Terbit: 13 Oktober 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Vagina bau dapat mengindikasikan berbagai masalah pada area kewanitaan atau organ reproduksi wanita. Aroma vagina memang dapat berbeda-beda pada setiap orang dan bergantung pada kondisi yang sedang dialami. Namun jika baunya tidak sedap, Anda mungkin perlu mewaspadainya.

9 Penyebab Vagina Bau, dari Infeksi Menular Seksual hingga Stres

Penyebab Vagina Bau yang Umum

Vagina yang bau tentunya dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan membuat Anda menjadi kurang percaya diri. Kondisi ini juga dapat mengindikasikan penyakit tertentu. Anda harus waspada apabila kondisi ini dibarengi dengan banyak gejala lainnya.

Berikut adalah berbagai penyebab vagina bau yang perlu diwaspadai:

1. Kurang Menjaga Kebersihan

Penyebab paling umum yang pertama dapat menyebabkan bau tidak sedap pada vagina adalah akibat kurang menjaga kebersihan.

Pada dasarnya vagina akan membersihkan dirinya sendiri di dalam tubuh dengan sekresi alami cairan vagina. Anda dapat menjaga kebersihan bagian luar kewanitaan dengan cara membersihkannya dengan sabun lembut yang tidak mengandung pewangi.

Penggunaan sabun, gel, dan antiseptik dengan pewangi tidak disarankan karena dapat memengaruhi keseimbangan bakteri dan pH alami vagina. Jika hal ini terjadi, vagina dapat mengalami iritasi.

Ketika sedang menstruasi, membersihkan vagina lebih dari sekali sehari dapat membantu Anda menjaga vagina tetap bersih dan tentunya akan terhindar dari bau.

2. Pakaian Ketat

Penyebab selanjutnya adalah pakaian yang terlalu ketat dan juga bahan pakaian dalam tertentu yang tidak nyaman.

Pakaian dalam yang ketat dan berbahan dasar nilon menyebabkan area kewanitaan tidak dapat “bernapas” sehingga keringat dan bakteri dapat terperangkap dan muncullah bau tidak sedap.

Maka dari itu, Anda disarankan untuk menggunakan pakaian dalam yang tidak ketat dan berbahan sejuk agar kebersihan dan kesehatan area vagina tetap terjaga.

3. Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterialis adalah peradangan vagina yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan bakteri yang secara alami ada di vagina.

Hal ini dapat menyebabkan keseimbangan alami vagina sehingga muncul beberapa gejala seperti bau amis, gatal, sensasi terbakar saat buang air kecil, dan keputihan berwarna abu-abu, putih, atau hijau.

Cara menghilangkan bau vagina akibat kondisi ini adalah dengan menggunakan obat antibiotik. Obat-obatan ini tidak dijual bebas dan membutuhkan resep dokter untuk mendapatkannya.

Baca Juga: Vaginosis Bakterialis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

4. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit.

Kondisi ini tidak menyebabkan gejala pada pria, namun dapat menyebabkan gejala pada wanita seperti keputihan dengan bau tidak sedap, gatal pada kelamin, dan nyeri buang air kecil.

Obat-obatan seperti metronidazole atau tinidazole biasanya digunakan untuk mengatasi kondisi ini. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi ini adalah dengan melakukan hubungan seksual yang aman, yaitu menggunakan kondom.

5. Klamidia

Keputihan tidak biasa yang menyebabkan bau pada area kewanitaan juga dapat mengindikasikan klamidia.

Klamidia adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Selain menyebabkan keputihan dengan bau tidak sedap, gejala lain yang mungkin dialami adalah seperti nyeri saat buang air kecil, keputihan yang tidak biasa, nyeri di perut atau panggul, sakit saat berhubungan seks, hingga pendarahan antar menstruasi.

Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menyebar ke rahim dan menyebabkan penyakit radang panggul. Kondisi ini cukup serius karena merupakan penyebab kehamilan ektopik dan infertilitas.

Baca Juga: Klamidia: Penyebab, Gejala Pengobatan, dan Pencegahan

6. Penyakit Radang Panggul

Sudah disinggung sebelumnya, ternyata penyakit radang panggul juga dapat menjadi salah satu penyebab vagina bau.

Penyakit radang panggul terjadi ketika bakteri menular seksual menyebar dari vagina ke rahim, tuba fallopi, atau ovarium.

Gejala yang muncul akibat penyakit radang panggul adalah seperti nyeri perut bagian bawah dan panggul, keputihan tidak normal yang menyebabkan bau tidak sedap, perdarahan abnormal terutama setelah berhubungan seksual, nyeri saat berhubungan seksual, demam, dan sakit ketika buang air kecil.

7. Gonore

Sama seperti beberapa penyakit menular seksual yang disebutkan sebelumnya, gonore juga dapat meningkatkan keputihan abnormal yang menyebabkan bau tidak sedap di area kewanitaan.

Gejala lain yang mungkin muncul juga sama seperti infeksi menular seksual lain seperti buang air kecil yang menyakitkan, pendarahan abnormal vagina, dan nyeri perut atau panggul. Pada wanita, gonore juga dapat menyebabkan infeksi pada serviks.

Baca Juga: Penyakit Gonore: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

8. Kanker

Kanker juga dapat menjadi penyebab bau tidak sedap pada area kewanitaan.

Kanker yang dimaksud dapat berupa kanker servik atau kanker vagina. Keduanya dapat menyebabkan keputihan berat dengan bau yang tidak sedap. Tentunya muncul juga berbagai gejala lain seperti pendarahan vagina abnormal, buang air kecil menyakitkan, benjolan di vagina, sembelit, hingga nyeri panggul.

Jika mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, ada baiknya melakukan pemeriksaan untuk memastikan apa yang menjadi penyebab munculnya gejala tersebut. Dibutuhkan pengobatan seperti kemoterapi atau terapi radiasi untuk mengatasi kanker.

9. Stres

Stres emosional dapat menyebabkan bau tidak sedap pada area kewanitaan yang mirip dengan bau badan.

Terdapat dua jenis kelenjar keringat pada tubuh, yaitu kelenjar apokrin dan ekrin. Kelenjar ekrin menghasilkan keringat untuk mendinginkan tubuh, sedangkan kelenjar apokrin merespons emosi seseorang.

Kelenjar apokrin berada di ketiak dan selangkangan Anda. Saat stres, kelenjar apokrin menghasilkan cairan seperti susu. Pada dasarnya cairan ini tidak berbau, tetapi ketika bertemu dengan bakteri vagina di vulva, cairan ini kemudian dapat menimbulkan aroma yang menyengat.

Cara mengatasi bau vagina tentunya harus disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya. Anda dapat memulainya dengan menjaga kebersihan area kewanitaan. Jika gejala terus berlangsung dan dibarengi dengan gejala lainnya, segera konsultasikan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

  1. Anonim. 2018. Keeping your vagina clean and healthy. https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/keeping-your-vagina-clean-and-healthy/. (Diakses 13 Oktober 2020).
  2. Anonim. 2019. Vulvar and Vaginal Care and Cleaning. https://youngwomenshealth.org/2017/04/19/vulvar-and-vaginal-care-and-cleaning/#:~:text=Poor%20hygiene%20(not%20washing%20your,also%20cause%20an%20unpleasant%20odor. (Diakses 13 Oktober 2020).
  3. Anonim. 2019. Bacterial vaginosis. mayoclinic.org/diseases-conditions/bacterial-vaginosis/symptoms-causes/syc-20352279. (Diakses 13 Oktober 2020).
  4. Anonim. 2020. Trichomoniasis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/trichomoniasis/symptoms-causes/syc-20378609. (Diakses 13 Oktober 2020).
  5. Anonim. 2020. Pelvic inflammatory disease (PID). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pelvic-inflammatory-disease/symptoms-causes/syc-20352594#:~:text=Pelvic%20inflammatory%20disease%20(PID)%20is%20an%20infection%20of%20the%20female,can%20be%20subtle%20or%20mild. (Diakses 13 Oktober 2020).
  6. Anonim. 2019. Gonorrhea. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gonorrhea/symptoms-causes/syc-20351774. (Diakses 13 Oktober 2020).
  7. Anonim. Vaginal odor. https://www.mayoclinic.org/symptoms/vaginal-odor/basics/causes/sym-20050664. (Diakses 13 Oktober 2020).
  8. Anonim. 2019. Vaginal cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vaginal-cancer/symptoms-causes/syc-20352447. (Diakses 13 Oktober 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi