Terbit: 30 September 2019
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Phobia darah adalah ketakutan ekstrim terhadap darah dalam bentuk dan media apapun. Ketahui apa itu phobia darah, ciri-ciri, cara mengatasi, dll.

phobia-darah-doktersehat

Apa Itu Phobia Darah?

Phobia darah adalah rasa takut ekstrim terhadap darah. Phobia darah disebut juga dengan hemophobia adalah reaksi ketakutan dari seseorang yang menderita saat melihat darah baik darah dari dirinya sendiri, orang lain, binatang, atau bahkan gambar atau film dengan banyak visual darah.

Seseorang yang menderita hemophobia tidak akan sanggup melihat tetesan darah dan mereka akan mengalami peningkatan tekanan darah dan detak jantung. Reaksi lainnya adalah mereka mengalami penurunan tekanan darah, lemah, pucat, hingga pingsan. Bahkan, reaksi hemophobia tersebut akan menimbulkan phobia lain yaitu phobia pingsan.

Terdapat banyak sekali penyebab hemophobia, namun umumnya adalah karena efek trauma dari kejadian yang pernah mereka alami seperti kecelakaan parah atau kematian seseorang dimana terlibat banyak darah. Namun, penyebab hemophobia bisa saja karena genetika. Bagaimanapun penyebabnya, hemophobia akan sangat memengaruhi hidup seseorang.

Penyebab Phobia Darah

Penelitian pada 3 dan 4 persen populasi yang menderita hemophobia, phobia mulai dirasakan pada usia 10 dan 13 tahun. Hemophobia juga dapat terjadi karena kombinasi penyakit mental lainnya seperti agoraphobia atau phobia keramaian, phobia binatang tertentu, dan gangguan panik.

Faktor risiko lain yang memperbesar penyebab phobia darah, yaitu:

  • Genetik: Hemophobia mungkin terjadi karena faktor genetik karena pada umumnya phobia adalah gangguan kecemasan yang dialami sejak usia dini.
  • Pola Asuh Orang Tua: Apabila orangtua atau pengasuh Anda memiliki rasa takut pada darah, maka Anda mungkin dapat menuruni phobia tersebut karena mereka secara tidak langsung mengajarkan pola rasa takut itu pada Anda.
  • Trauma: Anda pernah mengalami kejadian traumatik akan darah seperti pendarahan, kecelakaan serius, dan berhubungan dengan rumah sakit atau darah.

Umumnya, phobia sudah dialami sejak masa kecil, namun phobia tersebut biasanya adalah phobia kegelapan, orang asing, suara keras, atau rasa takut pada makhluk-makhluk menyeramkan dari imajinasi lingkungan sekitar.

Phobia yang serius akan dirasakan pada usia 7 sampai 16 tahun dan penyebabnya timbul akibat cidera fisik atau yang berhubungan dengan kesehatan. Sedangkan, penelitian tentang hemophobia mengungkapkan bahwa serangan hemophobia terjadi di rata-rata usia 7-9 tahun.

Baca Juga: Ablutophobia: Penyebab, Gejala, Penanganan

Ciri-Ciri Phobia Darah

Setelah mengetahui apa saja penyebab phobia darah, sekarang mari cari tahu tentang apa saja ciri-ciri phobia darah yang mungkin saja terjadi pada diri Anda.

Anda memiliki ciri-ciri phobia darah apabila Anda merasakan gejala-gejala fisik ini saat melihat darah, yaitu:

  • Sesak napas
  • Detak jantung meningkat
  • Sesak di dada
  • Gemetar hebat
  • Sakit kepala ringan
  • Panas dingin
  • Keringatan
  • Merasa mual

Jika Anda memiliki reaksi yang tidak biasa saat melihat darah baik darah dari tubuh Anda atau orang lain, Anda mungkin memiliki ciri-ciri phobia darah.

Gejala emosional hemophobia, meliputi:

  • Merasa ketakutan hebat atau panik
  • Tidak tahan melihat darah
  • Merasa lemas dan tak berdaya
  • Merasa seperti ingin pingsan

Apakah Anda memiliki ciri-ciri hemophobia tersebut saat melihat darah? Jika iya dan rasanya sangat mengganggu, mungkin Anda memang memiliki hemophobia.

Ciri-ciri phobia darah pada anak, anak akan memiliki perasaan dan tingkah laku seperti ini, yaitu:

  • Mengamuk
  • Rewel
  • Bersembunyi
  • Kabur saat melihat darah

Namun, tingkah laku seperti itu sangat umum terjadi pada anak saat melihat darah atau sesuatu yang menurut mereka menyeramkan. Anda mungkin perlu memeriksakan diri ke dokter untuk diagnosis lebih tepat.

Diagnosis Phobia Darah

Jika Anda merasa memiliki ciri-ciri hemophobia seperti yang sudah disebutkan, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter untuk diagnosis lebih lanjut. Dokter akan bertanya beberapa hal seputar ketakutan Anda dan riwayat kesehatan Anda lalu Dokter akan memberikan saran perawatan terbaik sesuai dengan penanganan kategori phobia.

Baca Juga: Trypanophobia (Takut Jarum Suntik): Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

Cara Menghilangkan Phobia Darah

Setiap orang memiliki phobia masing-masing dan umumnya itu tidak berbahaya dan tidak membutuhkan perawatan khusus untuk menghilangkan rasa takut tersebut. Terlebih lagi phobia umum yang tidak akan membahayakan hidup, Anda hanya perlu menghindari pemicu phobia tersebut.

Namun, hemophobia atau phobia darah adalah kasus lain. Pada beberapa kondisi phobia darah harus disembuhkan karena Anda mungkin akan kesulitan saat harus berhubungan dengan jarum suntik, pengobatan tertentu, investasi kesehatan, atau tindakan medis yang berhubungan dengan darah.

Hemophobia harus ditangani bila Anda mengalami beberapa faktor ini, yaitu:

  • Hemophobia yang Anda rasakan membuat Anda terkena serangan panik dan rasa gelisah yang tidak terkontrol.
  • Anda merasakan ketakutan tersebut sampai lebih dari 6 bulan.
  • Hemophobia tersebut sangat tidak rasional bagi Anda.
  • Anda kesulitan untuk melakukan tindakan medis tertentu yang berhubungan dengan darah.

Jika Hemophobia benar-benar membuat Anda takut dan tidak terkontrol, Anda mungkin dapat mencoba beberapa cara menghilangkan Hemophobia , berikut ini:

1. Terapi Desensitisasi

Terapi desensitisasi adalah terapi yang umum digunakan untuk mengatasi phobia. Cara desensitisasi atau terapi pemaparan adalah terapis akan memberikan paparan terhadap phobia tersebut secara berkelanjutan sampai pemicu ketakutan tersebut hilang.

Misal Anda melakukan terapi desensitisasi untuk mengatasi phobia darah yang Anda alami, makan terapis tersebut akan terus-terusan memberikan Anda visualisasi darah hingga sensitivitas ketakutan akan darah tersebut lepas.

2. Terapi Kognitif

Kognitif terapi adalah penanganan kegelisahan yang Anda rasakan dari melihat darah dengan menggantikan rasa takut tersebut dengan hal lain yang lebih realistis. Terapi kognitif umumnya dilakukan untuk menangani berbagai masalah mental.

Baca Juga: Acrophobia (Fobia Ketinggian): Penyebab, Gejala dan Penanganan

3. Relaksasi

Relaksasi adalah perawatan paling tepat untuk menangani kegelisahan, ketakutan, atau masalah mental lainnya. Anda dapat melakukan latihan pernapasan, yoga, dan relaksasi sederhana untuk meredakan stres dari phobia Anda.

4. Obat-Obatan

Dalam beberapa kasus phobia lainnya, Anda mungkin membutuhkan obat-obatan. Namun, untuk opsi pengobatan harus didiskusikan dengan dokter karena beberapa pengobatan tidak tepat untuk menangani phobia.

Itulah beberapa cara menghilangkan phobia darah dengan pilihan terapi dan pengobatan. Pada dasarnya, Anda harus mengontrol diri Anda agar tidak tegang atau panik saat melihat darah. Jika phobia darah yang Anda alami sudah sangat mengganggu, maka periksakanlah diri Anda ke dokter.

 

  1. C. Shiel Jr, William, MD, FACP, FACR. 2018. Medical Definition of Hemophobia. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=12337. (Diakses pada 30 September 2019).
  2. Fritscher, Lisa. 2019. Symptoms and Treatment for the Fear of Blood. https://www.verywellmind.com/fear-of-blood-hemophobia-causes-and-symptoms-2671861. (Diakses pada 30 September 2019).
  3. Marcin, Ashley. 2018. What Is Hemophobia?. https://www.healthline.com/health/hemophobia. (Diakses pada 30 September 2019).
  4. Olesen, Jacob. 2015. Fear of Blood Phobia – Hemophobia. https://www.fearof.net/fear-of-blood-phobia-hemophobia/.  (Diakses pada 30 September 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi