Terbit: 23 September 2019
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Apa perbedaan stres dan depresi? Stres adala suasana hati yang ruwet akibat masalah hidup sehari-hari. Sementara depresi adalah perasaan sedih jangka panjang yang tidak dapat dijelaskan. Ketahui beda stress dan depresi, tanda-tanda depresi, dll.

Perbedaan Stres dan Depresi: Definisi, Penyebab, Gejala, dll

Apa Itu Stres?

Stres adalah suasana hati yang tidak bagus karena hal-hal yang Anda temui setiap hari di hidup Anda, kejadian yang tidak menyenangkan, membuat Anda gugup, atau sesuatu yang Anda rasa sudah berlebihan untuk Anda tangani. Contoh hal-hal pemicu stres adalah pekerjaan yang berat, detik-detik menjelang ujian sekolah,  jalanan yang macet, perdebatan dengan seseorang, masalah di kampus, atau hal-hal menantang yang Anda temui di hari-hari Anda.

Stres dapat membuat Anda sulit untuk fokus pada hal yang seharusnya menjadi prioritas Anda dan Anda mungkin tidak merasa bersemangat untuk menjalani hari-hari Anda. Kondisi stres juga dapat berefek pada fisik Anda seperti insomnia atau kesulitan untuk tidur malam, kurang atau berlebihan makan, sakit kepala, sakit perut, dan pada kondisi yang parah stres dapat memicu tekanan darah tinggi.

Apa Itu Depresi?

Depresi adalah perasaan sedih, tidak menentu, bingung, tidak enak hati dalam periode waktu yang lama, bahkan bisa berlangsung selamanya. Bisa dikatakan depresi adalah tanda penyakit mental, sebuah perasaan yang sulit untuk dijelaskan.

Depresi disebabkan oleh satu atau berbagai pengalaman buruk yang tidak bisa diatasi dan tak terlupakan. Orang yang depresi membutuhkan perawatan medis intensif karena depresi yang sudah parah memungkinkan mereka memiliki pikiran untuk bunuh diri.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Perbedaan stres dan depresi adalah pada perasaan kesepian, putus asa, merasa terisolasi, tidak bisa berhubungan sosial dengan orang lain, tidak merasa bahagia dengan alasan yang beragam , bahkan tidak bisa menikmati hal-hal baik dan indah yang ada di sekelilingnya.

­­­­­­Perbedaan Stres dan Depresi

Perasaan stres, depresi, dan gelisah memiliki gejala yang sama bahkan terkadang sangat sulit untuk mengetahui sebenarnya apa yang sedang Anda rasakan. Perasaan stres umumnya berasal dari masalah kehidupan Anda sehari-hari seperti pekerjaan yang menumpuk, tugas kuliah yang tak kunjung selesai, atau banyaknya deadline yang harus segera diselesaikan.

Depresi adalah kondisi lain dari kesehatan mental Anda, berbeda dengan stres, seseorang yang mengalami depresi harus ditangani dengan serius karena umumnya mengancam mental dan hidup mereka. Orang yang merasakan stres umumnya akan merasa baik-baik saja setelah mereka bisa menyelesaikan hal-hal yang memicu terjadinya stres, misal menyelesaikan deadline pekerjaan, selesai ujian, atau bebas dengan tugas-tugas.

Sedangkan, depresi pada seseorang sulit dihilangkan. Contoh kasus depresi adalah ketika Anda merasa bila Anda pindah rumah ke tempat yang lebih indah maka Anda merasa lebih baik, tapi ternyata seindah apapun tempatnya Anda tetap merasa depresi.

Umumnya, semua orang merasakan stres dalam hidupnya tapi belum tentu itu adalah sebuah depresi. Perasaan stres yang kronis dan terus-menerus memiliki resiko seseorang jadi depresi dan memengaruhi semua aspek hidup Anda.

Lihat beda stres dan depresi dalam tabel ini:

Stres Depresi
Bisa hilang saat hidup Anda berubah Dapat bertahan selama bertahun-tahun
Penyebabnya jelas Penyebabnya dapat datang dari mana saja
Terjadi saat ada satu masalah di hidup Anda Terjadi bahkan saat hidup Anda terlihat baik-baik saja
Stres kronis dapat menyebabkan depresi Depresi kronis dapat memicu bunuh diri
Tidak semua gejala stres berubah jadi depresi jika ditangani dengan baik Semua orang yang depresi pasti merasakan stres

Itulah perbedaan stres dan depresi yang harus Anda ketahui agar Anda tahu apa gejala yang sedang Anda rasakan selama ini.

Persamaan Stres dan Depresi

Stres dan depresi memang berbeda, tapi kondisi suasana hati ini berkaitan dan kadang terlihat sama gejalanya. Berikut ini adalah persamaan stres dan depresi, yaitu:

  • Keduanya sama-sama individual
  • Berpengaruh pada suasana hati Anda jadi buruk
  • Tidak berenergi
  • Tidak semangat dan kehilangan motivasi
  • Pola tidur terganggu
  • Memikirkan sesuatu berlebihan
  • Tidak tertarik bersosialisasi
  • Sulit fokus
  • Berpengaruh pada otak
  • Berpikir berlebihan
  • Berpengaruh pada pola makan

Itulah persamaan gejala stres dan depresi, keduanya sama-sama berpengaruh pada suasana hati seseorang dan bagaimana mereka bereaksi menghadapi satu kejadian.

Gejala Stres dan Depresi

Gejala stres, depresi, dan anxiety atau perasaan gelisah memang mirip dan bahkan sama. Inilah tanda-tanda stres dan depresi untuk membantu Anda mengidentifikasi kondisi yang mungkin Anda rasakan, yaitu:

Tanda-tanda stres, yaitu:

  • Merasa kewalahan, keteteran, tidak sanggup lagi dengan aktivitas Anda sekarang
  • Insomnia
  • Sulit Konsentrasi
  • Lebih emosional dan mudah marah
  • Pola makan berubah, bisa jadi tidak nafsu atau malah makan lebih banyak dari biasanya
  • Memiliki masalah dengan memori

Tanda-tanda depresi, yaitu:

  • Merasa sedih dan putus asa berkepanjangan
  • Merasa tidak berharga
  • Tidak memiliki semangat hidup
  • Menyalahkan diri sendiri
  • Merasa lelah terus-menerus
  • Berpikir berlebihan terhadap masalah kecil
  • Tidak memiliki energi untuk melakukan aktivitas
  • Tidak bisa berdamai dengan masa lalu atau memori lainnya
  • Pola makan berubah
  • Emosional
  • Mudah marah
  • Kehilangan gairah seksual
  • Pikiran untuk bunuh diri

Ketahui Tanda Depresi pada Pria yang sering diabaikan.

Gejala anxiety atau kegelisahan, yaitu:

  • Merasa panik atau dalam bahaya
  • Gugup
  • Selalu tidak tenang
  • Sulit konsentrasi
  • Masalah pencernaan
  • Pikiran obsesif
  • Detak jantung dan napas cepat
  • Gelisah kronis

Pahami tanda-tanda stres dan depresi yang mungkin Anda rasakan.

Cara Mengatasi Stres

Tanda-tanda stres pada seseorang menandakan bahwa hidupnya sangat menantang dan pada banyak kondisi stres malah membuat seseorang belajar lebih baik tentang hidup ini. Beberapa orang yang mengalami stres mengira bahwa itu adalah tanda-tanda depresi.

Bagaimana pun itu, Anda harus mengatasi stres atau depresi demi kesehatan dan kualitas hidup Anda. Berikut ini adalah cara mengatasi stres, yaitu:

1. Refreshing

Anda harus menyingkirkan semua hal-hal yang membuat Anda stres. Saat Anda stres, otak seperti tidak bisa bekerja dengan baik. Biarkan diri Anda beristirahat sebentar. Anda bisa pergi jalan-jalan sebentar, cari pemandangan segar, cari hiburan, atau hal-hal yang menyenangkan lainnya.

Setelah Anda merasa lebih baik, kembali lagi dengan perasaan dan kondisi yang prima untuk bisa menyelesaikan masalah-masalah di hari-hari Anda.

2. Jangan Menyendiri

Ceritakan pada keluarga, sahabat, dan orang-orang yang Anda cintai tentang masalah Anda. Biarkan mereka tahu dan memberi Anda saran. Dukungan dari orang-orang sekitar adalah obat paling ampuh untuk mengurangi stres yang Anda rasakan.

3. Buat Daftar Rencana

Semua yang Anda pikirkan akan membuat Anda merasa lebih stres lagi. Cobalah buat rencana yang harus Anda lakukan, solusi dari masalah Anda, dan apa saja aksi untuk menyelesaikannya. Ketahui tentang Makanan Ini Bisa Membantu Meredakan Stres

Cara Mengatasi Depresi

Tanda-tanda depresi yang Anda rasakan tidak boleh dibiarkan begitu saja. Cara mengatasi depresi adalah dengan mengubah pandangan hidup Anda.

Cara mengatasi depresi, yaitu:

  • Ubah pola pikir.
  • Berhenti menyalahkan diri sendiri.
  • Bayangkan kejadian-kejadian indah.
  • Ceritakan sesuatu yang membahagiakan.
  • Buat rencana hidup Anda.
  • Cari sebuah tujuan untuk Anda capai.
  • Minta dukungan ke keluarga, sahabat, dan teman-teman Anda.
  • Hindari berpikiran buruk.
  • Lakukan sesuatu yang baru.
  • Olahraga.

Depresi adalah kondisi kesehatan mental yang terganggu. Jika Anda tidak bisa mengatasinya dengan cara-cara natural di atas, Anda dianjurkan konsultasi pada psikiater secepatnya. Psikiater akan memberi Anda saran terbaik untuk sembuh dari depresi Anda.

Ada beberapa tipe psikoterapi untuk mengatasi depresi dan gejala mental lainnya, yaitu:

  • Terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioural Therapy (CBT).
  • Psikoterapi psikodinamik.
  • Psikoterapi interpersonal.
  • Desensitisasi dan pemrosesan ulang mata (EMDR).
  • Terapi perilaku dialektis (DBT).
  • Program rawat jalan intensif (IOPs) bagi mereka yang terkena dampak paling negatif oleh depresi.

Tanda-tanda depresi kronis pada seseorang dapat dirawat dengan minum obat antidepresan bersama dengan psikoterapi. Contoh antidepresan adalah citalopram, escitalopram, paroxetine, fluoxetine, sertraline, dll.

Ketahui 10 cara Membantu Teman Mengatasi Depresi dengan benar.

Cara Mencegah Stres dan Depresi

Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana cara menghindari  stres dan depresi karena kondisi mental seseorang berbeda-beda. Namun, ada beberapa hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk mencegah stres dan depresi, meliputi:

  • Cari media untuk pelampiasan meringankan gejala stres.
  • Jaga diri Anda dan pelajari karakter Anda untuk jadi lebih baik.
  • Berolahraga, makan dengan baik, dan jaga pola tidur.
  • Ceritakan pada orang-orang terdekat tentang apa yang Anda rasakan.
  • Konsultasi ke psikiater jika Anda merasa suasana hati Anda tidak terkontrol.

Itulah perbedaan stres dan depresi dan cara menanganinya. Semoga informasi kesehatan tentang beda stres dan depresi ini dapat membantu Anda mengidentifikasi gejala yang mungkin Anda alami sekarang.

 

  1. Amatenstein, Sherry LCSW. 2019. How to Overcome Depression: 5 Things You Can Do NOW to Make a Meaningful Impact. https://www.psycom.net/therapist-plan-for-overcoming-depression/. (Diakses pada 23 September 2019).
  2. Harley Therapy. 2015. Stress vs Depression – Do You Know the Difference?. https://www.harleytherapy.co.uk/counselling/stress-vs-depression.htm. (Diakses pada 23 September 2019).
  3. Goldenberg, Matthew D.O. 2017. How a Psychiatrist Treats Depression: A Peek Behind the Curtain. https://www.huffpost.com/entry/how-a-psychiatrist-treats_b_6244256?guccounter=1&guce_referrer=aHR0cHM6Ly93d3cuZ29vZ2xlLmNvbS8&guce_referrer_sig=AQAAAD0MJ8Yaf5yOs_XoxAGKaVZ9104rbEIjFF756mvK6wI49LTJKbXfkO7Z8L1UTmqi30iqSkJu7LR7sCU81Mk_S9wLEwFvuFuF0SmUkVCr6lWzIS9bu5RnfkQeJKcQLQPoXAT6YfhI1VxL9BKgx8l_m3XNwUkZ5GaBnGWvWRB90Q_P. (Diakses pada 23 September 2019).
  4. Mental Health America. 2019. Stressed Or Depressed? Know The Difference. https://www.mhanational.org/stressed-or-depressed-know-difference. (Diakses pada 23 September 2019).
  5. Morley, Nicole. 2017. The difference between stress and depression and warning signs to look out for. https://metro.co.uk/2017/04/13/the-difference-between-stress-and-depression-and-warning-signs-to-look-out-for-6573478/. (Diakses pada 23 September 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi