Terbit: 19 Agustus 2020
Ditulis oleh: dr. Ajrina Rarasrum | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Orang yang suspek COVID-19 dengan infeksi pernapasan yang parah harus segera dirawat di fasilitas kesehatan. Melihat membludaknya pasien dan fasilitas kesehatan yang terbatas, maka harus memprioritaskan pasien di atas 60 tahun, penderita penyakit jantung, diabetes mellitus, kanker, dan penyakit pernafasan kronis. Sementara itu, bagi orang-orang dengan gejala ringan bisa isolasi di rumah.

Panduan Lengkap Perawatan Pasien COVID-19 di Rumah

Karakteristik Penderita COVID-19 yang Bisa Dirawat di Rumah

Orang dengan gejala ringan dan tidak memiliki faktor risiko dapat dirawat di rumah. Informasi mengenai COVID-19 masih terbatas, sehingga pencegahan transmisi melalui isolasi mandiri harus dipatuhi hingga resiko transmisinya rendah.

COVID-19 merupakan keluarga virus corona seperti MERS dan SARS, sehingga untuk saat ini petunjuk  isolasi mandiri dan perawatan di rumah dilakukan dengan melihat karakteristik virus tersebut. Sebelum penderita mendapatkan pengobatan di rumah, tentu ada beberapa hal yang menjadi indikasi:

  1. Penderita cukup stabil untuk menerima perawatan di rumah.
  2. Pengasuh yang tepat tersedia di rumah.
  3. Ada kamar tidur terpisah di mana penderita dapat pulih tanpa berbagi ruang langsung dengan orang lain.
  4. Sumber daya untuk akses ke makanan dan kebutuhan lainnya tersedia.
  5. Penderita dan anggota rumah tangga lainnya memiliki akses ke peralatan pelindung diri yang sesuai dan direkomendasikan (minimal, sarung tangan dan masker) dan mampu mengikuti tindakan pencegahan yang direkomendasikan sebagai bagian dari perawatan di rumah atau isolasi (misalnya,etiket batuk, cuci tangan);

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Perawatan Pasien COVID-19 di Rumah

Jika penderita COVID-19 sudah bisa digolongkan sebagai orang-orang yang bisa dirawat di rumah, tentu ada hal-hal yang perlui diperhatikan dalam mempersiapkan rumah sebagai tempat isolasi dan perawatan penderita, hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Tempatkan penderita di ruang dengan ventilasi yang baik.
  2. Batasi mobilitas penderita di rumah dan minimalkan ruangan yang di pakai bersama.
  3. Jangan berbagi ruangan dengan penderita untuk anggota keluarga lain yang sehat terutama populasi rentan seperti anak dan lansia, serta jangan berbagi barang-barang rumah tangga dengan penderita, seperti sprei, sendok, gelas, dan lain-lain.
  4. Tidak di perbolehkan menjenguk penderita dan lebih baik ada satu orang perawat yang sehat dan tidak memiliki faktor risiko untuk bertugas sehingga meminimalkan kontak.
  5. Cuci tangan sesering mungkin terutama saat menyiapkan makanan, setelah dari toilet dan ketika tangan tampak kotor, cuci tangan di lakukan bisa menggunakan air dan sabun atau alkohol 70% dan untuk mengeringkan lebih baik menggunakan tisu sekali pakai.
  6. Alat-alat yang di gunakan selama perawatan lebih baik menggunakan yang sekali pakai, seperti sarung tangan dan masker.
  7. Penderita dan perawat harus selalu memakai masker, lebih baik apabila memakai masker medis.
  8. Rutin bersihkan barang-barang yang di gunakan penderita seperti selimut dan barang-barang yang di pegang penderita seperti pegangan pintu dengan klorin 0,1% atau alkohol 70%.
  9. Awasi gejala penderita, apabila penderita menunjukkan tanda-tanda kegawatan seperti kesulitan bernafas atau nyeri dada, segera bawa ke fasilitas kesehatan.
  10. Awasi gejala orang-orang yang ada di rumah, apabila menunjukkan gejala-gejala yang mengarah ke Covid-19 segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Apabila selama di rumah, penderita bisa mengakses layanan telemedik yang disediakan pemerintah berupa panduan dan konsultasi melalui www.atensi.or.id/#members yang bekerja sama dengan 20 penyedia layanan, termasuk DokterSehat. Layanan ini dapat digunakan untuk penderita yang telah terkonfirmasi positif yang melakukan isolasi mandiri.

Berapa Lama Penderita COVID-19 Harus Isolasi Mandiri?

Menurut CDC, penderita COVID-9 yang memiliki gejala ringan hingga sedang sudah tidak infeksi lagi setelah 10 hari sejak gejala dimulai. Kemudian untuk penderita yang memiliki gejala berat dan kekebalan tubuhnya lemah (imunokompromis) sudah tidak infeksius lagi setelah 20 hari sejak gejala muncul.

Orang dengan COVID-19 yang memiliki gejala dan diarahkan untuk merawat diri sendiri di rumah dapat menghentikan isolasi dalam kondisi sebagai berikut:

  1. Setidaknya 10 hari telah berlalu sejak gejala dimulai.
  2. Setidaknya 24 jam telah berlalu sejak resolusi demam tanpa menggunakan obat penurun demam.
  3. Gejala lain membaik.

Kemudian untuk orang-orang yang imunokompromis yang dirawat di rumah maka penghentian isolasi lebih baik diputuskan bila sudah dilakukan tes swab RT-PCR ulang. Bila penderita sudah melakukan isolasi mandiri, lebih baik untuk tetap tinggal di rumah kecuali untuk alasan yang mendesak. Ini bisa mengurangi kemungkinan terpapar dan menyebabkan paparan ke orang lain di luar rumah.

Apabila semua mematuhi panduan yang di sarankan maka kita bisa membantu pemerintah dalam menekan angka kasus baru dan kasus kematian. Jika semua taat maka harapannya adalah wabah ini akan cepat berlalu.

 

Informasi kesehatan ini disponsori:
logo-cimsa-ugm-doktersehat

 

 

 

  1. 2020.Home care for patients with COVID-19 presenting with mild symptoms and management of their contacts.
  2. 2020.Interim Guidance for Implementing Home Care of People Not Requiring Hospitalization for Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)
  3. 2020.Discontinuation of Isolation for Persons with COVID-19 Not in Healthcare Settings. Di akses pada tanggal 11 Agustus 2020. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/disposition-in-home-patients.html
  4. Satgas Covid.2020.Ketahui: Bagaimana Orang Sakit Membaik Dirawat di Rumah. Di akses pada tanggal 11 Agustus 2020. https://covid19.go.id/edukasi/apa-yang-harus-kamu-ketahui-tentang-covid-19/ketahui-bagaimana-orang-sakit-membaik-dirawat-di-rumah


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi