Perlukah Pil KB Khusus Pria Diciptakan untuk Cegah Kehamilan

doktersehat-obat-pil-bekuan-darah
pic credit: sarah

DokterSehat.Com – Selama ini KB selalu identik dengan wanita. Setelah menikah dan memiliki anak pertama, wanita akan dihadapkan pada pilih yang cukup sulit. Mereka harus memilih akan menggunakan KB jenis suntik, pil, atau IUD yang tahan lama, tapi memberikan efek samping saat bercinta.

Untuk sedikit meringankan pilihan wanita yang cukup sulit itu, pria juga bisa memilih metode kontrasepsi. Mereka bisa memilih kondom yang masih memiliki peluang kehamilan 18 persen atau vasektomi yang cukup berisiko.

Selain dua metode kontrasepsi yang umum pada pria, kini para peneliti mulai berusaha membuat pil KB untuk pria. Efektifkan pil KB untuk pria dalam mencegah kehamilan yang tidak diinginkan?

Tantangan menciptakan pil KB pria

Pil KB pada pria dibuat untuk menekan hormon testosteron. Saat hormon ini turun produksi dari sperma akan ikut anjlok juga. Sayangnya, turunnya hormon testosteron juga dikhawatirkan membuat pria susah mendapatkan ereksi dan libidonya menurun.

Selain itu, pil yang diberi nama dimethandrolone undecanoate (DMAU) ini juga memberikan risiko pada pria khusus pada masalah kesehatan hati. Penggunaan pil dalam jangka panjang dikawatirkan menyebabkan gangguan tubuh lain yang cukup kronis.

DMAU juga menyebabkan kenaikan berat badan pada pria sekitar 0,8 sampai 1,2 kg. Kondisi ini hampir mirip dengan wanita yang alami kenaikan berat badan saat mengonsumsi pil KB.

Kemauan pria mengonsumsi Pil KB

Hingga sekarang, para peneliti masih berusaha melakukan uji coba alat kontrasepsi ini. Mereka ingin menurunkan efek samping dari DMAU pada pria agar ke depannya bisa diproduksi secara masal.

Oh ya, selain masalah efek samping masalah yang akan dihadapi pil KB ini adalah kemauan pria meminumnya. Kalau pria mau membagi tekanan untuk KB seperti yang dialami wanita mungkin tidak masalah. Namun, kalau mereka tidak mau, pembuatan pil akan sia-sia.

Kalau pil KB khusus pria ini tersedia dalam beberapa tahun ke depan, maukah Anda meminumnya?