Terbit: 4 Agustus 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Perdarahan uterus abnormal adalah pendarahan yang terjadi di luar hari menstruasi. Ketahui apa itu perdarahan uterus abnormal, gejala, penyebab, pengobatan, dll.

Perdarahan Uterus Abnormal: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Perdarahan Uterus Abnormal?

Perdarahan uterus abnormal adalah pendarahan pada uterus yang tidak biasa di luar hari menstruasi. Pendarahan biasanya terjadi sangat hebat, ringan, berkepanjangan, sering, atau tidak teratur. Kondisi ini dipicu oleh gangguan pada sinyal hormon siklus menstruasi. Perdarahan uterus abnormal disebut juga Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB).

Gejala Perdarahan Uterus Abnormal

Gejala perdarahan uterus abnormal yang paling umum berupa pendarahan berat atau ringan dalam episode yang tidak terduga atau selama siklus menstruasi. Ketahui gejala lainnya, yaitu:

  • Pendarahan menstruasi yang tidak biasa atau sangat banyak.
  • Menstruasi yang terjadi lebih dari 7 hari.
  • Pendarahan terjadi dalam siklus bulanan kurang dari 21 hari.
  • Muncul bercak-bercak di luar hari menstruasi.
  • Pendarahan mungkin muncul di luar siklus menstruasi.

Pendarahan mungkin juga diikuti dengan gejala lain, seperti:

  • Nyeri payudara
  • Nyeri pinggul
  • Nyeri perut
  • Tekanan darah rendah
  • Pusing
  • Lemah atau lelah
  • Denyut nadi meningkat
  • Pucat
  • Pembalut cepat penuh

Bila perdarahan berlangsung lama hingga berbulan-bulan dapat menyebabkan kadar hemoglobin menurun kurang dari 7. Kondisi ini menimbulkan tanda tanda anemia berat seperti pucat, mudah lelah, berdebar-debar, sesak nafas dan pusing.

Kapan Harus ke Dokter?

Kenali siklus dan pola menstruasi Anda setiap bulan. Segera hubungi dokter bila siklus menstruasi tidak teratur dan disertai dengan pendarahan tidak biasa. Bila menyebabkan anemia, pendarahan uterus abnormal dapat membuat Anda tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal.

Baca Juga: 7 Kondisi yang Memicu Nyeri di Area Vagina Saat Menstruasi

Penyebab Perdarahan Uterus Abnormal

Perdarahan uterus abnormal dapat disebabkan karena gangguan hormonal ataupun penyebab non hormonal lainnya, beberapa faktor tersebut, seperti:

  • Kenaikan atau penurunan berat badan dalam waktu yang cepat
  • Efek samping pil KB tertentu
  • Efek dari stres secara emosional atau fisik
  • Penggunaan KB IUD atau perangkat intrauterin
  • Gangguan faktor pembekuan darah
  • Efek samping obat pengencer darah yang mungkin digunakan

Pendarahan abnormal selama siklus menstruasi mungkin juga terjadi akibat komplikasi dari kondisi medis lain, seperti:

  • Sindrom Polikistik Ovarium: Polycystic ovarian syndrome (PCOS) adalah kelainan endokrin di mana banyak terdapat kista pada ovarium sehingga menyebabkan gangguan hormonal dan tidak terjadi ovulasi.
  • Endometriosis: Lapisan endometrium rahim tumbuh di luar rahim dan umumnya menyebabkan pendarahan dan nyeri perut hebat.
  • Fibroid Rahim (Mioma Uteri): Tumor jinak pada lapisan otot rahim, dipengaruhi oleh hormon atau penggunaan KB hormonal.
  • Polip Uterus: Polip pada uterus bila terpuntir dapat menyebabkan nyeri dan pendarahan.

Pendarahan abnormal mungkin juga terjadi akibat penyakit yang memengaruhi liver, kelenjar tiroid, ginjal, kelenjar adrenal, atau infeksi serviks.

Faktor Risiko Perdarahan Uterus Abnormal

Berikut ini kelompok orang yang rentang mengalami dysfunctional uterine bleeding (DUB):

  • Wanita di atas usia 35 tahun atau wanita mendekati masa menopause
  • Remaja
  • Wanita dengan obesitas
  • Wanita dengan diabetes
  • Wanita dengan hipertensi

Diagnosis Perdarahan Uterus Abnormal

Dokter akan bertanya seputar gejala pendarahan Anda selama siklus menstruasi. Pertanyaan mencakup:

  • Berapa lama siklus menstruasi Anda? Apabila siklus lebih pendek dari 3 minggu per bulan, itu menandakan adanya gangguan.
  • Berapa hari menstruasi berlangsung? Gangguan terjadi bila menstruasi berlangsung selama kurang dari 2 hari atau lebih dari 7 hari.
  • Seberapa banyak pendarahan yang terjadi? Beritahu dokter bila Anda harus mengganti pembalut setiap 1-2 jam sekali karena pendarahan sangat hebat.
  • Apakah Anda mengalami pendarahan setelah berhubungan seks?

Bila mencurigai adanya gangguan pendarahan abnormal pada uterus, dokter akan melakukan pemeriksaan yang lebih spesifik dengan beberapa tes, seperti:

  • Ultrasonologi: Dokter akan menggunakan USG untuk melihat lebih jelas kondisi organ reproduksi Anda.
  • Tes Darah: Memeriksa kadar hemoglobin, trombosit, fungsi pembekuan, dan jumlah hormon dalam darah untuk memastikan penyebab pendarahan.
  • Biopsi Endometrium: Mengambil lapisan jaringan pada endometrium untuk memastikan apakah ada pertumbuhan abnormal.
  • Histeroskopi: Pemeriksaan rahim menggunakan alat khusus yang diaplikasikan melalui serviks.
  • Pemeriksaan MRI: Pemeriksaan dengan gelombang radio dan magnet untuk menampilkan organ dalam perut dan panggul bila dicurigai terdapat penyebaran dari tumor atau infeksi yang luas.

Dokter mungkin membutuhkan tes atau pemeriksaan lain untuk mendukung hasil diagnosis.

Baca Juga: 5 Pendarahan pada Vagina yang Terjadi di Luar Waktu Menstruasi

Pengobatan Perdarahan Uterus Abnormal

Dokter akan memberi beberapa opsi pengobatan yang sesuai dengan penyebab dan gejala pendarahan. Berikut ini beberapa opsi pengobatan, yaitu:

  • Hormon, menggunakan pil KB atau obat terapi hormon lainnya untuk mengatur jadwal siklus menstruasi agar teratur dan gejala pendarahan selama menstruasi lebih ringan.
  • Gonadotropin-releasing hormone agonists (GnRHa), menghentikan produksi hormon tertentu yang menyebabkan pendarahan abnormal selama siklus menstruasi.
  • Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS), obat antiinflamasi digunakan sebelum siklus menstruasi untuk meringankan pendarahan.
  • Asam Traneksamat, untuk membantu proses pembekuan darah dan mengontrol pendarahan hebat pada siklus menstruasi.

Dokter mungkin memiliki opsi perawatan dan pengobatan lain yang disesuaikan dengan kondisi Anda, seperti bila Anda sudah mendekati masa menopause atau sedang berencana untuk segera hamil.

Pencegahan Perdarahan Uterus Abnormal

Kondisi ini mungkin tidak dapat dicegah karena pengaruh hormon, namun Anda dapat mengatasinya dengan mencatat siklus dan pola menstruasi. Apabila Anda mengalami pendarahan banyak setiap kali menstruasi atau perdarahan diluar hari menstruasi, harap segera hubungi dokter.

 

  1. A Behera, Millie, MD. 2018. Abnormal (Dysfunctional) Uterine Bleeding. https://emedicine.medscape.com/article/257007-overview#. (Diakses pada 4 Agustus 2020).
  2. Family Doctor. 2020. Abnormal Uterine Bleeding. https://familydoctor.org/condition/abnormal-uterine-bleeding/. (Diakses pada 4 Agustus 2020).
  3. Kahn, April. 2019. What You Should Know About Dysfunctional Uterine Bleeding. https://www.healthline.com/health/dysfunctional-uterine-bleeding-dub. (Diakses pada 4 Agustus 2020).
  4. WebMD. 2020. What Is Abnormal Uterine Bleeding?. https://www.webmd.com/women/abnormal-uterine-bleeding#3-5. (Diakses pada 4 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi