Penyebab Vagina Kering Saat Berhubungan Intim

doktersehat pusing saat seks

DokterSehat.Com – Salah satu faktor penting yang bisa membuat hubungan intim menjadi lebih nikmat adalah adanya pelumas alami. Pelumas alami ini biasanya diproduksi oleh organ vital wanita saat mereka sudah merasa sangat bergairah untuk melakukan hubungan intim. Pelumas alami atau juga disebut sebagai cairan lubrikasi ini juga bisa menjadi tanda bahwa organ vital wanita siap untuk mendapatkan penetrasi dari penis pasangannya tanpa mendapatkan iritasi ataupun rasa nyeri.

Meskipun secara alami bisa muncul saat wanita sudah bergairah untuk berhubungan intim, dalam realitanya cukup banyak wanita yang tidak bisa memproduksinya dengan cukup atau dalam kondisi medis disebut sebagai masalah vagina kering.

Penyebab Vagina Kering

Kenapa miss V kering saat berhubungan? Pakar kesehatan di bidang psikologi bernama Elizabeth Santosa menyebutkan bahwa ada beberapa penyebab dari masalah vagina kering. Sebagai contoh, ada wanita yang ternyata secara bawaan tidak mampu untuk memproduksi pelumas alami dengan cukup. Tak hanya itu, kurangnya produksi pelumas alami ini juga bisa disebabkan oleh faktor usia meskipun seringkali hal ini disebabkan oleh kurangnya pemanasan saat berhubungan intim sehingga kaum hawa belum benar-benar siap untuk melakukan penetrasi.

Faktor lain yang bisa menyebabkan produksi pelumas alami kurang maksimal saat berhubungan intim adalah kondisi tubuh yang kurang fit, wanita yang kurang pengalaman saat berhubungan intim sehingga merasa gugup atau cemas saat melakukannya, atau bahkan karena sudah bosan dengan aktivitas seks juga bisa menyebabkan hal ini.

Tanpa adanya produksi pelumas alami yang cukup, bagian dalam organ vital bisa saja mengalami lecet-lecet, luka, atau rasa nyeri saat berhubungan intim. Hal ini tentu akan mengurangi rasa nyaman sekaligus menurunkan kemungkinan untuk melakukan berbagai variasi saat berhubungan intim.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Kelembapan Vagina

1. Hormon

Perubahan kelembapan vagina paling sering dikaitkan dengan penurunan kadar estrogen. Menopause bukan satu-satunya alasan penurunan produksi estrogen. Menyusui dan pil KB dapat menyebabkan hal ini.

2. Perawatan medis

Penurunan kelembapan vagina juga bisa diakibatkan oleh obat-obatan dan perawatan. Ini termasuk operasi pengangkatan indung telur, obat anti-estrogen yang mengobati uterine fibroid atau endometriosis, pengobatan kemoterapi untuk kanker, dan antidepresan tertentu. Douching juga bisa menyebabkan masalah dengan estrogen. Bahkan obat-obatan yang diambil untuk mata gatal dan pilek (antihistamin) dapat menurunkan sekresi vagina.

3. Durasi pemanasan

Kelembapan vagina terikat pada gairah. Sangat penting untuk menghabiskan waktu yang cukup dengan pasangan Anda menikmati sensasi yang berbeda di luar hubungan seksual. Vagina merespons berbagai bagian sensual dari tubuh yang dapat dielus, termasuk bibir, lidah, klitoris, jari kaki, leher dan payudara. Berpelukan juga berarti. Penting bagi pasangan Anda untuk memahami berapa banyak pemanasan yang memiliki peran bagi wanita saat berhubungan seks.

Jika Anda mengalami masalah dengan kekeringan vagina, ada berbagai pilihan perawatan yang mungkin disarankan dokter, termasuk perawatan laser baru di rumah sakit yang disebut MonaLisa Touch. Anda bahkan dapat mencoba minyak alami, seperti biji anggur, zaitun, almond manis, bunga matahari atau kelapa. Memahami penyebab masalah Anda dapat membuka beberapa kemungkinan lain juga.

Penanganan Vagina Kering

Untuk mengatasi masalah ini, ada baiknya pasangan melakukan komunikasi untuk memastikan bahwa wanita telah siap dan bergairah untuk melakukan penetrasi. Hanya saja, jika memang kaum hawa mengalami masalah vagina kering ini, ada baiknya pasangan berkonsultasi ke dokter atau membeli pelumas yang bisa digunakan untuk berhubungan intim di apotek.

Pakar kesehatan sendiri menyarankan penggunaan pelumas dengan bahan dasar air yang cukup aman digunakan bagi semua orang, termasuk mereka yang memiliki kulit yang sensitif.