Terbit: 13 Februari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Warna dari lidah bisa menentukan kondisi kesehatan dari seseorang. Kalau ada perubahan warna menjadi kuning, merah, hingga hitam, kita tidak boleh menyepelekannya begitu saja. Memang beberapa perubahan warna pada lidah tidak selalu berbahaya, tapi tidak adalah salahnya untuk waspada, bukan?

3 Perubahan Warna pada Lidah yang Harus Diwaspadai

Kalau Anda ingin tahu apakah area mulut sedang ada masalah atau tidak, ada baiknya untuk mengeceknya di cermin. Lakukan setiap pagi sebelum sikat gigi. Kalau beberapa perubahan warna di bawah ini terjadi, segera lakukan pemeriksaan

Perubahan warna lidah menjadi kuning

Berikut ulasan tentang perubahan warna lidah kuning dan penjelasannya.

  1. Penyebab

Warna kuning pada lidah bisa terjadi karena beberapa hal di bawah ini.

  • Sanitasi yang buruk. Saat kebiasaan gosok gigi mulai ditinggalkan, kemungkinan besar akan mengubah warna dari lidah. Bakteri akan menempel di papila lidah dan melakukan penyebaran pigmen warna kuning.
  • Mulut kering. Kondisi ini dipicu oleh beberapa hal seperti diabetes dan pasca kemoterapi. Produksi ludah di dalam mulut mengalami penurunan sehingga warna lidah menjadi lebih kuning.
  • Penyakit kuning atau jaundice. Penyakit ini terjadi karena ada kerusakan pada hati. Akibatnya bilirubin tidak bisa diolah dengan baik dan menyebabkan banyak sekali masalah pada tubuh termasuk lidah, mata, kulit, hingga urine menjadi sangat kuning.
  • Menggunakan obat kumur yang mengandung bahan berbahaya seperti peroksida dan mentol.
  • Sering merokok. Zat kimia yang terdapat pada rokok menyebabkan lidah berubah warna jadi kekuningan.
  1. Komplikasi

Kalau kondisi lidah kuning tidak segera diatasi, ada kemungkinan muncul komplikasi yang berbahaya seperti munculnya bekas luka di hati, gagal hati, dan pembengkakan yang terjadi di kaki dan juga perut akibat organ hati bermasalah.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Komplikasi lain yang bisa muncul karena ada gangguan pada hati adalah pembengkakan pada limfa. Kanker hati juga bisa muncul dan mengancam nyawa. Terakhir, penyakit ini menyebabkan perdarahan di saluran pencernaan.

  1. Penanganan

Penanganan pada masalah lidah ini disesuaikan dengan penyebabnya. Kalau masalah muncul akibat sanitasi, lakukan sikat gigi secara rutin setiap harinya. Tanpa sikat gigi yang rutin, warna di lidah akan tetap kuning.

Minum banyak air hingga menghindari rokok juga bisa digunakan untuk mengatasi lidah berwarna kuning. Lebih lanjut, Anda juga harus menghindari kopi dan sering mengunyah permen karet rendah gula untuk merangsang terbentuknya saliva.

Menyembuhkan kondisi penyakit kuning atau mungkin sudah ada Hepatitis. Dokter akan memberikan obat jenis tertentu untuk mengatasi dan  mencegah kerusakan pada hati.

Perubahan warna lidah menjadi hitam

Warna hitam di lidah bisa terjadi karena beberapa hal, berikut penjelasannya.

  1. Penyebab

Lidah menjadi putih karena beberapa faktor, berikut yang paling sering terjadi.

  • Buruknya sanitasi dan kebersihan yang dilakukan di mulut. Akibat kondisi ini, lidah jadi memiliki warna hitam di papila. Kondisi ini akan semakin parah kalau seseorang jarang sakit gigi.
  • Produksi air liur yang sedikit. Padahal air liur sangat bermanfaat dalam membersihkan lidah yang masih sangat kotor.
  • Jarang mengonsumsi makanan dalam bentuk padat. Padahal makanan yang padat bisa mengikis kotoran di lidah dengan mudah.
  • Pengaruh obat yang menyebabkan banyak sekali pengendapan di papila dan bagian pengecap dari lidah berubah warna menjadi hitam.
  1. Komplikasi

Tidak ada terlalu banyak komplikasi yang terjadi. Mungkin rasa dari makanan bisa berubah. Selain itu lidah juga akan mengganggu secara estetika karena warnanya hitam.

  1. Penanganan

Penanganan yang paling mudah untuk mengembalikan kondisi lidah pada kondisi ini terdiri dari.

  • Membersihkan lidah dengan sikat khusus untuk mengikis warna hitamnya yang terlalu pekat dan terlihat seperti memiliki rambut.
  • Membersihkan mulut setelah makan atau minum sesuatu yang memungkinkan terjadi pengendapan di papila.
  • Minum banyak air setiap hari.
  • Gunakan permen karet rendah gula untuk mengunyah saat senggang.

Perubahan warna lidah menjadi kemerahan (stroberi)

Strawberry tongue atau perusahaan warna merah pada lidah. Berikut penjelasan selengkapnya.

  1. Penyebab

Kondisi yang menyebabkan warna lidah berubah jadi merah ini disebabkan oleh:

  • Penyakit Kawasaki. Penyakit ini menyebabkan area lidah mengalami inflamasi yang cukup parah. Lidah jadi melepuh disertai dengan tubuh lemas dan juga demam. Penyakit ini umum terjadi pada anak-anak.
  • Scarlet fever. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri saat tubuh terkena infeksi, akan muncul demam tinggi, tenggorokan sakit, hingga sakit kepala. Penyakit ini banyak terjadi pada anak berusia 5-15 tahun.
  • Alergi obat dan makanan. Beberapa orang tidak bisa mengonsumsi buah atau sayur yang ada getah atau komponen lain yang memicu gatal.
  • Defisiensi vitamin B12. Kondisi ini memicu rasa lemas dan keseimbangan tubuh.
  1. Komplikasi

Komplikasi akibat lidah berwarna merah ink ternyata ada banyak. Penyakit Kawasaki bisa memicu inflamasi berlebihan dan lidah jadi besar dari ukuran aslinya.

Scarlet fever lebih parah lagi. Kalau sampai tidak segera diatasi akan terjadi Beberapa masalah seperti inflamasi di otak, jantung, persendian, hingga menyebabkan ginjal bermasalah.

  1. Penanganan

Penanganan dilakukan dengan mengatasi demamnya terlebih dahulu. Selanjutnya pada scarlet fever, dokter akan memberikan obat sejenis antibiotik agar inflamasi tidak terjadi lebih luas ke seluruh tubuh

Seluruh penyakit yang menyebabkan lidah berubah warna jadi merah ini memang sangat berbahaya. Oleh karena itu, begitu merasa memiliki gejala penyakit ini ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Berikut beberapa jenis warna pada lidah yang bisa terjadi pada semua orang. Nah, dari beberapa perubahan warna di atas, mana saja yang pernah Anda alami? Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk kita semua, ya.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi