Terbit: 10 Januari 2020 | Diperbarui: 15 Mei 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo


Terdapat berbagai berita tentang penyimpangan seksual yang mungkin sering Anda dengar belakangan ini. Kelainan seksual adalah perilaku seksual yang tidak sesuai dengan kebiasaan seksual yang normal. Ketahui apa itu kelainan seksual, jenis penyimpangan seksual, cara mengatasinya, dll.

penyimpangan-seksual-doktersehat

Apa Itu Penyimpangan Seksual?

Penyimpangan seksual adalah minat seksual yang cenderung berbeda atau menyimpang dari perilaku seksual secara umum yang tidak hanya melibatkan stimulasi genital atau cumbuan dengan pasangan lawan jenis, namun juga melibatkan berbagai jenis fantasi yang berulang.

Penyimpangan seksual atau yang disebut juga sebagai paraphilia adalah perilaku seksual dimana penderitanya cenderung memiliki gangguan emosional yang membuat mereka melampiaskan gairah seksualnya kepada benda, kebiasaan, atau hal-hal lain yang yang tidak wajar dalam aktivitas seksual.

Tidak ada data yang bisa dirilis dengan pasti tentang berapa jumlah dan penyebab penderita paraphilia karena indikatornya sulit diukur. Selain itu, kebanyakan dari mereka juga merahasiakannya karena malu, padahal kelainan seksual juga salah satu gejala gangguan kesehatan mental yang harus ditangani.

Orang yang memiliki kelainan seksual cenderung memiliki indikator kepuasan seksualnya dengan berbagai fantasi seksual yang tidak sesuai dengan norma dan nilai kelaziman. Berdasarkan American Psychiatric Association, terdapat kaitan antara pikiran, tubuh, dan emosi terhadap respon seksual yang menyebabkan disfungsi atau gangguan seksual.

Jenis Penyimpangan Seksual

Berdasarkan data dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5) yang didahului oleh DSM-IV dan DSM-IV-TR, terdapat berbagai jenis penyimpangan seksual yang meliputi perilaku seksual terhadap anak-anak, kepuasan saat melukai diri sendiri atau orang lain saat berhubungan seks, dll.

Berikut ini adalah beberapa jenis penyimpangan seksual, yaitu:

1. Eksibisionisme

Eksibisionisme adalah jenis kelainan seksual dimana penderitanya merasa puas ketika menunjukan alat reproduksinya kepada orang asing dan cenderung dilakukan diam-diam di tempat umum. Umumnya, pecandu eksibisionisme adalah laki-laki dan gejalanya mulai dirasakan sebelum usia 18 tahun.

Pecandu eksibisionisme umumnya merasakan ketegangan dan gairah seksual yang meningkat selama proses mengekspos bagian intimnya. Dalam beberapa kasus, pecandu eksibisionisme senang melakukan masturbasi di hadapan orang asing dan juga memiliki fantasi bahwa orang lain juga akan terangsang saat melihatnya.

Gejala eksibisionisme adalah ketika seseorang memiliki dorongan seksual untuk memamerkan alat reproduksinya pada orang asing selama lebih dari 6 bulan hingga mengganggu aktivitasnya dalam pekerjaan, keluarga, fungsi sosial, dan lainnya.

2. Fetisisme

Fetisisme adalah jenis orientasi seksual yang melibatkan objek-objek buatan atau bagian tubuh tertentu untuk meningkatkan gairah seksual. Orang dengan fetish tertentu baru akan mencapai kepuasaan saat melakukan aktivitas seksual dimana pasangannya harus memakai objek-objek fetish atau mengekspos bagian tubuh tertentu.

Fetisisme paling umum adalah fetish terhadap objek seperti celana dalam, bra, sepatu, kaos kaki, dll. Semetara itu, pecandu fetish untuk bagian tubuh tertentu seperti kaki, jari, atau rambut akan cenderung lebih bergairah pada bagian tubuh tersebut daripada alat reproduksi pasangan.

Gangguan fetisisme umumnya dialami oleh pria dan bersifat multisensor, yang berarti pria dapat terangsang hanya dengan menyentuh atau meraba objek-objek fetish hingga memicunya untuk melakukan masturbasi.

3. Frotteurism

Frotteurism adalah kelainan seksual dimana seseorang cenderung bergairah untuk menggosokan bagian intimnya pada orang asing dengan tujuan memenuhi kepuasan. Sementara pecandu frotteurism akan berpura-pura tidak melakukan apa-apa, padahal saat proses itulah pelampiasan hasrat seksual mereka terjadi.

Gejala frotteurism hampir sama dengan eksibisionisme dan gangguan kontrol impuls seksual lainnya. Bila tidak ditangani, pecandu frotteurism akan mengalami gangguan dalam fungsi sosial, keluarga, pekerjaan, dan tentu saja merugikan orang lain.

4. Pedofilia

Pedofilia adalah orientasi seksual yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak remaja atau anak di bawah umur. Pelaku pedofilia memiliki fantasi berlebihan tentang hubungan seksual dengan anak kecil, baik laki-laki atau anak gadis.

Pecandu pedofil umumnya merasionalisasi perilaku menyimpang seksual yang pernah mereka alami, seperti diperkosa atau dicabuli saat mereka masih kecil. Berdasarkan data, pelaku pedofilia umumnya adalah orang dekat dari anak-anak tersebut.

Pedofilia adalah salah satu jenis penyimpangan seksual yang menjadi kekhawatiran banyak pihak karena efeknya dapat berbahaya dan traumatis bagi korban. Bila tidak dilakukan penyembuhan psikologis, korban pedofilia cenderung akan menjadi predator pedofilia di kemudian hari.

Baca Juga: 9 Penyebab Pedofilia dan Ciri-Ciri Seorang Pedofil

5. Masokisme dan Sadisme

Masokisme dan sadisme adalah hubungan seksual yang berfokus pada penderitaan secara fisik dan psikologi, penghinaan, atau bentuk kekerasan yang dianggap dapat membangkitkan gairah seksual.

Masokisme dan sadisme umumnya dilakukan oleh pasangan dimana satu orang bertindak sebagai sadisme atau pihak yang melakukan tindakan ‘sadis’ kepada pasangannya yang merupakan masokisme atau yang menerima rasa sakit tersebut.

Pecandu sadisme akan lebih bergairah untuk melakukan hubungan seksual dengan seorang masokisme yang menyetujui berbagai tindakan ‘sadis’ seperti dihina, dipukuli, diikat, atau dilecehkan.

Sebaliknya, gangguan sadisme seksual akan berbahaya apabila dilakukan pada orang yang juga memiliki gangguan kepribadian antisosial atau pasangan yang bukan seorang masokisme.

6. Transvestisme (Transvestic Fetishism)

Transvestisme (Transvestic Fetishism) adalah penyimpangan dimana seorang pria heteroseksual atau pria normal cenderung ingin berpakaian wanita dalam aktivitas seksual atau aktivitas roleplay. Penyimpangan seksual ini juga dikenal sebagai cross-dressing.

7. Voyeurisme

Voyeurisme adalah perilaku dimana seseorang mendapat gairah atau kepuasaan seksual saat mengintip lawan jenis ketika korban sedang mandi atau tidak berbusana.

Kebiasaan mengintip ini menjadi semacam perilaku umum di sebagian besar masyarakat dan tidak dikategorikan sebagai kelainan kecuali menjadi rutinitas seksual. Walaupun begitu, kebiasaan suka mengintip dapat merugikan orang yang diintip dan merupakan salah satu tindakan pelecehan yang sama sekali tidak dibenarkan.

8. Autogynephilia

Autogynephilia adalah bagian dari jenis penyimpangan seksual transvestisme dimana seorang pria memiliki fantasi seksual dimana dirinya berperan sebagai wanita. Imajinasi ini pun membuatnya menjadi lebih terangsang saat berhubungan dengan wanita.

Baca Juga: Sapiosexual, Ketika Kecerdasan Menjadi Daya Tarik Seksual

9. Necrophilia

Necrophilia berasal dari Bahasa Greek yaitu nekros yang berarti mayat dan philia yang berarti cinta. Necrophilia adalah jenis penyimpangan seksual paling ekstrim dimana seseorang memiliki kesenangan untuk berhubungan seksual dengan mayat.

Berdasarkan data dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM5),  tidak ada kode khusus untuk necrophilia karena termasuk dalam penyimpangan seksual tidak umum. Paraphilia ini dikelompokan dalam kode 302,9 dan masih dalam penelitian.

10. Zoofilia

Zoofilia adalah penyimpangan seksual dimana seseorang memiliki kesenangan untuk melakukan hubungan seksual dengan binatang. Pecandu zoophilia dikaitkan dengan gejala gangguan mental.

Penyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang tidak sesuai dengan kebiasaan seksual. Penyimpangan seksual dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental yang harus ditangani. Dalam beberapa kondisi, penyimpangan seksual juga memiliki risiko menjadi tindakan kejahatan seksual seperti dalam kasus pedofilia.

Baca Juga: 8 Cara Foreplay agar Hubungan Intim Tidak Membosankan

Cara Mengatasi Penyimpangan Seksual

Cara mengatasi penyimpangan seksual berbeda-beda sesuai dengan gejala dan indikasi setiap individu. Penelitian terkait penyembuhan penyimpangan seksual difokuskan pada perilaku pedofilia karena ini adalah jenis penyimpangan seksual yang paling membahayakan.

Berdasarkan studi, penyimpangan seksual dapat diatasi dengan pengobatan menggabungkan psikoterapi dan obat-obatan. Terapi yang paling tepat adalah terapi perilaku kognitif untuk pelaku pedofilia dengan cara mengembangkan empati untuk korban dan mengendalikan impuls seksual.

Itulah pembahasan tentang apa itu penyimpangan seksual. Semoga informasi kesehatan ini berguna bagi Anda dalam mengenali jenis penyimpangan seksual dan cara mengatasinya.

 

  1. Aggrawal, Anil. 2019. Necrophilia. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/necrophilia. (Diakses pada 12 Desember 2019).
  2. Dryden-Edwards, Roxanne, MD. 2019. Paraphilias. https://www.medicinenet.com/paraphilia/article.htm#paraphilia_facts. (Diakses pada 12 Desember 2019).
  3. Grohol, John M. Psy.D. 2019. Sex, Sexuality & Sexual Disorders. https://psychcentral.com/sex/. (Diakses pada 12 Desember 2019).
  4. MentalHelp. 2019. Introduction to Sexual Disorders. https://www.mentalhelp.net/sexual-disorders/. (Diakses pada 12 Desember 2019).



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi