Terbit: 17 November 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Mengalami vertigo saat hamil dengan gejala merasa limbung, pandangan tampak berputar, dan melayang-layang adalah kondisi biasa pada ibu hamil. Tetapi beberapa penyebabnya perlu Bunda waspadai! Yuk simak informasi selengkapnya tentang penyebab vertigo pada kehamilan! 

10 Penyebab Vertigo Saat Hamil yang Perlu Bunda Waspadai

Apa Itu Vertigo?

Vertigo sebenarnya bukanlah suatu penyakit, melainkan sekumpulan gejala yang bisa terjadi secara tiba-tiba atau berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Vertigo terjadi karena adanya gangguan pada pusat keseimbangan pada telinga bagian dalam.

Saat kepala Anda bergerak, bagian telinga dalam akan memberi tahu posisi kepala dan mengirimkan sinyal ke otak untuk menjaga keseimbangan. Ketika terjadi perubahan posisi kepala secara tiba-tiba, kristal karbonat yang berada dalam telinga akan masuk dalam telinga yang berisi cairan keseimbangan.

Kristal tersebut merangsang gerakan cairan yang tidak normal dan tubuh menerimanya sebagai gerakan yang berputar-putar. Gerakan inilah yang membuat orang yang mengalaminya terasa limbung dan hampir jatuh.

Daftar Penyebab Vertigo saat Hamil

Pusing selama kehamilan adalah kondisi yang biasa. Ini membuat Bunda merasa ruangan seperti berputar atau biasa kita kenal vertigo, mungkin membuat Anda merasa pingsan, limbung, atau lemah. Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab yang dalam beberapa kasus mungkin memerlukan pengobatan medis. 

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Berikut ini sejumlah penyebab vertigo saat hamil yang perlu Anda kenali:

1. Perubahan Posisi secara Tiba-Tiba

Perubahan posisi seperti bangun dari tidur secara tiba-tiba, mendongakkan kepala atau dari tegak ke menunduk tiba-tiba juga dapat menyebabkan vertigo.

Untuk mengatasinya, sebaiknya bergeraklah secara perlahan-lahan. Jika saat bangkit dari duduk dan tidur merasa tubuh Anda bergoyang, maka segeralah duduk atau berbaring lagi untuk menghindari jatuh.

2. Perubahan Hormon

Peningkatan hormon progesteron yang tinggi juga dapat menyebabkan pembuluh darah melebar dan meningkatkan aliran darah ke bayi. Sementara itu aliran darah melambat sehingga tekanan darah berkurang dan aliran darah ke otak menurun. Kondisi inilah yang menjadi penyebab vertigo.

Setelah kondisi Anda cukup stabil, sebaiknya perbanyak minum air putih agar tidak kekurangan cairan dan oksigen. Jika vertigo saat hamil berlangsung lama dan cukup sering kambuh, sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan.

3. Pembuluh Darah Rileks

Selama kehamilan, tubuh Bunda memproduksi hormon, termasuk yang hormon relaxin, yang menyebabkan pembuluh darah membesar. Pelebaran ini meningkatkan aliran darah ke janin yang sedang berkembang.

Namun, peningkatan aliran darah juga dapat memperlambat kembalinya darah ke otak, sehingga dapat menyebabkan seolah-olah berputar-putar saat beraktivitas atau bahkan saat berdiri dengan cepat.

4. Morning Sickness

Kondisi ini cenderung hadir dengan beberapa gejala, termasuk dengan mual, muntah, sakit kepala, atau kombinasi dari gejala ini, tetapi beberapa ibu hamil juga menjadi pusing. Meski bernama morning sickness, kondisi ini juga dapat terjadi pada waktu yang berbeda dalam sehari.

Dalam beberapa kasus, mual pada pagi hari menjadi lebih buruk ketika ibu hamil merasa lapar atau lelah. Gejalanya sering kali menjadi semakin intens selama trimester pertama dan akan hilang pada akhir trimester pertama atau kedua.

Baca Juga: Vertigo: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

5. Tekanan pada Rahim 

Bunda mungkin merasa pusing jika tekanan dari rahim yang sedang berkembang menekan pembuluh darah. Ini bisa terjadi pada trimester kedua atau ketiga dan lebih sering saat janin berkembang.

Berbaring telentang juga bisa menjadi penyebab vertigo saat hamil, karena telentang saat masa kehamilan menyebabkan rahim yang membesar menghambat aliran darah dari bagian bawah ke jantung. Hal ini menyebabkan pusing serta gejala lain yang mengkhawatirkan.

6. Kehamilan Ektopik

Vertigo atau pusing bisa terjadi akibat kehamilan ektopik. Hal ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi berada di luar rahim, biasanya pada saluran tuba.

Ketika kondisi ini terjadi, kehamilan ektopik tidak dapat dilanjutkan. Bunda mungkin mengalami pusing serta nyeri pada perut dan pendarahan vagina. Dokter mungkin harus melakukan prosedur atau meresepkan obat untuk mengeluarkan sel telur yang telah dibuahi.

7. Diabetes Gestasional

Ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional (ketika gula darah terlalu rendah) mungkin mengalami pusing. Diabetes gestasional terjadi ketika hormon memengaruhi cara tubuh memproduksi insulin.

Dokter kemungkinan akan menyarankan tes diabetes gestasional antara minggu ke-24 dan 28 kehamilan. Jika didiagnosis dengan kondisi tersebut, Bunda harus memantau gula darah secara teratur, menjalani pola makan sehat, dan olahraga.

Gejala pusing mungkin disertai berkeringat, gemetar, dan sakit kepala, yang mungkin mengindikasikan bahwa gula darah rendah. Agar gula darah meningkat, Bunda perlu makan buah atau permen. Kemudian periksa kadar gula darah untuk memastikannya berada dalam kisaran normal.

8. Resistensi Insulin

Kondisi ini juga menjadi salah satu penyebab vertigo saat hamil. Insulin dapat membantu tubuh mencerna glukosa dan mengubahnya menjadi energi.

Selama kehamilan yang sehat, tubuh tidak bisa menggunakan insulin seefektif pada waktu tertentu, ini menyebabkan resistensi insulin ringan. Namun, pada beberapa ibu hamil, hal ini menyebabkan diabetes gestasional.

Beberapa wanita yang mengalami diabetes gestasional mungkin merasakan pusing saat lapar, gula darah terlalu tinggi, atau ketika obat diabetes menyebabkan gula darah turun.

Baca Juga: 23 Penyebab Vertigo yang Jarang Disadari, Ringan hingga Berbahaya!

9. Anemia

Ibu hamil mungkin juga mengalami penurunan jumlah sel darah merah sehat, yang menyebabkan anemia. Ini terjadi ketika Bunda tidak memiliki cukup zat besi dan asam folat dalam tubuh.

Selain pusing, anemia dapat menyebabkan lelah, pucat, atau sesak napas. Bunda dapat mengalami anemia kapan saja selama kehamilan. Jika ya, dokter dapat melakukan tes untuk mengukur kadar zat besi dan kondisinya. Dokter mungkin menyarankan mengonsumsi suplemen zat besi atau asam folat.

10. Masalah Kesehatan yang Lebih Serius

Meskipun perasaan pusing seperti berputar-putar bukan masalah yang tidak terduga selama kehamilan, tetapi pada beberapa wanita dapat menandakan masalah yang lebih serius. Misalnya tekanan darah tinggi, infeksi, atau penggumpalan darah.

Maka dari itu, setiap ibu hamil yang mengalami pusing mendadak dan intens harus segera menghubungi dokter atau dokter kandungan.

 

  1. MacGill, Markus. 2019. Everything you need to know about vertigo. https://www.medicalnewstoday.com/articles/160900. (Diakses pada 17 November 2020)
  2. Silver, Natalie. What Causes Dizziness in Pregnancy?. https://www.healthline.com/health/pregnancy/dizziness-in-pregnancy. (Diakses pada 17 November 2020)
  3. Taylor, Danette C. 2019. Vertigo. https://www.medicinenet.com/vertigo_overview/article.htm. (Diakses pada 17 November 2020)
  4. Villines, Zawn. 2020. What is the link between dizziness and pregnancy?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/dizziness-in-pregnancy. (Diakses pada 17 November 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi