Terbit: 11 Mei 2020 | Diperbarui: 26 Juni 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Meski selintas mirip, perbedaan darah rendah dan kurang darah sangat jelas jika dilihat dari gejala dan penyebabnya. Kedua kondisi medis ini sering kali dianggap sama oleh kebanyakan orang sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Selengkapnya simak penjelasan lebih jauh tentang perbedaan keduanya di bawah ini.

Perbedaan Darah Rendah dan Kurang Darah, dari Gejala hingga Pengobatan!

Perbedaan Darah Rendah dan Kurang Darah

Bagaimana cara melihat perbedaannya? Perbedaan kedua kondisi medis ini bisa dilihat berdasarkan gejala yang ditunjukkan, penyebab, dan cara mengobatinya.

Berikut ini adalah penjelasan perbedaan darah rendah dan kurang darah:

1. Darah Rendah (Hipotensi)

Darah rendah atau tekanan darah rendah atau dalam istilah medisnya disebut hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah lebih rendah dari normal. Hipotensi terjadi saat tekanan darah berada di bawah 90/60 mmHg, sedangkan tekanan darah normal kurang lebih 120/80 mmHg.

Arti besaran angka 90 adalah tekanan darah ketika jantung sedang berkontraksi (sistolik), sedangkan arti angka 60 adalah tekanan darah ketika jantung berelaksasi (diastolik).

Tanda Darah Rendah

Tekanan darah rendah bagi sebagian orang menandakan masalah kesehatan yang mendasarinya, terutama saat turun secara tiba-tiba atau disertai dengan tanda dan gejala, di antaranya:

  • Penglihatan kabur atau buram
  • Pusing
  • Mual
  • Kelelahan
  • Kurang konsentrasi
  • Syok
  • Pingsan

Sedangkan tekanan darah rendah ekstrem dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa. Tanda darah rendah termasuk:

  • Napas cepat dan dangkal
  • Dingin, lembap, kulit pucat
  • Lemah dan denyut nadi cepat
  • Kebingungan, terutama pada orang tua

Penyebab Darah Rendah

Tekanan darah pada setiap orang turun pada satu waktu. Kondisi tertentu dapat menyebabkan darah rendah berkepanjangan yang berisiko berbahaya jika tidak segera ditangani dengan cepat. Berikut ini sejumlah kondisi yang menjadi penyebab hipotensi:

  • Kehilangan darah. Hilangnya darah dalam jumlah banyak karena cedera.
  • Kehamilan. Darah rendah dapat terjadi karena kebutuhan suplai darah meningkat untuk ibu dan janin dalam kandungan. Kondisi ini menyebabkan peredaran darah sangat lancar.
  • Gangguan sirkulasi. Kondisi ini disebabkan oleh serangan jantung atau katup jantung yang rusak.
  • Syok anafilaksis. Ini merupakan bentuk yang parah dari reaksi alergi.
  • Gangguan endokrin. Beberapa gangguan endokrin, seperti diabetes, insufisiensi adrenal, dan penyakit tiroid.
  • Infeksi berat (septikemia). Infeksi dalam tubuh yang masuk ke dalam aliran darah dapat menyebabkan tekanan darah rendah yang mengancam jiwa atau disebut syok septik.
  • Dehidrasi. Tubuh yang kehilangan banyak cairan dapat menyebabkan kelemahan, pusing, dan kelelahan.
  • Obat-obatan. Beberapa jenis obat dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Obat-obatan ini termasuk Beta-blocker dan nitrogliserin (obat penyakit jantung), diuretik, antidepresan trisiklik, dan obat disfungsi ereksi.

Pengobatan Darah Rendah

Darah rendah yang tidak menimbulkan gejala atau hanya menyebabkan gejala ringan biasanya jarang memerlukan perawatan. Jika memiliki gejala, pengobatannya tergantung penyebabnya. Namun, jika tidak jelas apa penyebabnya atau tidak ada pengobatan, tujuannya dengan meningkatkan tekanan darah dan mengurangi tanda dan gejala. Pengobatan tergantung pada usia, kesehatan, dan jenis tekanan darah rendah yang dimiliki.

Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi tekanan darah rendah, baik secara alami maupun medis:

  • Perbanyak asupan garam.
  • Minum lebih banyak air.
  • Menggunakan stocking kompresi (khusus untuk darah rendah).
  • Obat-obatan (obat fludrocortisone dan midodrine).
  • Makanlah makanan kecil dan rendah karbohidrat.
  • Olahraga secara rutin.

Baca Juga: Tekanan Darah Rendah: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Penanganan

2. Kurang Darah (Anemia)

Setelah mengetahui tentang darah rendah, sekarang ketahui penjelasan tentang kurang darah, dari definisi, gejala, hingga pengobatannya.

Anemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Anemia terdiri dari beberapa bentuk, masing-masing jenis memiliki penyebabnya sendiri. Anemia bisa bersifat sementara atau jangka panjang dan bisa berkisar dari ringan hingga berat.

Perbedaan darah rendah dan kurang darah bisa dilihat dari gejala hingga pengobatannya di bawah ini.

Tanda Kurang Darah

Tanda dan gejala kurang darah atau anemia berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Jika anemia disebabkan oleh penyakit kronis, penyakit ini dapat menutupi gejala, sehingga anemia harus didiagnosis dengan tes untuk kondisi lain.

Tergantung pada penyebabnya, tanda kurang darah mungkin termasuk:

  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Merasa lelah
  • Merasa lemah
  • Kulit pucat atau kekuningan
  • Sesak napas
  • Detak jantung tidak teratur
  • Nyeri dada
  • Tangan dan kaki dingin

Penyebab Kurang Darah

Kekurangan sel darah merah dalam tubuh sering disebabkan pendarahan. Kondisi ini bisa terjadi secara perlahan dalam jangka waktu yang lama atau bahkan mungkin tidak disadari.

Penyebab pendarahan yang mengakibatkan anemia meliputi:

  • Gastrointestinal. Beberapa kondisi ini seperti ulkus peptikum, wasir, gastritis (radang lambung), dan kanker.
  • Anemia defisiensi besi. Jenis anemia yang paling umum ini disebabkan oleh kekurangan zat besi dalam tubuh.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Obat-obatan ini seperti aspirin atau ibuprofen yang dapat menyebabkan ulkus peptikum dan gastritis.
  • Menstruasi. Kondisi yang terjadi pada wanita ini terutama jika terlalu banyak pendarahan ketika haid.
  • Kehamilan. Jika ibu hamil tidak mengonsumsi multivitamin dengan asam folat dan zat besi, kemungkinan berisiko lebih tinggi mengalami anemia.
  • Kondisi kronis. Jika memiliki kanker, diabetes, gagal ginjal, atau kondisi kronis lainnya, kemungkinan berisiko anemia penyakit kronis. Kondisi ini dapat menyebabkan kekurangan sel darah merah.
  • Usia. Orang yang berusia 65 tahun ke atas berisiko lebih tinggi mengalami anemia.

Baca Juga: Anemia: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Pengobatan Kurang Darah

Perawatan anemia tergantung apa penyebabnya. Misalnya, pengobatan bisa dengan mengonsumsi suplemen zat besi untuk mengatasi anemia defisiensi besi atau makan makanan penambah darah, seperti bayam, tahu, daging, dan makanan lainnya.

Jika sistem pencernaan kesulitan menyerap vitamin B12 dari makanan yang dikonsumsi, kemungkinan membutuhkan suntikan vitamin B12. Awalnya, pasien mungkin disuntik setiap hari. Seiring waktu, suntikan diberikan sekali sebulan atau mungkin seumur hidup (tergantung kondisi pasien).

Sedangkan anemia akibat penyakit kronis belum ada pengobatannya. Dokter mungkin fokus merawat penyakit yang mendasarinya. Jika gejalanya menjadi parah, transfusi darah atau suntikan hormon sintetis yang biasanya diproduksi oleh ginjal (erythropoietin) dapat diberikan untuk membantu merangsang produksi sel darah merah dan mengurangi kelelahan.

Penderita anemia mungkin dapat melakukan pencegahan terhadap beberapa jenis anemia dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bervariasi.

_

Itu dia penjelasan tentang perbedaan darah rendah dan kurang darah yang mudah dipahami. Setelah mengetahui perbedaanya, sekarang Anda tidak akan keliru lagi tentang kedua kondisi medis ini ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. 2019. Understanding Low Blood Pressure — the Basics. https://www.webmd.com/heart/understanding-low-blood-pressure-basics#1. (Diakses pada 11 Mei 2020)
  2. Anonim. 2019. Anemia. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-anemia-basics#1. (Diakses pada 11 Mei 2020)
  3. Mayo Clinic Staff. 2020. Low blood pressure (hypotension). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20355465. (Diakses pada 11 Mei 2020)
  4. Mayo Clinic Staff. 2019. Anemia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anemia/symptomscauses/syc-20351360. (Diakses pada 11 Mei 2020)
  5. Roth, Erica. 2019. Everything You Need to Know About Low Blood Pressure. https://www.healthline.com/health/hypotension. (Diakses pada 11 Mei 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi