Terbit: 20 Februari 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Salah satu area tubuh yang kerap mengalami kedutan adalah perut. Apakah Anda sering merasakan perut kedutan? Jangan panik dulu. Lebih baik baca informasi kedutan di perut berikut ini!

perut-kedutan-doktersehat

Apa Itu Perut Kedutan?

Perut kedutan adalah suatu kondisi di mana pada area tubuh yang satu ini telah terjadi kontraksi otot. Kontraksi otot tersebut lantas memunculkan denyut yang juga disertai sensasi kram.

Pada umumnya, perut berdenyut seperti ini bukanlah suatu kondisi yang berbahaya dan perlu dikhawatirkan. Kedutan pun idealnya akan berhenti dengan sendirinya setelah beberapa saat, akan tetapi bisa saja kedutan menjadi pertanda dari adanya masalah kesehatan tertentu.

Penyebab Perut Kedutan

Mengetahui apa saja yang menjadi penyebab perut kedutan penting agar Anda tahu bagaimana cara menanganinya sesuai dengan faktor penyebab tersebut. Berikut ini adalah penyebab perut berdenyut yang perlu diketahui.

1. Dehidrasi

Penyebab yang pertama adalah dehidrasi. Akibat tubuh kehilangan banyak cairan elektrolit, entah itu melalui mekanisme keringat, urine, atau buang air besar pada kasus diare, kondisi ini kemungkinan berdampak pada munculnya sensasi berkedut pada otot, termasuk otot perut.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya karena otot memerlukan elektrolit (kalsium, magnesium, dan potasium) agar dapat berfungsi dengan baik. Ketika otot tidak mendapat cukup asupan elektrolit, otot tidak dapat menjalankan fungsinya secara maksimal. Salah satu tandanya adalah kedutan.

Tak hanya itu, dehidrasi juga ditandai oleh gejala lainnya seperti:

  • Kehausan
  • Sakit kepala
  • Kepala pusing
  • Urine berwarna gelap

2. Otot Tegang

Ini menjadi penyebab perut kedutan yang paling umum. Otot yang tegang sendiri disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya aktivitas fisik seperti sit-up yang dilakukan dengan intensitas tinggi dan frekuentif.

Gejala lainnya yang turut menyertai pada kasus otot perut tegang adalah:

  • Nyeri atau kram pada area perut
  • Intensitas nyeri bertambah ketika melakukan gerakan

3. Penyakit Radang Usus

Penyakit radang usus (inflammatory bowel disease) seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif adalah penyebab perut berdenyut lainnya yang umum terjadi. Ya, kendati sebagian besar kasus kedutan di perut tidak berbahaya, nyatanya kondisi ini juga bisa mengindikasikan adanya penyakit serius yang tengah menjangkiti diri Anda.

Akan tetapi, perut berdenyut baru bisa dikatakan sebagai gejala radang usus apabila disertai dengan gejala-gejala lainnya seperti:

  • Penurunan berat badan
  • Diare
  • Sembelit
  • Kram perut
  • Kelelahan
  • Produksi keringat berlebih (terutama di malam hari)

4. Iritasi Usus

Pada kasus yang lebih parah, perut yang berkedut disebabkan oleh penyakit iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS).

Sama seperti pada kasus peradangan usus, perut berdenyut akibat penyakit IBS juga disertai oleh sejumlah gejala lainnya yaitu:

  • Nyeri atau kram perut
  • Perut kembung
  • Sembelit
  • Diare
  • Produksi gas berlebih di dalam perut

5. Gas Perut

Produksi gas di dalam perut apabila terlalu berlebihan juga bisa menyebabkan perut kedutan. Kondisi ini juga diiringi dengan sejumlah ciri lainnya yaitu:

  • Perut kembung
  • Nyeri perut
  • Perut terasa penuh
  • Frekuensi kentut meningkat

6. Gastritis

Gastritis adalah kondisi di mana lambung mengalami peradangan (inflamasi). Keduanya lantas juga menjadi penyebab mengapa perut Anda berkedut. Gangguan lambung ini utamanya disebabkan oleh infeksi bakteri, khususnya bakteri Helicobacter pylori. Selain itu, infeksi juga bisa dilakukan oleh virus yakni rotavirus dan virus Norwalk.

Selain perut kedutan, gastritis  juga ditandai oleh gejala-gejala berikut:

  • Mual dan muntah
  • Diare (khusus gastroenteritis)
  • Sakit perut
  • Perut kembung

7. Gastroparesis

Gastroparesis adalah penyakit penyumbatan (ileus) pada organ lambung.

Penyakit ini umumnya dialami oleh mereka yang menderita penyakit gula darah atau diabetes. Salah satu gejala yang muncul adalah perut berkedut.

8. Kolitis

Kurangnya suplai darah menuju organ usus dan usus besar menyebabkan seseorang menderita penyakit yang dalam dunia medis dikenal sebagai kolitis (non-infeksikus).

Jenis kolitis ini lantas menyebabkan penderitanya mengalami sejumlah gejala, salah satunya yakni area perut yang berkedut.

9. Kolitis Infeksius

Sementara itu, kolitis infeksius adalah penyakit pada usus besar (kolon) yang disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Clostridium, Salmonella, dan E. coli, juga parasit bernama Giardia.

Salah satu gejala umum dari jenis kolitis ini juga sama, yakni perut menjadi lebih sering berdenyut atau berkedut.

10. Ileus

Penyakit sistem pencernaan lainnya yang menjadi penyebab perut berdenyut adalah ileus.

Kondisi ini terjadi ketika usus menjadi “malas” dan tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Adanya infeksi, peradangan, konsumsi narkoba, hingga efek samping pasca operasi menjadi penyebab seseorang menderita ileus.

11. Konstipasi

Susah buang air besar (BAB) atau dalam dunia medis dikenal dengan istilah konstipasi adalah kondisi ketika usus tidak cukup mampu melakukan gerakan peristaltik guna mengeluarkan limbah tubuh (feses) dari dalam tubuh. Hal ini dikarenakan feses terlalu keras.

Kurangnya serat di dalam tubuh menjadi penyebab utama dari konstipasi atau sembelit ini. Akibat kotoran tidak dapat dikeluarkan, usus akan mengembang guna meningkatkan tekanan. Alhasil, otot perut menjadi kram dan berkedut.

Penyebab Perut Kedutan pada Ibu Hamil

Perut berkedut juga menjadi kondisi yang ‘akrab’ dengan ibu hamil. Hal ini dipicu oleh sejumlah faktor, yaitu:

  • Kontraksi Braxton-Hicks
  • Gas perut
  • Peregangan otot perut
  • Pergerakan janin

Hendaknya tidak perlu merasa khawatir apabila Anda yang kini tengah hamil menjadi sering mengalami perut berdenyut. Jika ragu, berkonsultasilah dengan dokter guna mendapatkan informasi lebih lanjut.

Diagnosis Perut Kedutan

Pada kasus-kasus tertentu, diagnosis perut yang berkedut mungkin perlu dilakukan guna mencari tahu penyebabnya serta menentukan metode penanganan yang sesuai.

Dalam mendiagnosis kondisi ini, dokter akan melakukan tes seperti:

  • Anamnesis riwayat medis
  • Tes fisik
  • Tes darah
  • Pemeriksaan bagian dalam perut menggunakan metode pencitraan (imaging) seperti ultrasonografi (USG) dan CT scan

Pengobatan Perut Kedutan

Pada kasus yang ringan, seperti kram otot misalnya, perut yang berkedut biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus dan bisa hilang dengan sendirinya setelah beberapa saat.

Akan tetapi, untuk kedutan yang disebabkan oleh penyakit tertentu sebagaimana telah disebutkan di atas, penanganannya bisa dengan memberikan obat-obatan sesuai dengan penyakit yang mendasarinya tersebut. Obat-obatan yang dimaksud di antaranya:

  • Kortikosteroid
  • Antasida
  • Antibiotik
  • Antispasmodik
  • Obat analgesik (ibuprofen, acetaminophen, dsb.)

Perlu diperhatikan, penggunaan obat-obatan di atas tidak bisa sembarangan dan harus sesuai anjuran dari dokter yang menangani Anda.

Selain itu, pengobatan medis juga idealnya diiringi oleh pengobatan mandiri di rumah yang terdiri dari:

  • Minum banyak air putih
  • Pijat
  • Meletakkan handuk hangat di atas perut
  • Mandi air hangat
  • Istirahat yang cukup

 

  1. Hersh, E. 2017. What Causes Stomach Spasms? https://www.healthline.com/health/stomach-spasms#causes (Diakses pada 10 Februari 2020)
  2. Leonard, J. 2018. Why do I Have Muscle Spasms in My Stomach? https://www.medicalnewstoday.com/articles/321096 (Diakses pada 20 Februari 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi