Terbit: 12 September 2020 | Diperbarui: 9 Oktober 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Philophobia adalah kondisi seseorang takut jatuh cinta. Apakah kondisi ini berbahaya? Ketahui penjelasan lengkap mulai dari penyebab, gejala, hingga cara mengatasinya!

Philophobia (Takut Jatuh Cinta): Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Apa Itu Philophobia?

Philophobia adalah kondisi di mana seseorang merasa takut untuk jatuh cinta atau terhubung secara emosional dengan seseorang. Bagi pengidapnya, cinta bukan merupakan hal yang menyenangkan, sebaliknya justru menakutkan.

Kondisi ini berbeda dengan ketakutan untuk menjalin hubungan atau berkomitmen. Philophobia dapat menyebabkan seseorang menjadi gugup dan cemas berlebihan hanya karena memikirkan jatuh cinta.

Memiliki ketakutan pada dasarnya adalah hal wajar. Namun apabila ketakutan tersebut tidak rasional, maka kondisi ini biasa disebut dengan fobia. Bukan sekedar rasa takut biasa, tapi fobia dapat menimbulkan gejala fisik maupun emosional yang dapat mengganggu keseharian seseorang.

Penyebab Philophobia

Philophobia memiliki karakteristik yang mirip dengan disinhibited social engagement disorder (DSED), sebuah attachment disorder yang terjadi pada anak di bawah usia 18 tahun. DSED membuat penderitanya kesulitan untuk membuat ikatan mendalam atau hubungan yang berarti dengan orang lain. Umumnya penyebab DSED adalah ditelantarkan atau karena trauma masa kecil.

Kondisi ini sangat umum terjadi pada seseorang yang pernah mengalami trauma di masa lalu atau yang pernah merasa terluka. Seseorang dengan philophobia percaya bahwa rasa sakit akan terulang kembali, sehingga ia percaya bahwa menaruh kepercayaan kepada orang lain terlalu berisiko dan sebaiknya tidak dilakukan.

Seseorang yang terluka di masa kecil atau masa remajanya, cenderung memiliki keengganan untuk dekat siapa saja. Umumnya mereka menghindari hubungan dengan orang lain dengan tujuan untuk menghindari rasa sakit.

Gejala Philophobia

Gejalanya dapat berupa reaksi emosional maupun reaksi fisik. Reaksi ini biasanya muncul ketika seseorang tersebut berpikir untuk jatuh cinta. Gejala yang mungkin muncul meliputi:

  • Perasaan takut yang intens atau panik
  • Keinginan untuk menghindar
  • Berkeringat
  • Detak jantung cepat
  • Kesulitan bernapas
  • Mual
  • Sulit memfungsikan tubuh dengan baik

Gejala pada setiap orang dapat berbeda-beda. Seseorang mungkin menyadari bahwa ketakutan yang dirasakan tidak rasional, namun tetap tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikannya.

Kondisi ini bukan merupakan gangguan kecemasan sosial, meskipun seseorang dengan penyakit philophobia juga bisa memiliki gangguan kecemasan sosial.

Perbedaannya adalah gangguan kecemasan sosial menyebabkan ketakutan ekstrem dalam situasi sosial yang mencakup sejumlah konteks sosial, sedangkan philophobia hanya berkaitan dengan jatuh cinta saja.

Diagnosis Philophobia

Philophobia tidak termasuk ke dalam Diagnostic and Statistical Manual (DSM) dari American Psychiatric Association, jadi kondisi ini tidak dapat didiagnosis secara resmi. Apabila Anda mengalami gejala seperti yang sudah disebutkan, maka penting untuk meminta bantuan psikologis untuk memastikan kondisi Anda.

Dokter atau terapis akan mengevaluasi gejala serta riwayat medis, psikiatris, dan sosial Anda. Apabila tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat meningkatkan komplikasi berupa:

  • Isolasi sosial
  • Depresi dan gangguan kecemasan
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan alkohol
  • Keinginan untuk bunuh diri

Cara Mengatasi Philophobia

Cara mengatasinya berbeda-beda, bergantung pada tingkat keparahan fobia. Penanganannya dapat meliputi terapi, pengobatan, perubahan gaya hidup, atau kombinasi dari semua perawatan tersebut.

Berikut adalah berbagai cara mengatasi philophobia:

1. Terapi

Salah satu jenis terapi yang dapat dilakukan adalah terapi perilaku kognitif.

Terapi ini dapat membantu individu untuk dapat mengatasi rasa takut mereka. Terapi perilaku kognitif dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengubah pikiran negatif, kepercayaan, dan reaksi terhadap sumber fobia.

2. Obat

Cara mengatasi philophobia yang mungkin direkomendasikan oleh dokter adalah menggunakan obat-obatan.

Dokter mungkin akan meresepkan obat antidepresan atau obat anti kecemasan apabila terdapat masalah kesehatan mental lain yang didiagnosis. Obat-obatan ini biasanya dikombinasikan juga dengan terapi.

3. Perubahan gaya hidup

Dokter juga mungkin akan merekomendasikan perubahan gaya hidup sebagai langkah pendamping dari pengobatan philophobia. Beberapa perubahan yang direkomendasikan adalah seperti olahraga rutin, teknik relaksasi, dan strategi memusatkan perhatian.

Tips Mendukung Seseorang dengan Philophobia

Bagi seseorang yang tidak memiliki fobia tertentu, mungkin terkadang sulit untuk memahami bagaimana fobia dapat terjadi dan bagaimana cara mengatasinya. Jika di sekitar Anda terdapat seseorang yang mengalami kondisi ini, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  • Ketahuilah bahwa ketakutan yang dialami serius, meskipun Anda sulit untuk memahaminya.
  • Dalami pengetahuan tentang fobia.
  • Jangan menekan seseorang yang memiliki fobia untuk melakukan hal-hal yang tidak siap mereka lakukan.
  • Beri tahu mereka untuk mencari bantuan jika diperlukan, dan bantu mereka untuk menemukan bantuan tersebut.
  • Tanyakan hal apa yang bisa Anda bantu untuk mereka untuk dapat mendukung mereka.

Meskipun tidak terlihat berbahaya, tapi kondisi ini masih tetap perlu diwaspadai karena dapat berkaitan atau bahkan memicu berbagai masalah mental lainnya.

Jangan anggap remeh kondisi ini dan segeralah minta bantuan profesional untuk mengatasi kondisi ini dengan baik dan benar. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. What Is Philophobia, and How Can You Manage Fear of Falling in Love? – https://www.healthline.com/health/philophobia diakses 12 Agustus 2019
  2. Philophobia: Understanding Fear of Falling in Love – http://typesofphobia.com/philophobia-fear-of-falling-in-love/ diakses 12 Agustus 2019


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi