Mengapa Banyak Perokok Giginya Jelek?

gigi-perokok-doktersehat
Photo Source: Flickr/jonathankosread

DokterSehat.Com– Rokok tidak hanya akan memberikan dampak kesehatan bagi organ-organ dalam saja. Dalam realitanya, dampak dari kebiasaan merokok jauh lebih besar. Bahkan, jika kita cermati, orang yang memiliki hobi merokok cenderung memiliki gigi yang buruk. Sebenarnya, bagaimana bisa rokok mempengaruhi kondisi kesehatan gigi?

Dampak Merokok bagi Kesehatan Gigi

Pakar kesehatan menyebut semakin tinggi intensitas mengisap rokok, semakin tinggi risiko terkena masalah gigi berlubang atau karies. Hanya saja, para pakar masih memiliki teori yang berbeda-beda tentang kaitan kandungan beracun rokok dengan masalah gigi.

Teori pertama menyebut rokok bisa membuat mulut menjadi lebih kering akibat menurunnya produksi air liur. Hal ini akan membuat jumlah bakteri di dalam mulut semakin meningkat dan akhirnya masalah karies atau gigi berlubang lebih memungkinkan untuk terjadi.

Sementara itu, teori kedua menyebut proses pembuatan rokok ternyata juga melibatkan gula atau pemanis. Pemanis ini bisa saja berupa glukosa, fruktosa, atau campuran dari keduanya, dan sukrosa. Logikanya, semakin banyak merokok, semakin banyak gula atau pemanis yang masuk di dalam mulut dan akhirnya membuat bakteri penyebab karies atau gigi berlubang semakin meningkat jumlahnya.

Selain itu, ada penelitian yang membuktikan bahwa orang yang hobi merokok cenderung suka mengonsumsi minuman manis demi mengatasi kondisi mulutnya yang sering terasa asam. Hal ini ikut membuat risiko terkena masalah gigi semakin meningkat.

Berbagai Dampak Kesehatan Lain dari Rokok bagi Mulut

Selain bisa menyebabkan gigi berlubang, pakar kesehatan menyebut ada beberapa dampak kesehatan lain yang bisa didapatkan dari kebiasaan merokok pada mulut.

Berikut adalah dampak-dampak tersebut.

  1. Memicu Noda pada Gigi

Selain masalah gigi berlubang atau gigi keropos, jika dicermati gigi para perokok cenderung kekuningan. Bahkan, ada yang sampai sudah kehitaman. Hal ini ternyata memang disebabkan oleh pengaruh rokok dalam menyebabkan noda pada gigi.

Biasanya, warna gigi yang kekuningan menandakan bahwa perokok masih belum lama mengisapnya. Sementara itu, warna gigi yang sudah kecokelatan menunjukkan bahwa kebiasaan ini sudah dilakukan dalam jangka panjang.

  1. Menyebabkan Bau Mulut

Hobi merokok ternyata bisa menyebabkan masalah bau mulut. Tak hanya aroma rokok yang menyengat, hal ini juga bisa membuat jumlah air liur semakin menurun sehingga bakteri penyebab masalah bau mulut pun menjadi semakin aktif.

Meski sudah rajin menyikat gigi, biasanya masalah bau mulut ini sulit untuk dihilangkan sebelum perokok benar-benar berhenti melakukan kebiasaannya.

  1. Memicu Karang Gigi

Pakar kesehatan menyebut para perokok lebih berisiko terkena masalah karang gigi dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Sebagai informasi, karang gigi bisa menjadi semakin keras akibat mengendapnya sisa makanan dan tumpukan bakteri. Hal ini bisa menyebabkan plak pada gigi dan menurunkan kondisi kesehatan mulut dengan signifikan.

  1. Menyebabkan Radang Gusi

Perokok juga lebih rentan mengalami masalah radang gusi. Biasanya, hal ini disebabkan oleh masalah karang gigi yang semakin parah dan tak kunjung dibersihkan. Gusi pun akan lebih mudah mengalami perdarahan atau dalam dunia medis disebut sebagai gingivitis.

  1. Periodontitis

Masalah radang gusi yang semakin parah dan membuat gigi tanggal disebut sebagai periodontitis. Menurut American Dental Association, perokok berat cenderung memiliki risiko lebih besar untuk mengalami hal ini dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

  1. Kanker Mulut

Perokok aktif juga cenderung lebih rentan terkena masalah kanker mulut yang mematikan.

 

Sumber:

  1. Rounsaville, Donna. Effects Of Smoking On Teeth And How To Kick The Habit. colgate.com/en-us/oral-health/basics/threats-to-dental-health/effects-of-smoking-on-teeth-and-how-to-kick-the-habit-0115. (Diakses pada 18 September 2019).