Apakah Petting Bisa Menyebabkan Hamil?

doktersehat seks saat liburan

DokterSehat.com – Sebagian orang mungkin bertanya apa itu petting? Petting adalah istilah lama – sekitar pertengahan abad ke-20 – yang berarti merangsang organ atau payudara seks lawan jenis, biasanya dengan tangan atau mulut. Biasanya saat menciumnya.

Hubungan seksual jenis ini biasanya masih mengenakan pakaian lengkap. Walupun tidak menutup kemungkina ada yang melakukannya tanpa mengenakan sehelai benangpun. Atau yang sedang tren akhir-akhir ini hanya mengenakan celana dalam untuk yang wanita dan yang pria tidak memakai sehelai benang pun. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan, apakah petting dengan pakaian lengkap bisa hamil?

Petting sebenarnya kata yang besasal dari Amerika – arti petting awalnya berarti mencumbu atau membelai. Ini kurang lebih sama dengan istilah AS ‘berpelukan’ dan ‘bermesraan’, yang keduanya berasal dari tahun 1940-an.

Baca juga: Apa Risiko Menggesekkan Alat Kelamin (Petting) untuk Kesehatan

Tidak ada kata yang setara dalam bahasa Inggris ‘sopan’ (Inggris), sehingga kata ‘petting’ AS secara bertahap digunakan di seluruh dunia selama akhir abad ke-20 dan masih digunakan – terutama oleh orang-orang setengah baya.

Bahkan, ekspresi ‘petting’ dan ‘to pet’ kini telah menjadi sedikit kuno – sehingga di Inggris sekarang lebih umum yang dibicarakan adalah:

  • ‘Touching someone up’ 
  • ‘Fingering someone’
  • ‘Frigging someone’
  • ‘Rubbing someone up’
  • ‘Bringing someone off’ (jika petting berlanjut ke klimaks).

Adanya rasa takut kehilangan “selaput dara” dan kehamilan tidak terencana membuat banyak pasangan yang belum menikah melakukan petting. Padahal sebenarnya petting bisa dibilang cukup berbahaya. Bagaimana bisa?

Apakah petting bisa menyebabkan hamil?

Bagimanapun caranya, petting ini sangat berisiko menimbulkan kehamilan. Meskipun tidak melakukan penetrasi, risiko kehamilan tetap besar. Karena sperma tetap bisa masuk ke dalam rahim.

Pada prinsipnya kehamilan bisa terjadi bila sperma bertemu dengan sel telur dan hasil pertemuan tersebut dapat menempel di dinding rahim. Dalam satu kali ejakulasi, sperma dapat dikeluarkan lebih kurang sebanyak 250 juta. Meskipun pada dasarnya hanya satu saja yang diperlukan untuk terjadinya kehamilan.

Pada masa subur vagina perempuan akan mengeluarkan lendir yang merupakan media hidup yang baik bagi sperma. Apalagi ketika perempuan sedang terangsang vagina akan mengeluarkan cairan yang juga membantu jalannya sperma ke saluran telur.

Contoh petting bisa hamil; Bila ventilasi kain atau celana dalam lebih besar daripada ukuran sperma maka tidak mustahil kehamilan dapat terjadi ketika sperma mencapai tepi vagina perempuan yang sedang dalam masa subur. Sementara sperma sendiri sangat lincah dan mempunyai kekuatan untuk berenang masuk ke dalam rahim (ingat! hanya butuh 1 saja yang mencapai sel telur dari ratusan juta sperma).

Apakah petting berisiko Penyakit Menular Seksual (PMS) atau tertular HIV?

Ada risiko sangat kecil tertular infeksi melalui petting, tetapi jauh lebih sedikit dibandingkan dengan seks lengkap – mencapai penetrasi.

Secara statistik, yang terbesar adalah berisiko terkena herpes, melalui seks oral oleh seseorang yang mengalami cold sore atau bibir melepuh. Ada juga sedikit risiko terkena gonore (kencing nanah) melalui permainan seks oral.

Bahaya penularan HIV diyakini rendah, tetapi tidak nol atau bukan tidak sama sekali. Setidaknya ada satu kasus di AS di mana petting bisa menularkan virus HIV.

Baca juga: Semua Orang Berisiko Terkena Penyakit Menular Seksual

Dalam situasi apa pun, Anda tidak boleh melakukan petting dengan orang yang positif HIV, kecuali Anda berdua telah diberi konseling ahli tentang risikonya.

Manfaat petting

Petting adalah untuk merangsang tubuh pasangan, agar memberi gairah seksual. Untungnya, kegiatan seksual ini juga biasanya menyenangkan bagi orang yang melakukan petting! Petting biasanya berlanjut sampai pasangan benar-benar mengalami klimaks.

Petting sering disebut dalam buku-buku lama sebagai ‘foreplay‘ – yang berarti bahwa itu adalah sesuatu yang dapat Anda lakukan sebelum memulai hubungan seksual.

Melakukan petting sebelum hubungan seksual sebenarnya ide yang sangat baik, karena mempersiapkan tubuh untuk penetrasi yang sebenarnya.

Baca juga: Cara Melakukan Masturbasi dengan Pasangan agar Lebih Bergairah

Memang, hampir semua wanita membutuhkan banyak petting sebelum hubungan seksual – agar alat kelamin mereka ‘siap’.

Untuk lebih spesifik, manfaat petting sebelum hubungan seksual di antaranya:

  • Membuat vagina terbuka
  • Membuat aliran ‘cairan’
  • Membuat wanita bersemangat sehingga dia benar-benar menikmati hubungan seksual.

Kegagalan melakukan petting sebelum hubungan seksual adalah salah satu kesalahan pria yang paling umum – dan sangat sering menyebabkan seks menjadi tidak memuaskan bagi wanita.

Jadi, sudah tahu jawabannya, kan, Teman Sehat?