Terbit: 30 September 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ketahui bagaimana pertolongan pertama pingsan dan cara melakukan pernapasan buatan. Pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama penyelamatan kesehatan di tempat umum dapat membantu menyelamatkan orang lain.

6 Pertolongan Pertama Pingsan (Wajib Tahu!)

Ciri-Ciri Orang akan Pingsan

Pingsan adalah kondisi di mana seseorang kehilangan kesadaran sementara. Penyebab pingsan adalah kekurangan aliran darah yang kaya oksigen di otak akibat berbagai hal seperti tekanan darah rendah, dehidrasi, kepanikan tingkat tinggi, dll.

Pingsan mungkin terjadi kapan saja dan di mana saja, sebagian besar kasus tidak terduga. Jadi, Anda harus mengetahui ciri-ciri orang yang akan pingsan atau diri Anda sendiri, termasuk:

  • Pusing
  • Pucat
  • Berkeringat
  • Lemah
  • Lelah
  • Pandangan kabur
  • Detak jantung tidak teratur
  • Mual
  • Muntah
  • Tidak responsif
  • Linglung

Hingga pada satu titik, orang tersebut mengalami gangguan aliran darah dan pingsan. Mengetahui tanda-tanda pingsan akan membantu Anda untuk menanganinnya tanpa panik dan sigap.

Pertolongan Pertama Pingsan yang Harus Diketahui

Jangan panik bila Anda melihat seseorang di dekat Anda pingsan secara tiba-tiba. Anda dapat membantunya dengan melakukan pertolongan pertama pada orang pingsan, termasuk:

1. Pastikan Keselamatan

Baringkan orang pingsan dalam posisi yang aman, yaitu:

  • Dibaringkan telentang pada alas yang datar dan aman.
  • Letakkan kaki orang tersebut lebih tinggi dari posisi jantung (sekitar 30 cm lebih tinggi).
  • Posisi kaki harus lebih tinggi agar aliran darah ke otak bisa lebih baik atau bahkan pulih.
  • Bila orang tersebut memakai pakaian ketat, boleh dikendurkan untuk melegakan pernapasan, seperti buka ikat pinggang atau kancing pada kerah baju.
  • Jangan membuat orang tersebut bergerak terlalu banyak untuk mengurangi risiko cedera fisik lainnya.

2. Cek Kesadaran

Hal terpenting untuk menolong orang pingsan adalah dengan cek kesadaran dan pernapasannya. Berikut ini caranya:

  • Periksa apakah saluran napas (mulut dan hidung) masih bekerja.
  • Periksa apakah ada tanda-tanda gangguan pernapasan seperti sesak napas atau suara napas tinggi.
  • Coba panggil orang tersebut.
  • Periksa denyut nadi di tangan atau detak jantung di dada.
  • Bila orang tersebut bisa merespon namun linglung, orang tersebut mungkin mengalami perubahan status mental.
  • Bila orang tersebut tidak merespon, lakukan CPR (kompresi dada atau napas buatan) dan cepat hubungi rumah sakit terdekat.

Baca Juga: Pingsan: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

3. Pastikan dalam Posisi Aman

Setelah orang pingsan berada dalam posisi terlentang dengan kaki yang lebih tinggi, cermati lagi kondisi fisiknya. Pastikan orang pingsan tersebut dalam posisi aman. Lakukan pertolongan pertama pingsan, sebagai berikut:

  • Bila orang tersebut berdarah, muntah, atau mengeluarkan busa dari mulut atau hidung, segera miringkan tubuhnya dengan posisi kaki harus tetap lebih tinggi dari jantung.
  • Tubuhnya harus dimiringkan agar darah atau cairan bisa keluar, tidak masuk lagi ke saluran tenggorokan karena akan memperburuk pernapasan.
  • Apabila orang yang pingsan mengalami pendarahan besar di tubuhnya, tekan area pendarahan dan balut dengan kain bila memungkinkan untuk membantu menghentikan pendarahan hingga bantuan medis datang (tetap dalam posisi berbaring).

4. Hubungi Rumah Sakit

Anda harus cepat menghubungi rumah sakit atau penyedia layanan kesehatan terdekat apabila pasien pingsan mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Wajahnya pucat atau kebiruan di bibir.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Kesulitan napas atau terlihat tidak bernapas.
  • Masih terlihat sadar namun tampak linglung.
  • Nyeri dada.
  • Orang pingsan tersebut mengalami benturan saat pingsan.
  • Kesulitan bicara.
  • Pingsan terjadi pada ibu hamil, orang tua, atau anak-anak.

Pingsan menjadi kondisi medis darurat bila orang tersebut tidak sadar juga dalam beberapa menit, tidak bernapas, tidak mampu bergerak, dan memiliki riwayat penyakit kronis yang tidak diketahui.

