7 Pertanyaan yang Harus Diajukan Sebelum Pakai Alat Kontrasepsi

memilih-kontrasepsi-dengan-benar-doktersehat

DokterSehat.Com – Biasanya setelah menikah dan memiliki anak pertama, pasangan akan mulai memikirkan kontrasepsi. Dengan alat ini kehamilan bisa dicegah sehingga Anda tidak kebingungan kalau mendadak ada pembuahan. Kontrasepsi juga baik untuk menjaga kesehatan reproduksi ibu karena bisa mencegah kanker serviks.

Terlepas dari banyaknya manfaat menggunakan kontrasepsi, ada baiknya untuk mengetahui jenis-jenis dahulu. Selain itu, Anda juga harus mengajukan beberapa pertanyaan seputar kontrasepsi di bawah ini agar bisa memilih yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan.

Pertanyaan terkait alat kontrasepsi

Pasangan yang sudah menikah dan ingin mengendalikan kehamilan biasanya sering sekali memiliki pertanyaan seputar alat kontrasepsi. Sayangnya tidak semua pasangan mau dan berani menanyakannya. Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul beserta jawabannya.

  1. Apa saja kontrasepsi yang perlu resep?

Alat kontrasepsi yang ada di luaran sana jenisnya ada banyak mulai yang dipakai wanita dan pria. Orang awam selalu menganggap kalau kontrasepsi selalu berdasarkan resep dari dokter atau bidan. Memang benar ada beberapa kontrasepsi yang sesuai resep, bahkan pemasangannya dilakukan oleh tenaga ahli karena berbentuk IUD.

Beberapa jenis kontrasepsi sudah bisa dibeli bebas seperti kondom yang banyak digunakan oleh pria. Selanjutnya KB hormonal juga banyak dijual di apotek secara langsung tanpa membutuhkan resep dokter. Beberapa wanita yang sudah langganan dengan bidan bisanya langsung mendapatkan alat kontrasepsi secara gratis sesuai dengan program atau diminta membeli ke apotek setelah pemeriksaan.

  1. Apakah ada kandungan hormon di kontrasepsi?

Kalau kontrasepsi yang digunakan kondom, tidak ada kandungan hormon yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Kondom hanya mengandung pelumas yang kadang ada komponen spermisidanya. Selanjutnya kalau memaki IUD dari tembaga juga tidak ada hormon yang digunakan karena reaksi tembaga dan servikslah yang diandalkan.

Kalau menggunakan KB hormonal baik pil, IUD, atau suntik, hormon akan dimasukkan ke dalam tubuh. Hormon ini akan bekerja layaknya hormon yang dimiliki oleh tubuh. Ada alat kontrasepsi yang mengandung estrogen dan progesteron. Selanjutnya ada juga yang mengandung hormon tiruan bernama progestine. Semua kontrasepsi kandungan berbeda-beda, tanyakan pada dokter sebelum menggunakannya.

  1. Efek samping kontrasepsi apakah ada banyak?

Efek samping dari kontrasepsi tetap ada meski setiap orang akan mengalami hal yang berbeda-beda. Efek samping pertama dari kontrasepsi adalah rasa sakit hingga perdarahan. Rasa sakit ini akan dialami pada wanita yang melakukan pemasangan IUD. Selanjutnya pria yang melakukan vasektomi juga mengalami hal yang sama.

Wanita yang menggunakan KB hormonal juga mengalami gangguan pada tubuh. Yang paling sering terjadi adalah kenaikan berat badan, jerawat, dan kadang-kadang perasaan tidak nyaman di tubuh.

  1. Berapa lama harus menggunakan alat kontrasepsi?

Tergantung dengan jenis kontrasepsi yang diambil. Kalau menggunakan kontrasepsi jenis kondom, tidak akan butuh waktu lama. Kalau menggunakan kontrasepsi hormonal pil harus setiap hari mengonsumsi. Selanjutnya kalau suntikan setiap beberapa bulan sekali tergantung dengan dosis yang diberikan.

Kalau menggunakan kontrasepsi IUD, alat akan bertahan selama 3-10 tahun dan bergantung dengan jenis yang dipakai. Kalau melakukan vasektomi akan selamanya karena peluang pembuahan nyaris nol persen.

  1. Apakah kontrasepsi menyebabkan menstruasi terhenti?

Tidak semua kontrasepsi memiliki efek yang sama. Beberapa jenis kontrasepsi seperti IUD masih membuat wanita mengalami menstruasi meski tidak banyak. Jadi, tanyakan ke dokter atau bidan terkait kontrasepsi yang digunakan dan peluang terjadinya menstruasi.

  1. Apakah kontrasepsi mengganggu aktivitas seks?

Tidak semua alat kontrasepsi mengganggu seks. IUD mungkin mengganggu pria karena penis seperti tertusuk jarum. Selebihnya tidak ada gangguan sehingga seks bisa dilakukan seperti biasa.

  1. Memakai kontrasepsi sama halnya bebas penyakit seksual?

Inilah kesalahan terbesar yang paling banyak dilakukan oleh pasangan. Mereka selalu menganggap kalau kontrasepsi bisa mencegah penularan penyakit seks juga. Akhirnya mereka jadi tidak menjaga diri saat berhubungan badan. Memakai kontrasepsi tidak serta-merta melindungi kita semua dari penyakit menular.

Dari semua alat kontrasepsi yang digunakan, hanya kondomlah yang bisa digunakan untuk mencegah penyakit menular seksual. Meski bisa mencegah secara umum, ada beberapa penyakit seks yang tidak bisa dicegah dengan kondom. Penyakit akibat virus HPV yang menyebabkan kutil kelamin dan herpes bisa menular dengan hanya sentuhan saja.

Melakukan diskusi untuk memutuskan kontrasepsi

Selain tujuh pertanyaan di atas, dalam menggunakan alat kontrasepsi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pasangan. Alat kontrasepsi dipilih berdasarkan kesepakatan bersama. Mengapa harus kesepakatan bersama? Karena efek dari kontrasepsi akan mengenai wanita, pria, atau keduanya.

Segala pertimbangan harus diperhatikan mulai dari sakit atau tidaknya alat kontrasepsi yang digunakan. Beberapa wanita kerap merasakan sakit di area serviks hingga perdarahan saat pemasangan IUD dilakukan. Selain itu pria juga tidak nyaman saat bercinta karena penis menyentuh ujung dari IUD yang agak keras.

Selain itu kalau ingin KB jenis hormonal pasangan harus mendiskusi masalah efek sampingnya. Beberapa wanita sering sekali mengalami kenaikan berat badan. Selain itu kalau KB dalam bentuk kondom, pasangan harus memiliki stok alat itu di rumah sebelum menggunakannya.

Lakukan diskusi dengan baik dan buatlah kesepakatan bersama. Jangan sampai ada salah satu pihak yang merasa tidak dihargai karena alat kontrasepsi yang digunakan tidak diputuskan bersama jenisnya.

Setelah Anda mengajukan pertanyaan di atas pada dokter kandungan atau bidan, pilihlah alat kontrasepsi yang sesuai. Selanjutnya gunakan alat itu secara berkala dan ganti kalau memang terjadi ketidakcocokan. Inti dari semuanya adalah kontrasepsi bisa membuat pria dan wanita nyaman saat bercinta dan tidak menimbulkan efek samping yang berat.