DokterSehat.Com– Meski tidak mengenyangkan dan tidak boleh ditelan, dalam realitanya kita masih sering mengunyah permen karet. Memang, mengunyahnya bisa memberikan sensasi asyik tersendiri. Banyak orang yang menganggap permen karet bisa menghilangkan stres atau rasa gugup. Selain itu, permen karet ternyata juga bisa mencegah datangnya kenaikan asam lambung, salah satu masalah kesehatan pencernaan yang paling sering kita alami.

permen-karet-doktersehat

Kenaikan asam lambung dikenal sebagai kondisi gastroesophageal reflux disease atau GERD. Kondisi ini bisa menyebabkan sensasi panas dan terbakar yang dirasakan di perut bagian atas, dada, hingga ujung tenggorokan. Dalam beberapa kasus, mulut juga bisa merasakan sensasi asam atau pahit.

Berdasarkan Journal of Dental Research, diketahui bahwa ada sebuah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui efek permen karet untuk mencegah datangnya kenaikan asam lambung. Hasil dari penelitian ini adalah, jika kita mengunyah permen karet bebas gula selama 30 menit setelah makan ternyata mampu mencegah kenaikan asam lambung dengan efektif.

Penelitian yang serupa juga dilakukan oleh pakar kesehatan dari King’s College, London, Inggris bernama Rebecca Moazzez. Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa mengunyah permen karet selama 30 menit setelah mengonsumsi makanan kaya lemak bisa menurunkan risiko terkena kenaikan asam lambung di kerongkongan. Hal ini disebabkan oleh aktivitas mengunyah permen karet yang bisa membuat produksi air liur meningkat. Dengan menelan air liur lebih banyak, maka kadar keasaman asam lambung pun bisa dinetralisir dengan lebih efektif.

Hanya saja, tidak semua permen karet akan memberikan manfaat ini. Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi permen karet bikarbonat dengan kadar gula yang rendah atau bahkan bebas gula. Sebagai informasi, jenis permen karet ini mampu membuat asam lambung yang naik ke kerongkongan bisa dinetralkan dengan cepat. Kita juga sebaiknya menghindari permen karet dengan rasa peppermint karena justru bisa membuat sfringter, sejenis cincin otot di kerongongan yang berperan besar dalam menahan kenaikan asam lambung tidak berfungsi dengan semestinya dan memicu masalah asam lambung tinggi.