Penyebab Perdarahan pada Awal Kehamilan, Haruskah ke Dokter?

perdarahan-saat-hamil-muda-doktersehat

DokterSehat.Com – Wanita yang baru pertama kali hamil pasti sering cemas dengan hal-hal yang terjadi pada kemaluannya. Pada awal kehamilan, perubahan demi perubahan akan terjadi dan membuat beberapa wanita merasa tidak nyaman. Salah satu hal yang membuat wanita merasa tidak nyaman adalah munculnya perdarahan pada awal kehamilan.

Perdarahan yang terjadi pada awal kehamilan sering membuat wanita merasa ketakutan. Mereka akan panik karena menganggap perdarahan merupakan tanda dari keguguran. Sebenarnya perdarahan yang terjadi pada awal kehamilan tidak melulu berhubungan dengan kondisi buruk. Berikut ulasan tentang penyebab perdarahan pada awal kehamilan.

Penyebab perdarahan awal kehamilan

Perdarahan yang terjadi saat awal kehamilan bisa disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini. Beberapa penyebab perdarahan tidak terlalu berbahaya meski ada juga yang sampai membahayakan keselamatan dari janin yang sedang ada di dalam kandungan.

  1. Iritasi yang terjadi di serviks

Iritasi bisa terjadi pada serviks atau leher dari rahim. Iritasi ini muncul karena beberapa hal. Pertama karena aktivitas seks yang dilakukan oleh pasangan. Aktivitas seks yang terlalu kasar menyebabkan beberapa masalah seperti luka robek di rongga vagina dan iritasi yang terjadi di serviks kalau pria memiliki penis yang ukurannya di atas rata-rata.

Selanjutnya iritasi juga disebabkan oleh adanya penyakit menular seks. Meski sedang hamil, penyakit seksual tetap bisa menginfeksi.  Oleh karena itu, wanita yang sedang hamil disarankan untuk melakukan seks secara aman. Meski dengan pasangan sekali pun, kondom harus tetap digunakan.

  1. Perdarahan karena implantasi

Perdarahan juga bisa terjadi di rahim karena ada implantasi atau menempelnya plasenta pada dinding rahim. Saat menempel, dinding rahim akan sedikit terbuka dan darah akan turun hingga ke vagina. Selain perdarahan ringan, wanita juga akan merasakan sakit yang cukup intens selama beberapa hari saja.

Perdarahan yang terjadi karena implantasi termasuk normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Selama tidak ada masalah dan perdarahan lanjutan, Anda tidak perlu membawanya ke dokter atau bidan untuk diperiksa lebih lanjut.

Perdarahan akibat implantasi ini terjadi sekitar 10 hari setelah pembuahan. Jadi, beberapa wanita menganggap perdarahan yang terjadi adalah menstruasi biasa. Padahal jumlah darah yang keluar tidak terlalu banyak.

  1. Ektopi di serviks

Ektopi di serviks adalah munculnya sel invasif di sekitar serviks. Sel ini menyebabkan perdarahan meski tidak terlalu banyak. Oh ya, kondisi ini biasanya lebih sering mengenai mereka yang melakukan persalinan kedua dan persalinan pertamanya dilakukan secara normal.

  1. Keguguran

Awal kehamilan rawan sekali terjadi keguguran. Kondisi ini menyebabkan wanita hamil muda harus lebih waspada dan tidak boleh terlalu lelah. Kalau sampai terlalu lelah keguguran akan terjadi. Kondisi ini muncul dengan perdarahan keci lalu berakhir dengan jaringan dari janin yang belum tumbuh dengan sempurna.

  1. Kehamilan ektopi

Kehamilan ektopi adalah kehamilan yang terjadi tidak di dalam rahim. Artinya embrio yang terbentuk saat pembuahan justru melakukan implantasi di tuba falopi atau bagian lain di sekitar rahim. Karena tidak berada di rahim, ada kemungkinan terjadi perdarahan dan keguguran.

Perdarahan lanjut pada trimester kedua dan ketiga

Setelah perdarahan pada trimester pertama atau awal kehamilan selesai, Anda tidak bisa senang dahulu. Tetap jaga kesehatan dari janin agar perdarahan akibat beberapa hal di bawah ini tidak terjadi.

  • Perdarahan tanpa akibat yang jelas. Bisa jadi karena aktivitas seks dari pasangan yang terlalu intens.
  • Placenta previa. Kondisi placenta previa ini muncul kalau letak dari plasenta bergeser. Harusnya berada di dalam rahim, tapi karena terjadi gangguan, letaknya jadi berubah di dekat bukaan dari serviks atau leher rahim.
  • Lepasnya plasenta dari dinding rahim. Plasenta seharusnya menempel di dinding rahim selama beberapa bulan dan akan lepas kalau janin akhirnya lahir. Sayangnya karena ada guncangan atau karena trauma, plasenta lemas dan menyebab perdarahan yang cukup kuat sebelum terjadi persalinan.
  • Perdarahan yang terjadi saat persalinan wajar terjadi pada semua wanita baik dalam jumlah kecil atau banyak. Kalau perdarahan yang terjadi saat nifas tidak banyak berarti sedang tidak ada masalah pada tubuh. Namun, kalau perdarahan yang terjadi cukup banyak, Anda butuh penanganan lebih intensif.

Kapan harus mendapatkan pertolongan?

Perdarahan ringan atau spotting karena ada implantasi mungkin tidak akan memberikan efek apa-apa pada janin. Seiring dengan berjalannya waktu, kondisi normal akan terjadi dan wanita bisa mengandung hingga melakukan persalinan. Namun, kalau perdarahan yang terjadi tidak berhenti dan lebih deras, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri.

Perdarahan awal kehamilan yang tidak normal biasanya terjadi cukup deras dan kadang keluar jaringan tertentu. Selanjutnya, wanita akan merasakan lemas dan juga pusing yang cukup intens. Kalau rasa sakit ini tidak kunjung sembuh dan suhu tubuh kian naik, ada kemungkinan terjadi gangguan yang lebih besar.

Segera hubungi dokter atau bidan yang menangani Anda selama ini. Lakukan pemeriksaan terkait ada atau tidaknya gangguan di dalam rahim atau vagina. Kalau memang tidak sedang terjadi gangguan ada baiknya untuk meminta saran pada dokter terkait apa yang harus dilakukan agar janin semakin kuat. Sebaliknya kalau ada gangguan, minta obat atau cara agar janin masih bisa diselamatkan kalau memungkinkan.

Demikianlah ulasan singkat tentang perdarahan yang muncul pada awal kehamilan. Dari beberapa penyebab di atas, kira-kira mana saja yang paling sering terjadi pada wanita dan menyebabkan gangguan pada janin? Semoga saat Anda hamil nantinya perdarahan abnormal pada awal kehamilan tidak terjadi, ya.