5 Perbedaan Kontraksi Palsu dan Asli (Baca Yuk, Mom!)

perbedaan-kontraksi-palsu-asli-doktersehat

DokterSehat.Com– Kontraksi merupakan salah satu tanda persalinan yang ditunggu-tunggu. Kondisi ini terjadi ketika ada pengencangan pada rahim yang kemudian bisa rileks kembali. Akan tetapi, tidak semua kontraksi merupakan tanda persalinan. Ada juga kontraksi palsu atau Braxton-Hicks. Lalu, apa bedanya kontraksi palsu dan asli?

Apa Itu Kontraksi?

Kontraksi adalah suatu kondisi yang umum terjadi pada ibu hamil di detik-detik menjelang kelahiran sang buah hati. Kontraksi terjadi karena rahim yang mengencang (dan kembali rileks setelah beberapa saat), menandakan bahwa proses persalinan dapat dilakukan dalam waktu yang tidak lama lagi.

Masalahnya, kontraksi tidak selamanya menjadi pertanda bahwa ibu sebentar lagi akan melahirkan. Ya, ada kalanya saat usia kehamilan baru memasuki trimester kedua atau awal trimester ketiga. Kondisi ini lantas dikenal sebagai kontraksi ‘palsu’.

Rangkuman Informasi Perbedaan Kontraksi Palsu dan Asli

Kontraksi Palsu

Kontraksi Asli

  • Terjadi pada saat usia kehamilan 32-34 minggu
  • Kontraksi terjadi 30 menit sekali
  • Durasi kontraksi 20 detik hingga 2 menit
  • Terjadi pada saat usia kehamilan 37 minggu
  • Kontraksi terjadi terus menerus
  • Durasi kontraksi 30 – 70 detik

 

Kontraksi palsu atau disebut juga Braxton-Hicks adalah kontraksi yang dialami oleh ibu hamil namun bukan merupakan pertanda bahwa proses kelahiran akan segera tiba. Hal ini tentu saja berbeda dengan kontraksi asli yang mengindikasikan sebaliknya, yakni persalinan bisa segera dilakukan dalam waktu dekat.

Nah, seringkali para ibu hamil—terutama yang baru pertama kali mengalami kehamilan—keliru dalam merespon gejala kontraksi yang ia alami. Begitu mengalami kontraksi, ibu hamil langsung panik dan segera pergi ke dokter. Nyatanya, dokter mendiagnosis kontraksi sebagai kontraksi palsu.

Oleh karena itu, pengetahuan mengenai perbedaan kontraksi palsu dan asli menjadi sangat penting.

Ciri-Ciri Kontraksi Palsu dan Asli

Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya mengenai ciri ciri kontraksi palsu dan kontraksi asli dilihat dari sejumlah faktor yang perlu Anda ketahui sehingga tidak perlu buru-buru panik ketika mengalami kontraksi.

1. Kapan Kontraksi Palsu dan Asli Muncul?

Satu perbedaan mencolok antara kontraksi palsu dan asli adalah waktu munculnya kedua macam kontraksi tersebut.

Ya, kontraksi palsu atau Braxton-Hicks  umumnya terjadi pada saat kehamilan memasuki usia 32-34 minggu.  Siang dan malam hari adalah waktu-waktu di mana kontraksi palsu ini sering muncul. Sementara kontraksi asli yang menandakan kelahiran sudah semakin dekat  terjadi di saat usia kehamilan memasuki minggu ke-37 hingga 40.

Akan tetapi, ada kalanya kontraksi asli terjadi bahkan sebelum usia kehamilan mencapai minggu ke-37. Jika ini yang terjadi, maka kemungkinan ibu akan melahirkan bayinya secara prematur.

2. Berapa Durasi Kontraksi Palsu dan Asli?

Kontraksi palsu atau Braxton-Hicks biasanya terjadi setiap 30 menit sekali dengan durasi kontraksi sekitar 20 detik hingga 2 menit atau kadang tak tentu.

Hal ini berbeda dengan kontraksi asli yang mana durasinya cenderung konsisten yakni berkisar di 30 sampai 70 detik dan bisa terjadi terus-menerus tanpa henti. Apabila Anda merasakan hal ini, sebaiknya segera pergi ke dokter.

3. Intensitas Kontraksi Palsu dan Asli

Membedakan kontraksi palsu dan asli juga bisa dengan melihat intensitas atau tingkat keparahan yang dialami oleh ibu hamil.

Kontraksi atau pengencangan rahim palsu alias Braxton-Hicks lazimnya tidak menimbulkan rasa sakit. Kalaupun timbul rasa nyeri dan tidak nyaman, intensitasnya terbilang rendah. Selain itu, ciri ciri kontraksi palsu adalah kontraksi ini umumnya akan berhenti ketika Anda berjalan, beristirahat, atau mengubah posisi tubuh.

Hal sebaliknya berlaku untuk kontraksi asli menjelang proses persalinan. Ibu hamil bisa merasakan sakit dan rasa tidak nyaman dengan intensitas tinggi dan berlangsung secara konsisten. Selain itu, rasa sakit dari kontraksi asli biasanya bertahap dan semakin lama semakin meningkat rasa sakitnya.

Kontraksi asli juga tak lantas hilang sekalipun ibu hamil berhenti bergerak, beristirahat, atau mengubah posisi tubuh.

4. Lokasi Terjadinya Kontraksi

Braxton-Hicks atau kontraksi palsu umumnya terasa terasa di bagian bawah dari perut atau panggul, dan tidak disertai rasa sakit yang berlebihan. Lebih lanjut, pengencangan akibat kontraksi palsu biasanya tidak berkepanjangan. Pada kontraksi palsu juga tidak terjadi penipisan dinding serviks dan membukanya mulut rahim guna memberikan jalan bagi bayi untuk ke luar.

Sedangkan untuk kontraksi asli, lingkup sensasi pengencangannya lebih luas yakni mulai dari punggung bagian bawah kemudian menyebar hingga ke area perut secara keseluruhan.

5. Tujuan Terjadinya Kontraksi Palsu dan Asli

Baik kontraksi palsu maupun kontraksi asli, keduanya  sama-sama terjadi ketika rahim mengencang. Akan tetapi yang perlu Anda pahami adalah, bahwa kontraksi asli bertujuan untuk dapat membantu mendorong bayi ke ‘jalan’ lahir. Kontraksi asli juga biasanya disertai lendir agak kental yang bercampur darah dari vagina.

Sementara pada kontraksi palsu, kontraksi yang terjadi merupakan mekanisme alami tubuh untuk mempersiapkan diri dalam menjalani proses persalinan nantinya. Itu sebabnya, kontraksi palsu atau Braxton-Hicks ini memiliki intensitas yang ringan dan tidak terjadi secara konsisten sebagaimana halnya kontraksi asli.

Penanganan Kontraksi Palsu dan Asli

Kontraksi palsu adalah situasi yang wajar dan hampir pasti dialami oleh para ibu hamil. Oleh sebab itu, apabila Anda merasakan kontraksi yang tidak stabil dan cenderung tidak terlalu mengganggu, sebaiknya tidak perlu panik karena ini bisa jadi merupakan tanda tanda kontraksi palsu.

Alih-alih panik, lakukan sejumlah cara berikut ini:

  • Mandi air hangat
  • Olahraga ringan
  • Istirahat sejenak
  • Pijat khusus ibu hamil

Akan tetapi, bila sekiranya Anda merasakan kontraksi sesuai dengan ciri ciri kontraksi asli yang telah disebutkan di atas, segera persiapkan diri untuk pergi ke dokter.

Itu dia informasi mengenai perbedaan kontraksi palsu dan asli yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat, ya!

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Kandola, A. 2019. How to tell if contractions are real. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324326.php (Diakses pada 27 November 2019)
  2. Stoppler, M. Braxton Hicks vs. True Labor Contractions: How to Tell the Difference between Signs and Symptoms. https://www.medicinenet.com/braxton_hicks_vs_true_labor_contractions/article.htm#what_are_braxton_hicks_contractions_what_are_true_or_real_labor_contractions (Diakses pada 27 November 2019)
  3. Watson, S. 2018. Braxton-Hicks Contractions vs. Real Contractions. https://www.healthline.com/health/pregnancy/braxton-hicks-contractions-vs-real-contractions (Diakses pada 27 November 2019)