5. Jangan Panik

Kebanyakan orang akan panik bila melihat seseorang pingsan tiba-tiba di tempat umum. Kondisi tersebut tidak membantu dan malam memperburuk keadaan orang yang pingsan. Bila Anda membaca ini, jangan panik dan segera lakukan tindakan pertolongan pertama pada orang pingsan dengan sigap dan cepat.

Berikut ini beberapa poin yang harus diperhatikan agar tidak panik saat menolong orang pingsan:

  • Jangan mengerubungi orang yang pingsan karena malah akan membuat tempat tersebut panas dan sesak. Orang pingsan membutuhkan lebih banyak oksigen.
  • Jangan menggerakkan tubuh orang pingsan sembarangan atau berlebihan.
  • Coba kembalikan kesadarannya dengan memanggil namanya atau diberikan minyak esensial.
  • Segera hubungi rumah sakit bila orang tersebut tidak kunjung sadar.
  • Tetap temani orang tersebut hingga sadar.

6. Bila Anda yang Merasa Ingin Pingsan

Bila diri Anda sendiri yang merasakan gejala pingsan, Anda dapat mencegahnya atau menolong diri sendiri dengan cara:

  • Segera duduk atau berbaring.
  • Atur napas Anda.
  • Jangan bergerak secara tiba-tiba.
  • Segera minum air putih.
  • Tempatkan kepala Anda di antara kedua lutut jika Anda duduk.
  • Beritahu orang yang berada dekat Anda bila Anda merasa tidak enak badan dan membutuhkan pertolongan.

Baca Juga: 12 Pertolongan Pertama pada Sesak Napas (Wajib Tahu)

Pertolongan Pertama pada Orang Pingsan dengan CPR

CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) adalah prosedur darurat untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang napas atau jantungnya berhenti secara tiba-tiba. Mengetahui cara melakukan napas buatan adalah kemampuan dasar penyelamatan hidup yang sebaiknya dipelajari oleh semua orang.

Apabila orang yang pingsan menunjukan tanda-tanda tidak bernapas, Anda disarankan melakukan CPR sambil menunggu bantuan medis datang. Berikut ini cara melakukan CPR:

  • Sebelumnya, tanyakan orang tersebut apakah dia baik-baik saja.
  • Baringkan orang tersebut di permukaan yang aman.
  • Letakan kedua telapak tangan Anda saling bertumpuk di bagian tengah dada orang tersebut. Jari-jari Anda saling mengisi.
  • Pastikan siku Anda lurus dan gerakkan bahu ke atas tangan Anda.
  • Tekan dada orang yang pingsan dengan berat badan Anda sebagai kekuatannya.
  • Tekan dadanya dengan kuat lalu lepaskan.
  • Ulangi prosedur darurat kompresi dada tersebut hingga 100 kali per menit.

Hanya orang yang belajar dan terlatih dalam CPR yang boleh melakukan kompresi dada. Kesalahan tindakan CPR akan berisiko cedera lebih buruk bagi orang yang pingsan tersebut.

Bila terlatih dalam CPR, lakukan napas buatan dengan cara berikut ini:

  • Miringkan kepala orang yang tidak sadar tersebut ke belakang dan angkat dagu untuk membuka saluran napas.
  • Jepit hidungnya dan tutup mulutnya dengan mulut Anda. Buatlah penutup yang kedap udara.
  • Lakukan dua kali napas buatan dalam satu detik.
  • Perhatikan bila dadanya naik.
  • Lakukan kombinasi CPR kompresi dada dan napas buatan. Lakukan 30 kompresi dan dua napas buatan.

Perhatikan bila ada tanda-tanda gerakan atau kesadaran dari orang pingsan tersebut. Tunggu hingga bantuan medis datang.

Itulah pembahasan tentang pertolongan pertama pingsan. Pada intinya, baringan orang pingsan dengan posisi kaki lebih tinggi. Jangan panik dan berkerumun. Lakukan CPR bila Anda sudah terlatih sambil menghubungi penyedia layanan kesehatan terdekat.

 

  1. Johnson, Jon. 2018. What to do when someone is unconscious. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322872. (Diakses pada 30 September 2020).
  2. Kahn, April. 2019. First Aid for Unconsciousness. https://www.healthline.com/health/unconsciousness-first-aid. (Diakses pada 30 September 2020).
  3. Kids Health. 2018. First Aid: Fainting. https://kidshealth.org/en/parents/fainting-sheet.html. (Diakses pada 30 September 2020).
  4. Mayo Clinic. 2018. First aid Fainting. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-fainting/basics/art-20056606#:~:text. (Diakses pada 30 September 2020).
  5. WebMD. 2020. Fainting Treatment. https://www.webmd.com/first-aid/fainting-treatment. (Diakses pada 30 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi