Terbit: 2 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Beberapa hari setelah lahir, warna kulit bayi terkadang menjadi berawarna kekuningan. Dalam dunia medis, bayi yang terlihat berwarna kuning ini disebut jaundice. Bayi yang lahir prematur cenderung lebih rentan mengalami kondisi ini. Normalnya, gejala kuning pada bayi akan hilang setelah bayi berusia dua minggu, namun jika kondisi ini berlanjut maka bayi perlu mendapat penanganan khusus.

Perawatan Bayi Kuning Setelah Lahir

Penyebab bayi kuning biasanya disebabkan karena organ hati bayi masih belum matang sehingga bayi belum bisa membuang kelebihan bilirubin (pigmen kuning) dengan baik. Warna kuning pada bayi biasanya terlihat jelas di bagian mata, dalam mulut, telapak tangan dan telapak kaki bayi. Beberapa tanda lainnya adalah bayi sering mengantuk, lemas, dan mengeluarkan urine berwarna kuning gelap padahal seharusnya bening atau kuning muda.

Bayi kuning perlu mengkonsumsi banyak cairan ASI atau susu formula lebih sering dari bayi pada umumnya. Pemberian ASI atau susu ini dilakukan untuk memicu buang air besar, sehingga kelebihan bilirubin dapat dibuang melalui tinja.

Selain memberikan ASI atau susu formula yang lebih sering, salah satu penanganan pada bayi kuning adalah dengan melakukan fototerapi. Fototerapi adalah metode penyinaran bayi di bawah cahaya spektrum biru. Cara ini cukup efektif untuk membantu memecah bilirubin pada tubuh bayi dan aman bagi kulit bayi.

Ada dua jenis fototerapi, yaitu fototerapi konvensional dan fototerapi serat optik. Pada fototerapi konvensional, bayi disinar di bawah lampu halogen atau neon ulotraviolet agar sinar dapat diserap tubuh melalui kulit. Pada bayi yang menjalani terapi ini, mata bayi akan ditutup menggunakan kacamata pelindung khusus. Fototerapi bisa dihentikan setiap tiga atau empat jam agar ibu dapat menyusui dan menimang bayi agar bayi merasa nyaman dan terhindar dari dehidrasi.

Metode fototerapi lainnya adalah fototerapi serat optik, di mana bayi akan berbaring pada selimut yang di dalamnya terdapat serat optik. Paparan sinar dilakukan melalui kabel tersebut ke punggung bayi. Perawatan jenis ini umumnya digunakan pada bayi yang terlahir prematur.

Pelaksanaan fototerapi ini akan dihentikan setelah kadar bilirubin turun ke kisaran angka normal, biasanya proses ini dilakukan selama 1-2 hari. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada bayi Anda antara lain dehidrasi, diare, dan timbulnya ruam yang akan hilang ketika perawatan ini dihentikan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi