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara, kondisi yang sering dialami oleh ibu menyusui. Kondisi ini membuat ibu mengalami kesulitan memberikan ASI karena payudara yang terasa sakit.

5. Meningkatkan Stabilitas, Postur, dan Koordinasi

Selama kehamilan, otot inti meregang dan menjadi lemah. Perubahan massa tubuh menyebabkan postur tubuh berubah dan perubahan hormonal membuat jaringan ikat menjadi rileks. Pijat usai persalinan dapat membalikkan perubahan ini dan membantu mendapatkan kembali kekuatan.

6. Mengurangi Stres

Kehamilan bisa membuat stres karena selama berbulan-bulan tubuh Anda mengalami banyak perubahan. Pijat usai melahirkan hanyalah peremajaan yang dibutuhkan tubuh untuk melepas lelah dan mengatasi stres.

7. Membantu Mengatasi Postpartum Depression

Postpartum depression adalah depresi yang terjadi setelah melahirkan. Kondisi ini umumnya terjadi pada 10-15% wanita yang baru melahirkan. Jika Anda mulai mengalami kecemasan, stres, dan emosi tinggi, cobalah untuk melakukan pijatan. Apabila gangguan ini tidak hilang setelah melakukan pijatan, Anda membutuhkan psikoterapi dan obat-obatan resep.

8. Menyehatkan Kulit

Pijat meningkatkan aliran darah dan membantu menenangkan jaringan yang meregang. Dampaknya, hal ini bisa membuat kulit Anda lebih cerah setelah melahirkan. Bahkan, pijatan juga dipercaya mengurangi stretch mark.

9. Menjaga Keseimbangan Hormon

Kadar hormon estrogen dan progesteron sangat tinggi selama kehamilan dan menurun setelah melahirkan. Sementara kadar hormon prolaktin dan oksitosin meningkat untuk memfasilitasi menyusui.

Studi menunjukkan bahwa pijat mengurangi hormon kortisol, hormon yang berfungsi mengendalikan stres. Selain itu, minyak esensial tertentu yang digunakan selama pijatan juga dipercaya dapat menyeimbangkan hormon dan suasana hati.

10. Meningkatkan Kualitas Tidur

Banyak ibu baru merasa lelah setelah melahirkan. Pijat akan meredakan kelelahan, meningkatkan relaksasi, dan membantu tidur. Penelitian menunjukkan peningkatan gelombang otak delta (yang menyertai tidur nyenyak) terjadi saat dipijat.

Nah, itulah berbagai manfaat pijat usai persalinan yang bisa Anda dapatkan. Penting untuk diketahui, jika Anda  mengalami pembekuan darah saat hamil atau sebelumnya, biasanya dokter akan menyarankan untuk menghindari pijat. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk menentukan kapan waktu yang aman untuk melakukannya.

Posisi Apa yang Aman untuk Pijat Usai Melahirkan?

Pada dasarnya setiap posisi pijat aman dilakukan, akan tetapi hal itu dapat disesuaikan dengan kenyamanan atau perawatan yang sedang dijalankan. Banyak ibu yang sangat ingin bisa berbaring telungkup lagi setelah berbaring miring selama hampir sembilan bulan.

Sementara beberapa ibu yang lain ada yang merasa tidak nyaman dengan wajah menghadap ke bawah. Ketidaknyamanan itu akibat posisi dan kondisi payudara yang mengeluarkan ASI.

Posisi berbaring menyamping dapat membuat nyaman dan sangat efektif untuk mengatasi masalah pada bahu, panggul, atau tungkai.

Kondisi yang Membuat Anda Tidak Boleh Melakukan Pijat

Meski pijat memberikan banyak manfaat bagi ibu yang baru menjalani persalinan. Pijatan tidak dianjurkan dilakukan jika:

  • Anda mengalami komplikasi medis, terutama selama dan setelah melahirkan.
  • Anda memiliki masalah kulit seperti ruam, lecet, bisul dan eksim.
  • Anda pernah menjalani kelahiran caesar dengan tingkat kesembuhan yang lama.
  • Anda memiliki tekanan darah tinggi.
  • Anda menderita hernia.

Jangan lupa, selalu dapatkan persetujuan dari dokter sebelum mulai mendapatkan pijatan. Apapun jenis gaya pijat yang Anda pilih, pastikan untuk melihat kredibilitas penyedia layanan pijat.

 

  1. Anonim. Benefits of postnatal massage. https://www.babycenter.in/a1047929/benefits-of-postnatal-massage. (Diakses pada 1 September 2020).
  2. Anonim. Postpartum Massage. https://americanpregnancy.org/first-year-of-life/postpartum-massage-4974. (Diakses pada 1 September 2020).
  3. Aparna. 2017. A Guide to Postpartum Massage. https://parenting.firstcry.com/articles/a-quick-guide-to-postnatal-massage/. (Diakses pada 1 September 2020).
  4. Crider, Catherine. 2020. Postpartum Massage Can Help Recovery After Birth. https://www.healthline.com/health/postpartum-massage#how-to-prepare. (Diakses pada 1 September 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi