Teh Hijau dan Matcha, Mana yang Lebih Sehat?

doktersehat-jenis-teh-hijau-dan-manfaatnya-untuk-kulit
Photo Credit: Pexels.com

DokterSehat.Com– Mana yang lebih sering Anda konsumsi, teh hijau atau matcha? Keduanya sempat hits beberapa waktu lalu sebagai minuman atau tambahan rasa pada banyak jajanan atau camilan.

Kepopuleran teh hijau atau matcha masih cukup bertahan hingga saat ini. Akan tetapi, sudah tahukah Anda apa beda antara teh hijau dan matcha?

Kerap dianggap sama karena tampilan, aroma dan rasa yang serupa, nyatanya teh hijau dan matcha bukanlah jenis minuman yang bisa dianggap sama saja, lho.

doktersehat-kandungan-biji-teh-hijau
Photo Credit: Pexels.com

Ya, ternyata teh hijau dan matcha merupakan bahan makanan yang berbeda kandungan zat dan gizinya.

Hal ini tentu sangat berpengaruh pada manfaat saat mengonsumsi matcha dan teh hijau, kira-kira mana yang lebih sehat antara keduanya?

Agar lebih jelas, yuk sama-sama kita simak penjelasannya di bawah ini!

Perbedaan antara teh hijau dan matcha

Teh hijau dan matcha merupakan jenis minuman yang sama-sama terbuat dari tanaman Cina jenis camellia sinensis. Akan tetapi, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara matcha dan teh hijau, yaitu:

1. Proses penanaman

Tanaman matcha adalah tanaman teh yang ditutupi tumbuhannya dengan bahan tertentu, sekitar 20-30 hari sebelum dipanen. Hal ini bertujuan untuk membuat tanaman teh terhindari dari paparan sinar matahari secara langsung.

doktersehat-batas-minum-teh-hijau
Photo Credit: Flickr.com/sk

Kondisi membuat daun teh yang akan diolah sebagai matcha mampu memproduksi asam amino yang lebih tinggi, karena klorofil yang ada pada daun menjadi semakin banyak.

Berbeda dengan matcha, tanaman yang akan dibuat menjadi teh hijau adalah jenis tanaman yang dibiarkan di tempat terbuka, namun melalui proses pemilihan jenis daun. Daun yang diambil untuk teh hijau adalah 3-5 pucuk daun teh teratas.

2. Perbedaaan proses pembuatannya

Selain dari segi penanaman, cara pembuatan teh juga berbeda.

Teh matcha tidak dikeringkan maksimal dan seluruh bagian daun langsung ditumbuk atau dihaluskan. Hal ini membuat kita akan mengonsumsi hampir seluruh kandungan dan zat yang ada teh matcha.

doktersehat-teh-thyme-untuk-kulit
Photo Credit: Pexels.com

Sedangkan untuk teh hijau, yang melalui proses pengeringan maksimal, dapat langsung diseduh, seperti teh dalam kantong pada umumnya, atau diekstrak sebagai teh dalam bentuk bubuk teh hijau.

3. Kandungan antioksidannya

Perbedaan cara penanaman dan proses pembuatan antara teh hijau dan matcha, tentu sangat memengaruhi kandungan gizi dan antioksidan yang ada pada keduanya.

doktersehat-teh-hijau-baik-kesehatan-green-teaKandungan antioksidan yang ada pada satu porsi teh hijau adalah sekitar 60-63 mg, sedangkan matcha memiliki kandungan antioksidan sebesar 130-134 mg.

Hal ini berarti kandungan antioksidan yang ada pada matcha lebih tinggi 2 kali lipat ketimbang kandungan antioskidan pada teh hijau.

Akan tetapi, keduanya sama-sama memiliki kandungan jenis antioksidan yang sama lengkapnya, seperti polifenol dan katekin.

Lantas, mana yang lebih sehat antara matcha dan teh hijau?

Melihat perbedaan yang ada antara keduanya, maka kita tentu dapat melihat bahwa matcha memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi, ya.

Matcha memang memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi dan baik untuk tubuh.

doktersehat-teh-hijau-matchaSeperti yang kita ketahui, kandungan antioksidan yang tinggi, sangat baik bagi tubuh untuk menjaga kesehatan sel tubuh dari serangan radikal bebas yang mencetuskan berbagai penyakit.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa kandungan antioksidan yang tinggi pada matcha juga beriringan dengan kandungan kafeinnya yang tinggi.

Untuk itu, ada baiknya Anda tetap membatasi konsumsi teh hijau atau matcha sesuai kebutuhan.

Anda sebaiknya tidak mengonsumsi matcha lebih dari 2 pori dalam sehari, sedangkan untuk teh hijau, tidak Anda konsumsi lebih dari 4 porsi setiap hari, ya.