Terbit: 21 November 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Nama Ratna Galih sudah lama menghilang dari dunia hiburan dalam beberapa waktu terakhir. Ternyata hal ini disebabkan oleh kondisi kesehatannya yang memburuk sehingga membuatnya harus lebih banyak beristirahat. Bahkan, Ratna dikabarkan sempat dilarikan ke rumah sakit beberapa saat lalu. Hal ini diketahui publik setelah Ratna mengunggah fotonya yang sedang memakai selang oksigen di hidungnya.

Bukan Hamil, Perut Ratna Galih Terus Membesar Karena Penyakit Ini

Ibu tiga anak ini ternyata dilarikan ke rumah sakit karena mengalami penumpukan cairan pada rongga perutnya. Hal ini membuat perutnya terus membesar seperti orang yang sedang hamil tua. Selain itu, Ratna juga mengaku mengalami sesak napas dan kesulitan bergerak akibat pembengkakan parah pada perutnya ini.

Berdasarkan Instagram Story di akun pribadinya, Ratna menjelaskan kondisinya kepada penggemarnya yang bertanya-tanya setelah Ratna mengunggah fotonya di rumah sakit.

“Bukan sayang… aku lagi terkapar di rumah sakit karena mengalami penumpukan cairan di rongga perut yang memicu sesak napas dan membatasi pergerakanku,” tulis Ratna.

Pakar kesehatan menyebut penumpukan cairan bisa terjadi di bagian luar tubuh ataupun di bagian dalam tubuh. Jika terjadi di bagian luar, maka kita akan mengalami pembengkakan, sembab pada mata, atau edema yang bisa saja membuat ukuran kaki membengkak.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Sementara itu, jika pembengkakan terjadi di bagian dalam rongga tubuh, dunia medis menyebutnya sebagai ascites. Kondisi inilah yang terjadi pada tubuh Ratna. Hanya saja, posisi penumpukan cairan ini terjadi di dalam rongga perut. Cairan ini sepertinya juga sampai mendesak ke bagian rongga paru sehingga membuatnya mengalami sesak napas.

Menumpuknya cairan ini bisa disebabkan oleh lemahnya kinerja jantung dalam memompa darah atau adanya gangguan pada ginjal. Selain itu, tidak berfungsinya organ hati dengan maksimal juga bisa menjadi pemicunya.

Sebagai contoh, jika sampai ginjal mengalami kerusakan, maka proses penyaringan cairan dan pembuangannya melalui urine akan terganggu sehingga cairan pun akan terus menumpuk di dalam tubuh. Selain itu, jika sampai kadar protein dalam hati berkurang, maka akan terjadi penumpukan cairan pada bagian di antara jaringan tubuh.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi