Terbit: 4 Juni 2021 | Diperbarui: 9 Juni 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Perbedaan psikolog dan psikiater penting untuk diketahui terutama bagi Anda yang ingin mengatasi masalah kejiwaan. Meski sama-sama profesional kesehatan mental, keduanya memiliki bentuk penanganan yang berbeda. Ketahui perbedaan psikiater dan psikolog berikut ini.

Perbedaan Psikolog dan Psikiater yang Penting untuk Diketahui

Apa Perbedaan Psikolog dan Psikiater?

Perbedaan psikiater dan psikolog sering kali sulit dibedakan oleh orang awam karena kedua profesi ini sama-sama dilatih untuk mendiagnosis dan merawat orang dengan gangguan kesehatan mental. Namun, psikolog dan psikiater memiliki latar belakang pendidikan, pelatihan, dan penanganan yang berbeda.

Berikut beberapa perbedaan psikolog dan psikiater yang utama adalah:

  • Psikiater adalah dokter, sementara psikolog bukan dokter.
  • Seorang psikiater meresepkan obat, sementara psikolog tidak bisa meresepkan obat.
  • Psikiater mendiagnosis penyakit, melakukan perawatan, dan menyediakan berbagai terapi untuk kesehatan mental yang kompleks dan serius. Sedangkan seorang psikolog fokus memberikan psikoterapi (terapi bicara).

Apa Itu Psikiater?

Psikiater adalah seorang dokter yang memiliki spesialisasi dalam mencegah, mendiagnosis, dan mengobati gangguan mental. Latar belakang pendidikan seorang psikiater adalah telah menyelesaikan pendidikan sarjana strata satu (sarjana kedokteran), pendidikan profesi sebagai dokter, dan pendidikan spesialisasi kedokteran jiwa.

Seorang psikiater dilatih untuk membedakan masalah kesehatan mental dari kondisi medis mendasar lain yang dapat muncul terkait masalah kejiwaan. Psikiater juga dapat memantau efek penyakit mental pada kondisi fisik (seperti masalah jantung atau tekanan darah tinggi) dan efek obat-obatan pada tubuh (seperti berat badan, gula darah, tekanan darah, tidur, fungsi ginjal atau hati).

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Sebagai seorang dokter, seorang psikiater memiliki lisensi untuk menulis resep. Banyak gangguan mental dapat diobati secara efektif dengan obat-obatan tertentu. Perawatan mungkin difokuskan pada manajemen pengobatan.

Apa Itu Psikolog?

Latar belakang pendidikan seorang psikolog  adalah sarjana psikologi yang telah mengikuti program akademik strata satu (sarjana psikologi) dan program profesi sebagai psikolog.

Psikolog berlisensi memenuhi syarat untuk melakukan konseling, psikoterapi,  tes psikologis, dan memberikan perawatan untuk gangguan mental. Namun, psikolog bukanlah dokter. Sering kali seorang psikolog akan bekerja sama dengan seorang psikiater atau dokter medis lain yang memberikan perawatan untuk penyakit mental.

Seperti psikiater, psikolog dapat memanfaatkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) untuk mendiagnosis orang yang mengalami gejala gangguan psikologis. Seorang psikolog sering menggunakan tes psikologis seperti tes kepribadian, wawancara klinis, penilaian perilaku, dan tes IQ untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik mengenai kondisi pasien.

Baca Juga: 8 Tanda Anda Butuh Konsultasi Psikologi (Jangan Ragu)

Perbedaan Psikolog dan Psikiater dalam Praktik

Selain memiliki metode yang berbeda dalam penanganan, terkadang perbedaan psikiater dan psikolog juga dapat terlihat dari lingkungan tempat bekerja.

Kriteria dan Tugas Psikiater

Seorang psikiater dapat bekerja di:

  • Tempat praktik pribadi.
  • Rumah sakit.
  • Rumah sakit jiwa.
  • Pusat medis universitas.
  • Panti jompo.
  • Penjara.
  • Tempat rehabilitasi.

Beberapa kondisi yang sering mendapatkan perawatan dari psikiater adalah mereka yang memiliki:

  • Gangguan kecemasan.
  • Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).
  • Gangguan bipolar.
  • Depresi mayor.
  • Gangguan stres pasca trauma.
  • Skizofrenia.

Psikiater mendiagnosis keadaan di atas dan kondisi kesehatan mental lainnya menggunakan:

  • Tes psikologi.
  • One-on-one evaluation.
  • Tes laboratorium untuk menyingkirkan penyebab fisik.

Setelah membuat diagnosis, beberapa obat yang diresepkan oleh psikiater meliputi:

  • Antidepresan.
  • Obat antipsikotik.
  • Mood stabilizer.
  • Stimulan.
  • Obat penenang.

Setelah meresepkan obat, psikiater akan memantau pasien dengan cermat untuk melihat tanda-tanda perbaikan dan efek samping yang muncul. Berdasarkan informasi ini, psikiater mungkin membuat perubahan pada dosis atau jenis obat.

Selain itu, seorang psikiater juga dapat meresepkan jenis perawatan lain, seperti:

  • Electroconvulsive therapy. Ini adalah terapi yang melibatkan penerapan arus listrik ke otak. Perawatan ini biasanya dicadangkan untuk kasus depresi berat yang tidak merespons jenis perawatan lainnya.
  • Light therapy. Terapi ini melibatkan cahaya buatan untuk mengobati depresi musiman, terutama di tempat-tempat yang tidak mendapatkan banyak sinar matahari.

Sementara jika gangguan mental terjadi pada anak, psikiater akan memulai dengan pemeriksaan kesehatan mental yang komprehensif. Hal ini diperlukan untuk mengevaluasi berbagai hal yang mendasari masalah kesehatan mentalnya, termasuk emosional, kognitif, pendidikan, keluarga, dan genetik.

Perawatan untuk anak-anak mungkin melibatkan:

  • Terapi bicara individu, kelompok, atau keluarga.
  • Obat-obatan.
  • Konsultasi dengan dokter atau profesional lain.

Kriteria dan Tugas Psikolog

Salah satu perbedaan psikolog dan psikiater yang paling jelas adalah bahwa psikolog tidak dapat meresepkan obat. Seorang psikolog mendiagnosis gangguan kesehatan mental menggunakan wawancara, survei, dan observasi.

Psikolog dapat bekerja di:

  • Tempat praktik pribadi.
  • Rumah sakit.
  • Rumah sakit jiwa.
  • Pusat medis universitas.
  • Panti jompo.
  • Penjara.
  • Tempat rehabilitasi.

Perawatan yang umum diberikan oleh seorang psikolog adalah terapi bicara. Perawatan ini dilakukan dengan membicarakan masalah yang dihadapi. Selama serangkaian sesi, seorang psikolog akan bekerja sama dengan orang lain untuk membantu lebih memahami gejala dan menentukan perawatan yang sesuai.

Terapi perilaku kognitif adalah jenis terapi bicara yang sering digunakan psikolog. Ini adalah pendekatan yang berfokus untuk membantu orang mengatasi pikiran dan pola pikir negatif.

Terapi bicara memiliki banyak bentuk, termasuk:

  • One-on-one dengan terapis.
  • Terapi keluarga.
  • Terapi kelompok.

Sementara saat merawat anak-anak, psikolog dapat menilai area selain kesehatan mental, termasuk fungsi kognitif dan kemampuan akademik.

Selain itu, seorang psikolog juga dapat melakukan jenis terapi yang biasanya tidak dilakukan oleh psikiater, seperti terapi bermain. Jenis terapi ini membiarkan anak-anak bermain dengan bebas di ruang bermain yang aman dengan sedikit aturan/batasan.

Dengan menonton anak bermain, psikolog dapat memperoleh informasi tentang perilaku yang mengganggu dan apa yang tidak nyaman diungkapkan oleh seorang anak. Setelah itu, seorang psikolog dapat mengajari anak keterampilan komunikasi, keterampilan memecahkan masalah, dan perilaku yang lebih positif.

 

  1. Anonim. 2019. Guide to Psychiatry and Counseling. https://www.webmd.com/mental-health/guide-to-psychiatry-and-counseling. (Diakses pada 4 Juni 2021).
  2. Anonim. Psychiatrists and psychologists: what’s the difference?. https://www.yourhealthinmind.org/psychiatry-explained/psychiatrists-and-psychologists. (Diakses pada 4 Juni 2021).
  3. Cherry, Kendra. 2021. Differences Between Psychologists and Psychiatrists. https://www.verywellmind.com/psychologists-vs-psychiatrists-what-is-the-difference-2795761. (Diakses pada 4 Juni 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi