Terbit: 22 Desember 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Antara probiotik, prebiotik, dan sinbiotik, ketiganya memiliki perbedaan. Apa saja perbedaan yang dimaksud? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Perbedaan Probiotik, Prebiotik, dan Sinbiotik yang Perlu Diketahui

Probiotik, Prebiotik, dan Sinbiotik: Komponen Kesehatan Tubuh

Agar senantiasa sehat dan dapat menjalankan fungsinya secara optimal, tubuh memerlukan peran dari berbagai macam elemen. Dari sekian macam elemen-elemen tersebut, probiotik, prebiotik, dan sinbiotik adalah salah tiganya.

Probiotik, prebiotik, dan sinbiotik umumnya kita temui pada produk makanan, minuman, maupun suplemen kesehatan. Ketiganya kerap dikaitkan dengan sistem pencernaan, meskipun sebenarnya juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara umum.

Perbedaan Probiotik, Prebiotik, dan Sinbiotik

Anda mungkin saat ini bertanya-tanya, sebenarnya apa sih yang menjadi perbedaan antara probiotik, prebiotik, dan sinbiotik? Ada kaitan apa antara ketiga elemen penting bagi tubuh tersebut? Nah, supaya tidak penasaran, berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai ketiganya.

Apa Itu Probiotik?

Probiotik adalah mikroorganisme berupa bakteri dan ragi yang hidup di dalam tubuh, utamanya pada sistem pencernaan. Jangan salah sangka, bakteri dan ragi probiotik tersebut tidak menimbulkan masalah kesehatan tubuh. Alih-alih demikian, keduanya justru berperan penting dalam menjaga agar tubuh—khususnya usus—agar tetap sehat. Itu sebabnya, probiotik kerap dijuluki sebagai bakteri “baik”.

Agen probiotik yang paling umum meliputi:

  • Lactobacillus. Ini mungkin menjadi agen probiotik yang paling umum. Bakteri ini biasanya terdapat pada yogurt dan makanan fermentasi lainnya. Strain yang berbeda dapat membantu diare dan dapat membantu orang yang tidak dapat mencerna laktosa.
  • Bifidobacterium. Anda bisa menemukan bakteri ini di beberapa produk susu. Bifidobacterium dapat membantu meringankan gejala sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS) dan beberapa kondisi medis terkait pencernaan.
  • Saccharomyces boulardii. Ini adalah ragi memiliki efek Saccharomyces boulardii dapat membantu melawan diare dan masalah pencernaan lainnya.

Beberapa kondisi medis umum yang dapat teratasi dengan “bantuan” probiotik adalah sebagai berikut:

  • Sindrom iritasi usus
  • Penyakit radang usus (IBD)
  • Diare infeksius (disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit)
  • Diare yang disebabkan oleh antibiotik

Ada juga beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa probiotik berguna untuk masalah di bagian lain tubuh Anda. Misalnya, beberapa orang mengatakan bahwa mikroorganisme ini membantu mengatasi:

  • Kondisi kulit, seperti eksim
  • Penyakit saluran kemih dan vagina
  • Alergi
  • Masalah mulut
  • Diabetes
  • Pneumonia

Akan tetapi, probiotik juga bisa menimbulkan efek samping. Ini utamanya berlaku bagi orang-orang yang menderita penyakit Crohn.

Makanan yang Mengandung Probiotik

Berikut ini adalah contoh makanan yang mengandung probiotik di dalamnya:

  • Yogurt
  • Tempe
  • Kimchi
  • Miso
  • Kombucha
  • Keju

Apa Itu Prebiotik?

Selain probiotik, ada juga prebiotik. Lantas, apa perbedaan antara probiotik dan prebiotik? Bukankah keduanya sama?

Tidak, keduanya tidak sama. Namun demikian, probiotik dan prebiotik memiliki keterkaitan erat. Prebiotik adalah sejenis serat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia. Fungsi dari prebiotik ini tidak lain sebagai sumber “makanan” untuk probiotik.

Jadi, bisa dibilang tanpa prebiotik ini, bakteri maupun ragi probiotik tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga berdampak pada tidak optimalnya fungsi mereka. Alhasil, sistem pencernaan khususnya usus rentan untuk mengalami gangguan kesehatan.

Menariknya, sebuah penelitian yang rilis pada tahun 2017 silam menunjukkan jika prebiotik juga berperan dalam membantu mengatasi masalah mental seperti depresi. Akan tetapi, masih perlu adanya penelitian lanjutan guna mengonfirmasi hal ini.

Manfaat lainnya yang bisa Anda dapatkan jika mendapat asupan prebiotik yang mencukupi adalah sebagai berikut:

  • Membantu proses penyerapan kalsium
  • Membantu tubuh memproses karbohidrat
  • Memperlancar metabolisme tubuh

Belum dapat dipastikan mengenai efek samping dari penggunaan prebiotik. Kalaupun ada, maka hal ini lebih berpotensi terjadi pada anak bayi.

Makanan yang Mengandung Prebiotik:

Lantas, makanan apa yang mengandung prebiotik? Berikut beberapa di antaranya:

  • Apel
  • Asparagus
  • Pisang
  • Beri
  • Oat
  • Cokelat
  • Bawang putih
  • Tomat
  • Kacang kedelai
  • Legumes
  • Sayuran berdaun hijau (bayam, kale, dsb.)

Apa Itu Sinbiotik?

Nama elemen yang satu ini mungkin untuk sebagian dari Anda masih terdengar asing. Apa perbedaan antara probiotik, prebiotik, dan sinbiotik?

Menurut Asosiasi International Probiotik dan Prebiotik atau International Association for Probiotics and Prebiotics (ISAPP) mendefinisikan sinbiotik sebagai “campuran yang terdiri dari organisme hidup dan substrat yang secara selektif digunakan oleh mikroorganisme inang yang memberikan manfaat kesehatan pada inang”.

Singkatnya, sinbiotik merupakan kombinasi dari probiotik dan prebiotik. Dengan mengonsumsi makanan maupun minuman yang mengandung sinbiotik, Anda mendapat asupan probiotik dan prebiotik secara bersamaan.

Penggabungan probiotik dan prebiotik hingga membentuk sinbiotik ini misalnya:

  • Lacticol dengan Lactobacillus
  • Bifidobacterium dengan fructoolingosaccharide (FOS)

Lantas, apa tujuan dari dilakukannya penggabungan antara probiotik dan prebiotik ini? Ternyata, hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan dari bakteri maupun ragi probiotik tersebut. Pasalnya, dengan turut sertanya prebiotik tersebut, asupan “makanan” bagi probiotik jadi lebih terjamin tanpa  harus mendapat asupan prebiotik tambahan.

Dewasa ini, sudah banyak produsen makanan maupun minuman yang menerapkan konsep sinbiotik pada produk yang mereka jual. Susu formula bayi menjadi salah satu dari produk-produk tersebut. Berdasarkan penelitian, susu formula bayi yang mengandung sinbiotik memiliki manfaat antara lain:

  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Mengoptimalkan pertumbuhan bayi
  • Merawat kesehatan pencernaan bayi
  • Mencegah dan mengatasi diare
  • Mencegah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)
  • Mengatasi infeksi telinga

Itu dia informasi mengenai definisi probiotik, prebiotik, dan sinbiotik yang perlu Anda ketahui sehingga kini Anda jadi tahu perbedaan antara ketiganya. Perannya yang penting sudah sekiranya membuat Anda selalu memenuhi asupan tiga elemen tersebut. Konsultasikan hal ini lebih lanjut dengan dokter Anda. Semoga bermanfaat!

 

  1. Anonim. Probiotics. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/14598-probiotics (accessed on 22 December 2020)
  2. Anonim. What are Probiotics? https://www.webmd.com/digestive-disorders/what-are-probiotics (accessed on 22 December 2020)
  3. Anonim. Prebiotics. https://www.webmd.com/digestive-disorders/prebiotics-overview (accessed on 22 December 2020)
  4. Levi, A. 2018. Are Synbiotics the New Probiotics? https://www.health.com/nutrition/synbiotics (accessed on 22 December 2020)
  5. Palsdottir, H. 2018. 11 Probiotic Foods That Are Super Healthy. https://www.healthline.com/nutrition/11-super-healthy-probiotic-foods#TOC_TITLE_HDR_11 (accessed on 22 December 2020)
  6. Tinsley, G. 2020. Probiotics and Prebiotics: What’s the Difference? https://www.healthline.com/nutrition/probiotics-and-prebiotics#benefits (accessed on 22 December 2020)
  7. Villines, Z. 2018. What is the difference between prebiotics and probiotics? https://www.medicalnewstoday.com/articles/323490#benefits-and-side-effects-of-prebiotics (accessed on 22 December 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi