Terbit: 30 Juli 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Perdarahan subkonjungtiva adalah bercak merah terang di bagian putih mata akibat pecahnya pembuluh darah di mata. Simak informasi selengkapnya mulai dari definisi, gejala, penyebab, pengobatan, dan lainnya di bawah ini!

Perdarahan Subkonjungtiva: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Apa Itu Perdarahan Subkonjungtiva?

Perdarahan subkonjungtiva adalah pecahnya pembuluh darah pada mata sehingga menyebabkan bagian putih mata (sklera) menjadi merah, biasanya di satu mata. Konjungtiva adalah membran tipis transparan yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Konjungtiva merupakan lapisan pelindung terluar bola mata.

Konjungtiva mengandung saraf dan memiliki banyak pembuluh darah kecil. Pembuluh darah ini biasanya hampir tidak terlihat, tetapi menjadi lebih besar dan lebih terlihat jika mata sedang mengalami peradangan.

Pembuluh darah kecil tersebut agak rapuh dan dindingnya mudah pecah, sehingga terjadi perdarahan subkonjungtiva. Ini ditandai dengan bercak merah terang atau merah tua pada sklera.

Gejala Perdarahan Subkonjungtiva

Gejala utamanya ditandai dengan pembuluh darah pecah pada mata yang menyebabkan bercak merah pada sklera. Kondisi ini jarang disadari penderitanya sampai ia bercermin atau diberi tahu oleh seseorang terhadap kondisi matanya.

Penderita kondisi ini biasanya tidak akan mengalami perubahan penglihatan, mengeluarkan cairan, dan nyeri. Namun, kondisi ini dapat menyebabkan gatal di permukaan mata.

Bercak merah pada putih mata dapat berlangsung lebih dari 24 hingga 48 jam. Kondisinya kemudian perlahan-lahan akan menguning saat mata menyerap darah.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat jika mengalami gejala berikut:

  • Bercak darah di bagian putih mata tidak kunjung hilang selama 2-3 minggu.
  • Memiliki masalah penglihatan atau sakit.
  • Memiliki pebercak merah terang di kedua sklera mata.
  • Bercak darah memenuhi bagian mata atau bahkan bagian berwarna mata (iris).

Penyebab Perdarahan Subkonjungtiva

Sebagian besar penyakit ini terjadi secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas. Namun, kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah kecil pecah di mata.

Biasanya, orang mungkin mengalami bercak merah terang pada sklera mata saat bangun tidur dan disadari ketika bercermin. Sedangkan bercak merah pada sklera mata yang muncul tiba-tiba mungkin pertama kali diketahui oleh orang lain yang melihat titik merah di mata Anda.

Berikut ini sejumlah penyebab perdarahan subkonjungtiva:

  • Batuk yang terlalu kuat
  • Bersin yang terlalu kuat
  • Ketegangan mata
  • Mengangkat benda berat
  • Menggosok mata terlalu kasar
  • Cedera
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Gangguan perdarahan
  • Obat-obatan tertentu seperti aspirin dan steroid
  • Operasi
  • Infeksi mata
  • Infeksi yang terkait dengan demam, seperti influenza dan malaria
  • Penyakit tertentu seperti diabetes dan lupus eritematosus sistemik
  • Parasit
  • Kekurangan vitamin C

Faktor Risiko Perdarahan Subkonjungtiva

Perdarahan subkonjungtiva adalah kondisi yang dapat terjadi pada usia berapa pun. Risiko mengalami kondisi ini meningkat seiring bertambahnya usia.

Selain itu, berikut ini faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami perdarahan subkonjungtiva:

  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Gangguan pembekuan darah
  • Obat pengencer darah tertentu, seperti warfarin dan aspirin

Baca Juga: 10 Penyebab Mata Merah, dari yang Ringan hingga Serius

Diagnosis Perdarahan Subkonjungtiva

Guna memastikan diagnosis, dokter akan menanyakan riwayat medis dan riwayat pengobatan untuk menentukan hal apa yang menyebabkan perdarahan subkonjungtiva dan juga akan melakukan pemeriksaan secara fisik. Tanda-tanda vital termasuk tekanan darah juga dapat diperiksa.

Dalam beberapa kasus, mungkin diperlukan pengambilan sampel darah untuk menguji gangguan perdarahan. Jika trauma menjadi penyebab, biasanya pemeriksaan yang lebih menyeluruh akan dilakukan.

Pada bayi baru lahir, bercak merah terang pada sklera mata terkadang dapat ditemukan sebagai akibat dari proses kelahiran.

Pengobatan Perdarahan Subkonjungtiva

Kondisi ini biasanya tidak memerlukan perawatan karena akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7 sampai 14 hari, secara bertahap akan menjadi lebih ringan dan bercak merah terlihat samar.

Berikut ini beberapa cara mengobati perdarahan subkonjungtiva:

  • Kompres dingin. Menerapkan es yang dibungkus kain pada area mata atau kelopak mata dapat membantu meringankan pembengkakan dan ketidaknyamanan.
  • Obat tetes air mata buatan. Dokter mungkin menyarankan agar menggunakan obat tetes air mata buatan beberapa kali sehari jika mata merasa teriritasi.
  • Obat tetes antibiotik atau salep. Kedua obat ini dapat diresepkan jika kondisi ini disebabkan infeksi eksternal.
  • Obat tekanan darah tinggi. Jika bercak merah di mata karena tekanan darah tinggi atau gangguan perdarahan, dokter dapat meresepkan obat untuk menurunkan tekanan darah.

Jangan mengonsumsi obat apa pun yang dapat meningkatkan risiko perdarahan, seperti aspirin atau warfarin. Namun, sebaiknya tanyakan kepada dokter untuk menentukan apakah penggunaan obat harus dihentikan atau dilanjutkan.

Jangan menghentikan obat antikoagulasi tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat-obatan ini sering kali merupakan pengobatan yang sangat membantu dan jarang harus dihentikan ketika kondisi ini terjadi.

Baca Juga: 8 Obat Sakit Mata Paling Ampuh (Medis dan Herbal)

Komplikasi Perdarahan Subkonjungtiva

Penyakit ini jarang menyebabkan komplikasi serius. Jika perdarahan subkonjungtiva disebabkan oleh trauma, dokter dapat memeriksa mata untuk memastikan tidak memiliki komplikasi atau cedera mata lainnya.

Pencegahan Perdarahan Subkonjungtiva

Bercak merah pada sklera mata tidak selalu dapat dicegah, namun ada beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi risiko, di antaranya:

  • Menghindari minum obat yang meningkatkan risiko perdarahan dapat membantu.
  • Jangan menggosok mata terlalu kasar karena dapat mengiritasi.
  • Jika merasa ada sesuatu di mata, sebaiknya menggunakan obat tetes air mata buatan daripada membersihkannya menggunakan jari-jari.
  • Selalu menggunakan kacamata pelindung, jika aktivitas berisiko terkena sesuatu benda kecil pada mata.

Jika sering mengalami perdarahan subkonjungtiva terkait dengan memar atau mudah mengalami perdarahan di bagian tubuh lainnya, sebaiknya periksakan ke dokter.

Kondisi tersebut harus mendapatkan diagnosis untuk memastikan masalah perdarahan yang mendasarinya atau masalah pembekuan darah. Perawatan yang efektif dari kondisi yang mendasarinya dapat mencegah perdarahan di kemudian hari.

 

  1. Anonim. 2020. Subconjunctival Hemorrhage. https://www.webmd.com/eye-health/subconjunctival-hemorrhage-eye-red-spot-causes#1. (Diakses pada 30 Juli 2020)
  2. Colledge, Helen dan Matthew S. Bleeding Under the Conjunctiva (Subconjunctival Hemorrhage). https://www.healthline.com/health/subconjunctival-hemorrhage. (Diakses pada 30 Juli 2020)
  3. Dahl, Andrew A. 2019. Subconjunctival Hemorrhage. https://www.medicinenet.com/subconjunctival_hemorrhage/article.htm. (Diakses pada 30 Juli 2020)
  4. Mayo Clinic Staff. 2019. Subconjunctival hemorrhage (broken blood vessel in eye). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/subconjunctival-hemorrhage/symptoms-causes/syc-20353826. (Diakses pada 30 Juli 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi