Terbit: 12 September 2020 | Diperbarui: 13 September 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Perfenazin adalah obat antipsikotik yang ditujukan bagi para penderita gangguan mental seperti skizofrenia dan bipolar. Ketahui lebih jauh mengenai obat ini mulai dari fungsi, efek samping, hingga dosis pemakaiannya.

Perfenazin: Fungsi, Efek Samping, Dosis, dll

Rangkuman Informasi Obat Perfenazin

 Nama obat  Perfenazin
 Golongan obat  Antipsikotik
 Kategori obat  Obat keras
 Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui menurut FDA  –
 Fungsi obat Mengatasi gangguan mental skizofrenia, skizoafektif, bipolar
 Perhatian penggunaan obat
  • Hipersensitivitas
  • Demensia
  • Koma
  • Kerusakan otak
  • Depresi tulang belakang
  • Diskrasia darah
  • Hipotiroidisme
  • Penyakit hati (liver)
  • Mengonsumsi obat antidepresan CNS
 Dosis obat  Sesuai petunjuk dokter
 Sediaan obat  Tablet oral

 

Perfenazin Obat Apa?

Perfenazin obat apa? Perfenazin adalah obat antipsikotik yang diformulasikan untuk menangani gangguan psikotik berupa skizofrenia dan bipolar. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengendalikan mual dan muntah yang parah.

Pada dasarnya, gejala gangguan mood atau perilaku agresif yang tidak wajar seperti kecenderungan menyakiti diri sendiri merupakan hal yang terjadi karena beberapa faktor. Salah satu faktor yang membuat penderita gangguan mood melakukan hal tersebut adalah adanya ketidakseimbangan zat kimia yang ada di otaknya.

Jika terjadi ketidakseimbangan zat kimia, misalnya seperti dopamin, hal tersebut akan menimbulkan perilaku yang kurang wajar seperti perilaku agresif menyerang orang lain atau sengaja menyakiti dirinya sendiri. Maka dari itu, dalam kondisi gangguan mood yang parah ini, pasien akan diberikan terapi obat seperti obat perfenazin yang berfungsi untuk menyeimbangkan kembali zat kimia pada otaknya.

Fungsi Obat Perfenazin

Fungsi obat ini adalah untuk mengatasi gangguan mental yang dipengaruhi oleh perubahan mood seperti:

  • Skizofrenia
  • Skizoafektif
  • Bipolar

Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan peruntukkannya. Penggunaan obat yang tidak tepat berisiko menimbulkan reaksi tubuh yang bisa saja berbahaya.

Peringatan dan Perhatian Obat Perfenazin

Dalam menggunakan obat, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami.

1. Siapa Saja yang Tidak Boleh atau Harus Berhati-hati dalam Mengonsumsi Obat Perfenazin?

Penggunaan obat tidak disarankan—atau harus mendapat persetujuan dari dokter—pada orang-orang dengan sejumlah kondisi. Pasalnya, hal ini dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh.

Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas
  • Demensia
  • Koma
  • Kerusakan otak
  • Depresi tulang belakang
  • Diskrasia darah
  • Hipotiroidisme
  • Penyakit hati (liver)
  • Mengonsumsi obat antidepresan CNS

Sementara itu, penggunaan obat diperbolehkan namun dengan pengawasan khusus apabila mengalami kondisi-kondisi berikut ini:

  • Penyakit kardiovaskular
  • Myasthenia gravis
  • Hipertropi prostat
  • Depresi
  • Glaukoma
  • Gangguan pernapasan
  • Penyakit Parkinson
  • Kejang
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Lansia
  • Hamil dan menyusui

Sampaikan pada dokter apabila Anda mengalami salah satu dari kondisi di atas, atau jika mengidap kondisi medis lainnya. Apabila berisiko, dokter akan mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk digunakan.

2. Peringatan dan Perhatian Obat Perfenazin Lainnya

Sementara itu, peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti penglihatan kabur, kepala pusing, sembelit, dan gejala efek samping lainnya yang dirasa cukup serius.
  • Jika gejala efek samping tak kunjung mereda dalam waktu yang cukup lama, segera periksakan diri ke dokter.
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

Apakah Obat Perfenazin Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Belum ada studi terkontrol terhadap obat ini terkait keamanannya apabila dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Ibu hamil dan menyusui mungkin diperkenankan untuk menggunakan obat apabila manfaat yang diberikan lebih besar ketimbang risikonya. Sebaiknya tetap konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda sedang hamil atau menyusui.

Interaksi Obat Perfenazin

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh.

Obat-obatan yang dimaksud ada banyak, di antaranya sebagai berikut:

  • Abarelix
  • Acarbose
  • Acebutolol
  • Aclidinium
  • Alprazolam
  • Benazepril
  • Bisoprolol
  • Bumentadine
  • Bupropion
  • Butorphanol
  • Cabozantinib
  • Ceritinib
  • Chloroquine
  • Cisapride
  • Citalopram
  • Deutetrabenazine
  • Dezocine
  • Disopyramide
  • Dolasetron
  • Escitalopram
  • Fentanyl
  • Fingolimod
  • Gatifloxacin
  • Grepafloxacin
  • Hydromoprhone
  • Hydroxychloroquine
  • Iloperidone
  • Iopamidol
  • Ivabradine
  • Ivosidenib
  • Lefamulin
  • Meperidine
  • Methadone
  • Metrizamide
  • Moxifloxacin
  • Nilotinib
  • Ozanimod
  • Pentazocine
  • Pimozide
  • Procainamide
  • Tramadol
  • Vemurafenib
  • Ziprasidone
  • Zonisamide

Selain obat-obatan di atas, mungkin masih ada jenis obat lainnya yang akan berinteraksi dengan obat ini apabila digunakan secara bersamaan. Sampaikan pada dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut maupun obat-obatan lainnya agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Efek Samping Obat Perfenazin

Obat ini dapat menimbulkan efek samping. Dapatkan bantuan medis darurat jika Anda memiliki tanda-tanda reaksi alergi ini:

  • Gatal-gatal
  • Sulit bernafas
  • Pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan

Sementara itu, hentikan menggunakan obat perfenazin dan segera hubungi dokter Anda jika Anda memiliki efek samping yang serius seperti:

  • Gerakan mata, bibir, lidah, wajah, lengan, atau kaki Anda yang tidak terkendali
  • Tremor (getaran tubuh yang tidak terkendali), mengeluarkan air liur terus menerus (mengeces), masalah menelan, masalah dengan keseimbangan atau berjalan
  • Merasa gelisah, gugup, atau agitasi
  • Kebingungan, pikiran atau perilaku yang tidak biasa
  • Merasa seperti akan pingsan
  • Kejang
  • Penglihatan malam menurun, pandangan terowongan/tunnel vision, mata berair, kepekaan yang meningkat terhadap cahaya
  • Mual dan sakit perut, ruam kulit, dan jaundice/ikteri (menguningnya kulit atau mata)
  • Demam tinggi, otot kaku, kebingungan, berkeringat, detak jantung cepat atau tidak teratur, pernapasan cepat
  • Kulit pucat, mudah memar atau berdarah, demam, sakit tenggorokan, gejala flu
  • Kencing kurang dari biasanya atau tidak kencing sama sekali
  • Nyeri sendi atau pembengkakan sendi diikuti dengan demam, kelenjar bengkak, nyeri otot, nyeri dada, muntah, pikiran atau perilaku yang tidak biasa, dan kulit timbul bercak-bercak
  • Denyut jantung lambat, denyut nadi lemah, pingsan, pernapasan lambat (hingga henti napas)

Efek samping yang kurang serius bisa meliputi:

  • Pusing, kantuk, gelisah
  • Penglihatan kabur, sakit kepala
  • Masalah tidur (insomnia), mimpi aneh
  • Sembelit
  • Mulut kering atau hidung tersumbat
  • Pembengkakan atau pembengkakan payudara
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Penambahan berat badan, pembengkakan di tangan atau kaki Anda
  • Impotensi, gangguan orgasme
  • Gatal ringan atau ruam kulit

Dosis Obat Perfenazin

Perfenazin masuk ke dalam kategori obat keras. Artinya, penggunaan obat harus dengan resep dokter.

Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Tersedia?

Perfenazin tersedia dalam bentuk tablet oral. Obat ini dapat diperoleh di apotek maupun toko obat terdekat. Pastikan Anda menggunakan obat secara benar sesuai dengan petunjuk dokter.

2. Dosis

Informasi dosis ini tidak bisa dijadikan acuan karena dosis yang tepat untuk Anda mungkin saja berbeda. Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan aturan yang tertera pada kemasan atau dari dokter guna menghindari kelebihan pemakaian (overdosis) yang mungkin saja bisa berdampak buruk bagi tubuh Anda.

Berikut aturan dosis umum untuk obat perfenazin:

Untuk mengatasi gangguan psikotik:

  • Dewasa: 4-8 mg @ 3 kali sehari. Dosis maksimal 24 mg per hari. Untuk pasien dengan kondisi lebih serius, dosis 8-16 mg @ 2-4 kali sehari.
  • Anak-anak 12 tahun ke atas: dosis sama seperti orang dewasa.

Untuk mengatasi mual dan muntah:

  • Dewasa: 8-16 mg sehari. Dosis maksimal 24 mg per hari.
  • Anak-anak 12 tahun ke atas: dosis sama seperti orang dewasa.

Petunjuk Pemakaian Obat Perfenazin

Obat ini harus digunakan dengan benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti overdosis.

Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat perfenazin yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat itu sendiri.
  • Minumlah obat sesuai dengan dosis yang tadi sudah disebutkan di atas.
  • Gunakan obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya yakni setiap 8 jam sekali (untuk dosis 3 kali sehari). Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera gunakan ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 6 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak dan istirahat yang cukup.
  • Jika dalam kurun waktu beberapa minggu (penggunaan maksimal yang disarankan) kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebab serta langkah medis apa yang selanjutnya harus diambil.

Petunjuk Penyimpanan Obat Perfenazin

Obat ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 20-25 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. Perphenazine. https://www.mims.com/malaysia/drug/info/perphenazine?mtype=generic(diakses pada 12 September 2020)
  2. Perphenazine. https://www.drugs.com/mtm/perphenazine.html (diakses pada 12 September 2020)
  3. Perphenazine. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8825/perphenazine-oral/details (diakses pada 12 September 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi