Terbit: 25 Desember 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Beberapa pria menganggap perubahan warna dari penisnya bukanlah masakah yang serius. Padahal, perubahan warna dari organ ini bisa jadi merupakan tanda gangguan pada penis yang serius. Bahkan, pada kondisi yang parah bisa menyebabkan gangguan ereksi sehingga kemungkinan mengalami gangguan seks akan besar.

Penyebab Perubahan Warna pada Penis yang Berbahaya

Nah, agar Anda lebih waspada dengan kondisi ini ada baiknya untuk mengetahui apa saja penyebabnya. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda bisa dengan mudah melakukan penanganan dan tidak ada dampak buruk pada penis untuk seks dan melakukan proses reproduksi.

Penyebab perubahan warna pada penis

Penyebab perubahan warna atau discolored penile skin ini ada cukup banyak. Ada gangguan yang disebabkan oleh penyakit atau karena cedera dari penis itu sendiri. Berikut penyebab perubahan wanra pada penis selengkapnya.

  1. Balantis

Balantis adalah salah satu penyakit pada penis yang menyebabkan perubahan warna khususnya di glans atau kepala penis. Kondisi ini lebih banyak menyerang pria paruh baya hingga tua meski pria mudah pun bisa mengalaminya. Balantis menyebabkan nyeri hingga perdarahan pada kepala penis dan perasaan tidak nyaman saat melakukan penetrasi.

Penyakit ini muncul perlahan-lahan dari kondisi kepala penis yang kotor. Biasanya pria yang tidak sunat mengalami kondisi ini. Di bagian kepala penis yang tertutup akan terbentuk smegma. Nah, smegma inilah yang menyebabkan kondisi balantis muncul. Pria harus memperhatikan kondisi kebersihan penisnya agar tidak terjadi penumpukan kotoran.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

  1. Hematoma

Hematoma adalah penumpukan darah beku akibat pecahnya pembuluh darah di area penis. Kondisi ini menyebabkan kulit penis menjadi berwara biru dan keunguan hingga menjurus ke warna hitam. Hematoma bisa terjadi pada semua pria yang tidak berhati-hati saat melakukan seks atau menstruasi sehingga ada pembuluh darah yang robek dan pecah.

Kondisi ini menyebabkan rasa sakit yang cukup besar dan bisa membuat pria tidak tahan. Kalau Anda tidak bisa segera membawa ke dokter ada baiknya dikompres dahulu dengan air dingin dan minum obat nyeri. Selanjutnya kalau sudah sampai di rumah sakit, dokter akan merekomendasikan pembedahan untuk memperbaiki pembuluh darah yang pecah.

  1. Sindrom Stevens-Johnson

Tubuh bisa mengalami alergi dengan beberapa obat dan menyebabkan efek samping yang beragam. Salah satu efek samping yang sering muncul adalah perubahan warna pada penis menjadi agak keunguan dan kehitaman. Alergi yang terjadi pada tubuh yang menyebabkan perubahan warna pada penis ini disebut sindrom Setevens-Johnson.

Sindrom Stevens-Johnson ini sangat berbahaya dan bisa memicu komplikasi dan juga kematian. Oleh karena itu, penanganan yang baik harus dilakukan sesegera mungkin. Kalau kondisi ini bisa segera ditangani, peluang terjadi komplikasi yang lebih parah akan rendah.

  1. Penyakit menular seksual

Ada dua jenis penyakit menular seksual yang menyebabkan warna dari penis berubah menjadi kemerahan hingga agak gelap. Pertama adalah herpes genitalis yang menyebabkan banyak sekali bisul kecil-kecil pada penis. Herpes memicu rasa sakit, panas, dan gatal dalam waktu yang bersamaan. Penyakit ini tidak bisa sembuh meski gejalanya bisa dikendalikan.

Penyakit menular seksual selanjutnya yang bisa menyebabkan perubahan warna pada penis adalah sifilis. Penyakit yang menular melalui seks yang tidak sehat ini menyebabkan kepala penis berbahaya warnanya. Selain itu rasa gatal juga muncul disertai keluarnya cairan tertentu dari penis seperti nanah.

Warna penis akan kembali seperti semula setelah mendapatkan perawatan dengan baik. Jadi, kalau Anda merasa ada yang aneh dengan penis segera periksakan ke dokter agar mendapatkan obat.

  1. Kanker penis

Kanker pada penis juga menyebabkan perubahan warna khususnya pada bagian batang. Perubahan warna ini disertai juga dengan rasa sakit yang cukup kuat dan kadang perdarahan yang cukup parah. Kanker penis juga bisa menyebar dan pria memiliki kemungkinan untuk mengalami pemotongan kalau sudah terlalu parah.

Kanker penis muncul dari infeksi HPV yang juga menyebabkan kutil kelamin. Jadi, kalau muncul kutil di kemaluan, segera lakukan uji laboratorium terkait ada atau tidaknya sel kanker.

Cara mencegah munculnya perubahan warna pada penis

Perubahan warna pada penis bisa terjadi di beberapa tempat atau seluruhnya. Umumnya warna kulit mulai dari batang hingga kepala penis akan berubah. Kondisi ini sebenarnya bisa dicegah dengan beberapa hal di bawah ini.

  • Menjaga sanitasi dari penis dengan baik. Kalau Anda memiliki penis yang tidak disunat ada baiknya untuk menyempatkan beberapa menit membersihkan penis khususnya di bagian kulup atau foreskin. Biasanya kotoran yang munculnya akan membentuk smegma dan berakhir pada kondisi balantis.
  • Menjaga kesehatan penis dengan tidak melakukan seks secara sembarangan. Kalau terjadi infeksi penyakit menular seksual, penis akan perubahan warna dan terasa sakit. Gunakan kondom untuk melakukan seks dengan pasangan apa pun jenis seks yang dipilih.
  • Usahakan untuk melakukan seks dengan lebih santai. Kalau seks dilakukan terlalu intens atau mungkin kasar, ada kemungkinan terjadi gangguan pada penis seperti parah atau rusaknya beberapa pembuluh darah.
  • Tidak melakukan masturbasi dengan kasar. Melakukan masturbasi dengan kasar menyebabkan masalah pada penis. Kulit luar akan terkena gesekan semakin kuat. Selain itu masih ada kemungkinan penis menjadi patah.
  • Sebisa mungkin untuk melakukan pengecekan rutin pada kondisi penis. Kalau muncul kutil kelamin akibat infeksi HPV, periksa apakah ada kemungkinan terjadi kanker penis yang berbahaya. Jika tidak, Anda bisa segera membersihkan kutilnya dan melakukan vaksinasi.

Inilah beberapa penyebab perubahan warna pada penis yang terjadi pada pria. Nah, dari beberapa penyebab di atas, mana saja yang mungkin Anda alami sebelumnya. Semoga setelah mengetahui informasi di atas, kita bisa lebih waspada sehingga gangguan pada penis tidak terjadi.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi