Perut Terus Berbunyi, Berbahayakah?

sakit-perut-masuk-angin-doktersehat

DokterSehat.Com– Selain lewat mulut, tubuh kita juga mengeuarkan bunyi-bunyian. Sebagai contoh, kita bisa saja mengeluarkan kentut dengan bunyi yang keras. Selain itu, perut kita juga biasanya mengeluarkan bunyi yang khas. Bunyi ini biasanya menandakan bahwa kita sedang merasa lapar. Hanya saja, terkadang bunyi ini terus muncul dalam waktu yang lama. Apakah hal ini menandakan adanya masalah kesehatan?

Pakar kesehatan dr. Shawn Khodadadian menyebutkan bahwa bunyi yang keluar dari dalam perut belum tentu menandakan bahwa kita sedang lapar. Dalam realitanya, sistem pencernaan kita memang mengeluarkan bunyi yang disebut sebagai borborygmi, kondisi saat udara dan cairan bergerak di usus kecil atau usus besar mengikuti gerakan peristaltik. Demi melakukan gerakan ini, otot perut dan usus kecil pun melakukan kontraksi.

Suara ini bisa muncul saat perut sedang penuh ataupun saat perut masih kosong. Sebagai contoh, sekitar 2 jam saat perut berada dalam kondisi kosong, otak akan mengeluarkan sinyal kepada saluran pencernaan untuk memulai gerakan peristaltik yang bisa membuat kita merasa lapar. Karena kondisi perut kosong, suara geraman ini pun menjadi lebih keras. Selain itu, terkadang di dalam perut juga masih ada udara yang masuk saat kita makan dengan cepat atau berbicara. Udara ini juga bisa ikut menyebabkan munculnya suara gemuruh di dalam perut.

Jika bunyi-bunyian ini tidak disertai dengan gejala seperti kram, rasa nyeri, sensai mulas, atau mual dan muntah-muntah, maka hal ini bisa dianggap sebagai sesuatu yang wajar, namun jika gejala-gejala ini juga muncul, maka bisa jadi ada masalah di saluran pencernaan yang patut untuk kita waspadai. Sebagai contoh, kondisi ini disebabkan oleh intoleransi pada kandungan beberapa jenis makanan, penyakit celiac, atau masalah perut kembung.

Jika kita merasa terganggu dengan keberadaan bunyi-bunyian dari saluran pencernaan ini, ada baiknya kita mulai membiasakan diri makan dengan lebih perlahan agar tidak menelan terlalu banyak gas, mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang bisa memicu produksi gas berlebihan, dan melakukan aktivitas seperti berjalan kaki setelah makan demi membantu proses pencernaan.