7 Perubahan Besar yang Akan Terjadi pada Wanita Saat Masa Subur

masa-subur-wanita-doktersehat

DokterSehat.Com – Setiap siklusnya wanita akan mengalami siklus subur yang biasanya berjarak 2 minggu sebelum menstruasi tiba. Pada siklus ini produksi hormon estrogen dan progesteron akan meningkat sehingga memengaruhi wanita secara fisik atau psikologi.

Perubahan Tubuh Saat Ovulasi

Perubahan fisik pada wanita mungkin mudah dikenali sehingga mereka tahu kapan saja waktu subur dan kapan saja waktu menstruasi. Namun, perubahan psikologi sedikit terjadi sehingga tidak semua wanita atau orang yang ada di sekitarnya bisa tahu apa yang sedang terjadi.

Nah, untuk mengetahui lebih banyak tentang masa subur yang dialami oleh wanita dan perubahan apa saja yang terjadi pada tubuh, simak ulasan di bawah ini, ya.

  1. Libido Jadi Meningkat

Wanita yang sedang mengalami masa subur akan memproduksi hormon estrogen dan progesteron dalam jumlah banyak. Hormon ini bermanfaat untuk mematangkan sel telur sebelum akhirnya dilepas ke tuba falopi dan berenang menuju rahim untuk dibuahi oleh sperma.

Pada fase ini wanita akan mudah sekali terangsang. Libido mereka lebih meningkat dari biasanya sehingga mereka lebih agresif di ranjang. Pada fase ini wanita akan lebih banyak aktif secara seksual sehingga Anda yang menginginkan momongan bisa melakukan seks saat masa subur

Oh ya, karena tidak semua wanita aktif dan berani mengungkapkan hasrat seksualnya, pria harus lebih mengenalinya. Kalau pria tahu pasangannya ada pada fase subur, aktivitas seka bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Karena fase ini akan selalu muncul di setiap siklusnya, pasangan harus berhati-hati dalam berhubungan seks. Mengapa demikian? Karena seks yang dilakukan akan rawan sekali terjadi pembuahan. Apalagi kalau pasangan tidak menggunakan kontrasepsi dan memakai konsep coitus interruptus.

  1. Sulit Beristirahat dan Mudah Gelisah

Tingginya hormon di dalam tubuh kadang tidak memberi efek baik. Beberapa wanita sering mengalami susah tidur karena gelisah dengan perasaannya. Mereka tersiksa karena terangsang cukup lama dan tidak mendapatkan pelampiasan.

Pasangan harus tahu kapan istrinya susah tidur. Tanyai apa yang terjadi sehingga tidur bisa berjalan dengan lancar. Wanita biasanya cenderung diam karena merasa tidak nyaman atau dianggap genit kalau sampai mengungkapkan apa yang sedang terjadi.

Sebenarnya wanita tidak perlu sampai takut atau merasa terbebani. Toh, namanya pasangan yang sudah menikah disarankan untuk saling membantu dan berkomunikasi. Kalau semuanya ditutupi justru berbahaya untuk hubungan.

  1. Vagina Jadi Sangat Sensitif

Wanita yang sedang subur memiliki gejala yang sama dengan wanita yang akan menstruasi. Organ kewanitaannya akan jadi sensitif sehingga saat disentuh mereka mudah sekali terangsang dan ingin melakukan aktivitas seksual dengan pasangan.

Organ pada wanita yang berubah jadi lebih sensitif adalah payudara khususnya bagian puting. Organ ini jadi lebih sensitif sehingga terkena gesekan baju atau bra saja wanita akan mudah terangsang dan sulit mengendalikan diri.

Selanjutnya organ vagina juga jadi lebih sensitif khususnya di area vulva. Klitoris dan labia jadi lebih sensitif dengan sentuhan sehingga saat berhubungan badan wanita akan mendapatkan kenikmatan yang lebih besar.

  1. Mood Jadi Membaik

Suasana hati wanita kadang membaik saat siklus suburnya berjalan dengan lancar. Mereka jadi lebih santai dan relaks sehingga jarang mengalami gangguan pada pekerjaan. Wanita juga jarang sekali mengalami stres yang bisa menurunkan kemampuan seksualnya.

Wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal jarang memiliki suasana hati yang baik. Mereka selalu gelisah sehingga susah melakukan apa saja saat siklusnya muncul. Mood yang sangat baik akan berkebalikan dengan mood jelek saat wanita mengalami menstruasi atau PMS.

  1. Lebih Suka Menggoda Pasangan

Poin terakhir ini kerap terjadi pada banyak wanita khususnya mereka yang sudah menikah. Ketika siklus subur terjadi, wanita akan lebih genit dengan pasangan atau pria lain yang ditemuinya. Kondisi ini bisa terjadi karena perubahan hormon membuat wanita merasa dirinya lebih seksi dari sebelumnya.

Kalau pria mendapati pasangannya lebih sering melakukan perawatan, dandan, atau dengan gamblang menginginkan seks, dia sedang ada pada fase subur. Pria bisa menanggapi pasangannya dengan baik, apalagi kalau dia sudah tidak malu dengan kebutuhan seksualnya.

  1. Perubahan pada Payudara

Perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh juga membuat wanita mengalami cukup banyak perubahan fisik. Salah satu bagian yang berubah adalah payudaranya. Organ ini akan lebih sensitif dari biasanya. Bahkan saat tergesek dengan pakaian saja wanita bisa mendapatkan rangsangan.

Perubahan pada payudara ini tentu memberikan kelebihan dan kekurangan. Misal saat sedang di keramaian lalu organ ini jadi sensitif, tentu wanita akan kebingungan dan salah tingkah. Berbeda kalau sudah berada di rumah.

  1. Kenaikan Suhu Tubuh

Disadari atau tidak saat wanita mengalami masa subur, suhu tubuhnya akan mengalami kenaikan sekitar 0,5-1 derajat Celcius. Kenaikan suhu ini bisa terlihat saat wanita bangun tidur dan menggunakan termometer sesegera mungkin. Kalau ada kenaikan dari suhu rerata, berarti sedang subur.

Nah, dari tujuh tanda dan perubahan pada wanita di atas, mana kira-kira yang sering muncul pada pasangan atau yang sering Anda alami sendiri sebagai wanita subur?

 

 

Sumber:

  1. Smith, Lori. 2017. Everything you need to know about ovulation. https://www.medicalnewstoday.com/articles/150870.php. (Diakses pada 02 November 2019)
  2. American Pregnancy Association. Signs of Ovulation. https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/signs-of-ovulation/. (Diakses pada 02 November 2019)
  3. Showell, Brooke. Ovulation Symptoms: 7 Signs of Ovulation. https://www.thebump.com/a/ovulation-symptoms-signs-of-ovulation. (Diakses pada 02 November 2019)
  4. Fellizar, Kristine. 2017. 7 Things That Happen To Your Body During Ovulation That OB/GYNs Say Not To Worry About. https://www.bustle.com/p/7-things-that-happen-to-your-body-during-ovulation-that-obgyns-say-not-to-worry-about-9720246. (Diakses pada 02 November 2019)