Terbit: 29 Oktober 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Organ tubuh wanita yang berperan besar saat seks adalah vagina krena memiliki banyak titik rangsang, khususnya di area klitoris dan labia. Sebelum bercinta, biasanya foreplay dilakukan pada area payudara. Tahukah Anda, ternyata ada perubahan payudara saat bercinta?

5 Perubahan Payudara Saat Bercinta & Cara Merangsangnya

Perubahan Payudara Saat Bercinta

Area sekitar areola bisa digunakan untuk merangsang wanita. Selain itu, payudara juga merupakan organ yang membuat wanita terlihat indah di mata pria sehingga mereka kerap terangsang.

Saat melakukan seks, payudara mengalami banyak perubahan. Disadari atau tidak perubahan ini juga memberikan kenikmatan secara seksual. Berikut perubahan yang terjadi pada payudara ketika seks dilakukan:

  1. Ukuran Payudara Membesar dan Keras

Payudara adalah salah satu organ pada wanita yang merespons rangsangan yang didapatkan wanita. Respons yang terlihat sangat jelas adalah pembesaran ukuran dari payudara yang cukup signifikan. Pembesaran ini terjadi perlahan-lahan saat wanita mulai terangsang secara seksual akibat pasangannya.

Payudara bisa mengeras karena aliran darah banyak mengalir ke area ini. Darah yang terkumpul membuat dada wanita menjadi lebih berisi dan juga padat. Kalau Anda merasa dada semakin sesak dan membesar artinya rangsangan yang diterima sudah sempurna.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Payudara yang mengeras akan sangat sensitif. Itulah kenapa pria tidak disarankan untuk meremas atau memegangnya terlalu kuat.

Baca Juga: 22 Fakta Payudara Wanita yang Jarang Diketahui

  1. Lebih Sensitif saat Disentuh

Payudara memang sensitif dalam keadaan normal, tapi kondisi ini akan bertambah saat wanita mulai terangsang dan melakukan aktivitas seks. Payudara akan lebih sensitif kalau ukuran membesar sehingga saat pria menyentuh atau meremasnya, wanita akan mendapatkan kenikmatan yang besar.

Oh ya, karena saat bercinta payudara jadi lebih sensitif dari biasanya, pria disarankan untuk memanfaatkan momen ini untuk melakukan rangsangan dengan maksimal. Rangsangan ini akan membantu wanita mendapatkan orgasme dengan mudah.

  1. Pengerasan Area Areola

Saat wanita mengalami rangsangan yang sangat kuat, area di sekitar areola akan mengeras. Areola adalah area cokelat atau hitam di sekitar payudara yang terdapat puting. Area ini jadi semakin sensitif dengan sentuhan dan bisa membuat wanita merasakan nikmat saat disentuh.

Saat areola mulai mengeras pria bisa memainkannya dengan tangan yang terlebih dahulu dilapisi cairan pelumas. Kalau cara ini belum membuat wanita merasakan nikmat, pria bisa memainkan area ini dengan lidah dan juga bibirnya.

Area puting yang mengeras sangat sensitif dengan sentuhan. Jadi, usahakan jangan pernah menggigit atau melukainya karena bisa mengalami perdarahan. Sentuh dan stimulasi seperlunya saja sampai tubuh wanita benar-benar merasakan sensasi nikmatnya.

  1. Payudara Mengeluarkan Keringat

Saat mendapatkan penetrasi atau malah mengendalikan seks, wanita akan mengeluarkan keringat di sekitar dadanya. Keringat yang keluar ini bukan keringat biasanya karena memiliki aroma yang harum dan tidak apek atau asam seperti keringat pada umumnya.

Keringat ini muncul dari kelenjar apokrin di sekitar payudara. Saat keringat keluar, feromon juga ikut keluar sehingga pria bisa terkena dampaknya. Itulah kenapa kalau pria dan wanita sama-sama berkeringat, gairah seksnya terus menanjak dan semakin puas.

Kalau Anda termasuk orang yang tidak suka dengan keringat berlebihan, ada baiknya untuk menyeka bagian dada perlahan-lahan. Dengan menyeka bagian itu, keringat akan menjadi kering meski efek kimiawinya tetap ada.

  1. Ada Perubahan Warna

Akibat banyaknya aliran darah yang berkumpul di area payudara, warna dari organ ini juga mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi biasanya terlihat dari warna kulit yang terlihat lebih gelap atau lebih merah dari biasanya.

Warna ini biasanya akan memudar dengan sendirinya seiring dengan hilangnya kadar darah di dalam payudara yang terus menurun ke kondisi yang normal. Kalau Anda mendapati perubahan warna pada vagina, jangan khawatir karena hal itu masih sangat normal.

Kulit yang tidak normal akan muncul kalau perubahannya sangat drastis dan terasa sangat sakit. Saat disentuh terasa perih dan akhirnya memicu inflamasi. Kalau area payudara Anda mengalami hal ini ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Cara Merangsang Payudara yang Tepat

Payudara harus dirangsang dengan tepat agar memberikan efek yang besar pada wanita. Berikut beberapa cara merangsang payudara yang benar.

  • Pahami anatomi payudara dari wanita. Ada banyak jenis payudara dan titik sensitifnya bisa saja berbeda-beda. Tugas Anda adalah bagaimana melakukan rangsangan yang tepat.
  • Jangan merangsang payudara secara berlebihan. Kalau Anda merangsang payudara secara berlebihan, kemungkinan besar bisa melukai organ itu. Bukan nikmat yang didapatkan, tapi malah sakit.
  • Variasikan jenis rangsangan yang akan diterima payudara. Rangsangan tidak hanya menggunakan tangan saja, tapi juga menggunakan lidah dan mulut agar sensasinya lebih besar.
  • Menggunakan alat bantu seks. Untuk merangsang payudara juga sangat dianjurkan meski opsional.

Demikianlah beberapa perubahan yang akan terjadi pada payudara wanita yang sedang berhubungan seks. Semoga ulasan di atas bisa menambah pengetahuan kita tentang payudara dan fungsinya. Dengan begitu rangsangan yang diberikan bisa maksimal.

 

Sumber:

  1. Klepchukova, Anna. 2019. Breast Shapes and Sizes: All You Need to Know. https://flo.health/menstrual-cycle/teens/your-body/breast-shapes-and-sizes. (Diakses pada 29 Oktober 2019)
  2. Jolly, Pippa. 2016. 21 things you should know about your breasts. https://www.goodhousekeeping.com/uk/health/sexual-health/a560046/21-things-you-should-know-about-your-breasts/. (Diakses pada 29 Oktober 2019)
  3. Barber, Nigel. 2013. Sexual Wiring of Women’s Breasts. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-human-beast/201305/sexual-wiring-womens-breasts. (Diakses pada 29 Oktober 2019)
  4. K, Wallen. 2011. Female sexual arousal: genital anatomy and orgasm in intercourse. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21195073. (Diakses pada 29 Oktober 2019)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi