Terbit: 7 Agustus 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Penyebab varises pada kaki tidak hanya terlalu banyak berdiri, tetapi ada banyak kebiasaan dan masalah kesehatan yang menyebabkan terbentuknya varises. Simak selengkapnya informasi tentang penyebab dan cara mengobatinya di bawah ini!

12 Penyebab Varises dan Cara Mengobatinya!

Beragam Penyebab Varises

Varises adalah pembengkakan pembuluh darah atau pelebaran pembuluh darah vena. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan darah yang mengakibatkan vena membiru atau keunguan, pembuluh darah bengkok dan menonjol, dan nyeri. Selain itu, ada banyak kebiasaan hingga masalah kesehatan yang menyebabkan varises.

Berikut ini adalah berbagai penyebab varises pada kaki dan bagian tubuh lainnya:

1. Duduk Dalam Waktu yang Lama

Kebiasaan yang paling sering menyebabkan kaki mengalami varises adalah terlalu lama duduk dalam sehari. Ini karena ketika Anda duduk, darah yang seharusnya dipompa ke seluruh tubuh dan mengalir ke jantung, tetapi tersumbat dan menumpuk di di kaki. Ditambah tidak bergerak, otot tidak berkontraksi dan penyumbatan pembuluh darah vena dapat terbentuk.

2. Berdiri Terlalu Lama

Selain akibat duduk dalam waktu yang lama, berdiri dalam jangka waktu yang lama juga menjadi penyebab varises. Pekerjaan yang mengharuskan untuk berdiri dalam waktu yang lama menyebabkan kondisi ini, misalnya seorang kasir, pekerja pabrik, petugas kesehatan, dan profesi lainnya yang menuntut untuk berdiri.

Jika memungkinkan, sebaiknya sempatkan sedikit waktu untuk duduk setidaknya selama lima hingga sepuluh menit setiap jam atau menggunakan sepatu yang nyaman untuk membantu mengurangi tekanan.

3. Tidak Aktif secara Fisik

Menghabiskan waktu sepanjang hari hanya dengan duduk di sofa dapat memicu pembengkakan pembuluh darah di kaki. Tidak aktif atau tidak berolahraga juga menyebabkan massa otot berkurang, terutama di kaki. Oleh karenanya, olahraga sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan.

Otot betis berfungsi sebagai pompa yang mendorong darah ke atas. Jika otot ini melemah, akan cenderung membentuk celah dan pada akhirnya varises mulai terbentuk.

Ini umumnya terjadi jika cedera atau kondisi lainnya yang menyebabkan Anda tiba-tiba berhenti berolahraga. Untuk menghentikan pembentukan varises di kaki, usahakan berolahraga setidaknya empat kali setiap minggu.

4. Kehamilan

Kehamilan juga bisa menjadi penyebab varises. Meskipun tidak setiap wanita yang hamil mengalami gejala ini. Alasannya adalah ketika hamil, lebih banyak darah mengalir ke tubuh. Namun, hanya karena memiliki lebih banyak darah, tidak berarti darah tersebut beredar dengan baik ke seluruh tubuh.

Biasanya aliran darah akan berkurang saat hamil, terutama di bagian bawah tubuh, sehingga menyebabkan pembengkakan pembuluh darah. Hal ini karena pasokan darah yang membawa oksigen dan nutrisi memastikan bayi berkembang dengan sehat.

Penumpukan pembuluh darah yang selama kehamilan akan hilang atau setidaknya berkurang beberapa bulan setelah melahirkan.

5. Obesitas

Kelebihan berat badan alias obesitas dapat mengganggu aliran darah di pembuluh darah besar yang mengalir ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat berdampak pada pembuluh darah di kaki. Ini juga menjadi alasan mengapa varises terkadang menjadi masalah selama kehamilan.

6. Usia

Risiko varises akan meningkat seiring bertambahnya usia, terutama usia di atas 50 tahun. Penuaan menyebabkan keausan pada katup di pembuluh darah yang membantu mengatur aliran darah.

Keausan ini menyebabkan katup membiarkan darah mengalir kembali ke pembuluh yang seharusnya mengalir ke jantung. Ini pada akhirnya menjadi penyebab varises.

Baca Juga: Varises: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

7. Wanita

Wanita lebih berisiko terkena varises dibandingkan pria. Penelitian menunjukkan bahwa hal ini kemungkinan karena hormon wanita cenderung mengendurkan dinding pembuluh darah yang membuat katup pembuluh lebih rentan bocor.

Hormon adalah unsur kimia yang diproduksi oleh tubuh dan adanya perubahan dapat disebabkan oleh kehamilan, sindrom pramenstruasi, atau menopause.

8. Menopause

Menopause menyebabkan kadar hormon estrogen menurun. Penurunan hormon ini mengakibatkan melemahnya katup pembuluh darah dan kemudian menyebabkan varises.

Dalam sebagian kasus, penurunan kadar estrogen memengaruhi tekanan darah, sehingga mulai terkena varises untuk pertama kalinya.

9. Genetik

Jika salah satu anggota keluarga menderita varises, kemungkinan besar Anda juga akan mengalami varises. Ini menunjukkan bahwa varises mungkin sebagian disebabkan oleh gen yang diturunkan dari orang tua.

10. Merokok

Merokok tidak hanya berdampak buruk pada paru-paru, tetapi juga dapat menjadi penyebab varises. Ini karena zat berbahaya dalam asap rokok dapat menyebabkan pembuluh darah kaku dan menyempit, sehingga terbentuklah varises.

11. Memakai Sepatu Hak Tinggi

Wanita yang mengenakan sepatu hak tinggi atau high heels, kemungkinan berisiko mengalami varises di kaki. Ketika mengenakan sepatu hak tinggi, otot betis tidak dapat berfungsi sebagai pompa untuk mengalirkan darah secara aktif di pembuluh darah, yang menyebabkan pembengkakan.

Jika sering memakai sepatu hak tinggi, mungkin sebaiknya sesekali mengenakan sepatu datar untuk mengistirahatkan kaki.

12. Terlalu Banyak Asupan Garam

Asupan garam yang terlalu banyak memiliki beberapa efek buruk pada kesehatan, termasuk peningkatan risiko mengembangan varises. Terlalu banyak garam dapat menyebabkan tubuh menahan air, sehingga memberi tekanan lebih pada katup pembuluh darah. Tekanan ini merusak katup pembuluh darah dan dapat menyebabkan varises.

Cara Menghilangkan Varises

Perawatan untuk varises akan ditentukan oleh dokter berdasarkan penyebab, gejala, kondisi kesehatan secara keselurunan, dan riwayat medis Anda. Perawatan secara medis mungkin tidak diperlukan jika tidak mengalami gejala. Namun, varises terkadang bisa memburuk tanpa pengobatan.

Berikut ini beberapa cara mengobati varises yang alami dan medis:

  • Mengangkat kaki. Dokter mungkin menyarankan untuk mengangkat kedua kaki ke atas, lebih tinggi dari posisi jantung, sebanyak 3-4 kali sehari selama sekitar 15 menit setiap kali. Jika varises ringan atau sedang, mengangkat kaki dapat membantu mengurangi pembengkakan kaki dan meredakan gejala lainnya.
  • Stoking kompresi. Stoking ini menekan pembuluh darah dan mencegah penggumpalan darah di kaki. Stoking kompresi akan lebih efektif jika dipakai setiap hari.
  • Skleroterapi. Ini adalah perawatan paling sering dianjurkan untuk varises. Cara menghilangkan varises ini menggunakan larutan garam (saline) yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah agar pembengkakan menyusut atau mengempis.
  • Laser. Perawatan ini untuk menutup varises yang lebih kecil dan spider veins (pembuluh darah tampak seperti laba-laba). Perawatan laser bekerja dengan mengirimkan semburan cahaya kuat ke pembuluh darah, yang membuat pembuluh darah memudar dan menghilang secara perlahan.
  • Ligasi varises. Cara mengobati varises ini dilakukan dengan mengikat vena sebelum bergabung dengan vena dalam dan mengangkat vena melalui sayatan kecil. Melepaskan vena tidak memengaruhi sirkulasi darah di kaki karena vena yang lebih dalam di kaki menjaga volume darah yang lebih besar.
  • Mikroplebektomi. Perawatan yang efektif mengatasi varises ini menggunakan alat khusus yang dimasukkan melalui sayatan kecil untuk menghilangkan varises.

 

  1. Anonim. Tanpa tahun. What Causes Varicose Veins?. https://rejuveination.com/causes-varicose-veins/. (Diakses pada 7 Agustus 2020)
  2. Anonim. 2020. Varicose veins. https://www.nhs.uk/conditions/varicose-veins/causes/. (Diakses pada 7 Agustus 2020)
  3. Molok, Natalya. 2017. Bad habits cause varicose veins. https://www.tnp.sg/lifestyle/health/bad-habits-cause-varicose-veins. (Diakses pada 7 Agustus 2020)
  4. Mayo Clinic Staff. 2019. Varicose veins. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/varicose-veins/symptoms-causes/syc-20350643. (Diaskes pada 7 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi