Perdarahan Muncul Usai Bercinta, Normalkah?

doktersehat-seks-pasangan-hubungan-intim-usia-lanjut
pic credit: stuart conner

DokterSehat.Com – Beberapa wanita yang masih perawan dan baru saja menikah kerap mendapatkan perdarahan pada vagina usai berhubungan badan. Perdarahan ini bisa terjadi karena ada luka atau robek pada dinding vagina yang masih sempit. Selain itu, vagina juga belum menyesuaikan diri dengan ukuran penis dari pasangan sehingga kemungkinan berdarah cukup besar.

Selain hubungan seks yang pertama atau awal pernikahan, perdarahan mungkin bisa terjadi setelahnya. Pada kondisi ini wanita harus lebih waspada karena perdarahan bisa saja terjadi akibat penyakit-penyakit tertentu.

Penyebab perdarahan pada vagina
Perdarahan yang keluar usai berhubungan badan bisa terjadi karena beberapa hal di bawah ini.

  • Vagina yang kering. Saat vagina terlalu kering saat berhubungan badan, gesekan penis akan lebih keras mengenai dinding dan liang. Dampaknya, wanita akan mengalami rasa sakit dan berdarah, terlebih kalau penetrasi yang dilakukan pasangan cukup kuat.
  • Peradangan vaginitis. Vagina bisa berdarah karena ada peradangan akibat infeksi bakteri.
  • Luka terbuka akibat herpes dan sipilis juga bisa menyebabkan vagina jadi berdarah usai berhubungan badan.
  • Kanker serviks dan gangguan lain pada area itu menyebabkan dinding vagina mengeluarkan darah kalau tergesek.
  • Polip serviks atau benjolan pada serviks.
  • Cedera pada lapisan rahim.

Mencegah perdarahan pada vagina
Untuk mencegah perdarahan muncul dari vagina dan aktivitas seks jadi tidak nyaman karena adanya kekhawatiran, coba lakukan beberapa berikut ini.

  • Lakukan foreplay yang benar. Rangsang wanita dengan maksimal agar cairan pelumas alami dari vagina bisa keluar dengan maksimal.
  • Kalau vagina tetap terlalu kering saat akan berhubungan badan, coba gunakan cairan pelumas buatan yang banyak dijual di pasaran. Pastikan cairan pelumas yang digunakan berbahan dasar air.
  • Jaga organ kewanitaan secara rutin setiap hari untuk menghindari penyakit-penyakit berbahaya yang bisa menurunkan fungsi seksual dan fungsi reproduksi.