Terbit: 4 Desember 2020 | Diperbarui: 6 Desember 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Tulang keropos atau umum kita kenal sebagai osteoporosis memiliki sejumlah faktor penyebab. Ketahui apa saja penyebab terjadinya pengeroposan tulang ini beserta apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi dan mencegahnya.

11 Penyebab Tulang Keropos yang Harus Diwaspadai

Penyebab Osteoporosis

Berbicara tentang pengeroposan tulang osteoporosis, banyak orang—mungkin termasuk Anda salah satunya—yang menganggap jika masalah kesehatan ini hanya terjadi pada mereka yang telah berusia lanjut. Faktanya, osteoporosis juga bisa terjadi di usia produktif. Ini karena ada faktor-faktor lainnya yang berperan dalam membuat tulang menjadi keropos.

Apa saja faktor penyebab tulang keropos yang dimaksud? Simak informasinya berikut ini.

1. Kadar Testosteron Rendah (Pada Pria)

Pada pria, rendahnya kadar testosteron di dalam tubuh bisa menjadi pemicu mengeroposnya tulang. Pasalnya, tulang juga membutuhkan peran hormon tersebut agar senantiasa sehat.

Testosteron akan diubah oleh tubuh menjdai estrogen. Estrogen inilah yang kemudian bekerja untuk menjaga struktur tulang tetap baik. Ahli medis dari Virginia Mason Medical Center, Seattle, Amerika Serikat yakni Paul Mystkowski, MD—sebagaimana dilansir dari WebMD—mengatakan jika pria yang mengalami osteoporosis setelah menjalani pemeriksaan diketahui memiliki kadar testosteron yang rendah.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

2. Kadar Estrogen Rendah (Pada Wanita)

Sementara pada wanita, penyebab tulang keropos yang ia alami umumnya karena faktor berkurangnya kadar hormon estrogen, terutama ketika memasuki periode menopause (itu sebabnya wanita lebih rentan mengalami osteoporosis ketimbang pria). Seiring waktu, risiko osteoporosis dan patah tulang semakin meningkat karena wanita akan kehilangan tulang secara masif.

Pengangkatan kedua ovarium melalui pembedahan—disebut ooforektomi bilateral—juga dapat menyebabkan osteoporosis dan menurunnya tingkat kepadatan tulang. Dalam sebuah penelitian, operasi tersebut menyebabkan peningkatan risiko sebanyak 54 persen pada patah tulang pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan dari wanita yang sudah masuk periode menopause.

3. Ketidakseimbangan Hormon

Beberapa hormon lain berperan dalam mengatur kepadatan tulang Anda, termasuk hormon paratiroid dan hormon pertumbuhan. Mereka membantu mengatur seberapa baik tulang Anda menggunakan kalsium, pun kapan harus membangun dan menghancurkan tulang.

Akan tetapi, terlalu banyak hormon paratiroid—yang disebut hiperparatiroidisme— justru malah menyebabkan hilangnya kalsium dalam urine dengan mengorbankan tulang. Menurunnya kadar kalsium berarti sama saja membuat tingkat kepadatan tulang menjadi berkurang sehingga tulang menjadi rawan untuk mengalami pengeroposan.

Selain itu, seiring bertambahnya usia, tubuh akan memproduksi lebih sedikit hormon pertumbuhan. Padahal, hormon ini juga berperan penting dalam membangun tulang yang kuat. Hal tersebutlah yang kemudian memicu terjadinya osteoporosis.

4. Kurang Kalsium

Kalsium adalah mineral yang identik dengan tulang. Kalsium berperan dalam proses pembentukan dan penguatan tulang. Kadar kalsium yang rendah telah terbukti secara ilmiah menyebabkan masalah pada tulang, salah satunya osteoporosis ini.

Tulang adalah reservoir dua mineral, yakni kalsium dan fosfor. Tubuh membutuhkan kadar kalsium yang konstan dalam darah karena beberapa organ dan jaringan tubuh seperti jantung, otot, dan saraf, juga bergantung pada mineral ini.

Ketika organ dan jaringan tersebut membutuhkan kalsium, mereka akan mengambilnya dari dalam tulang. Jika asupan kalsium kurang, cadangan mineral ini di tulang akan habis. Alhasil, tulang menjadi berkurang kepadatannya dan rentan mengalami kerapuhan, bahkan ketika Anda masih dalam usia yang produktif.

5. Kurang Vitamin D

Selain kalsium, vitamin D juga merupakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tulang. Kurang vitamin D juga dapat menjadi penyebab tulang keropos.

Mengapa bisa demikian? Jawabannya tidak lain karena vitamin D ini—khususnya vitamin D aktif bernama kalsitriol—memiliki fungsi yang salah satunya adalah membantu penyerapan kalsium oleh tubuh.

Baca Juga: Osteoporosis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan

6.Tidak Aktif Bergerak

Orang-orang yang kurang aktif bergerak juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami osteoporosis ketimbang mereka yang aktif secara fisik. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk lebih aktif lagi dalam melakukan aktivitas fisik demi menjaga kesehatan tulang dan mencegahnya dari pengeroposan.

Lakukan olahraga secara rutin setiap hari. Ahli medis merekomendasikan aktivitas fisik seperti angkat beban sebagai solusi untuk mencegah diri dari osteoporosis.

7. Minum Alkohol

Penyebab tulang keropos lainnya yang perlu Anda ketahui adalah kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol. Pasalnya, alkohol dapat menghambat proses regenerasi tulang karena memicu penurunan kadar kalsium pada tulang.

Jadi, Anda yang gemar mengonsumsi minuman beralkohol sebaiknya mulai membatasi konsumsi minuman tersebut jika tidak ingin mengalami pengeroposan tulang di usia produktif.

8. Gangguan Tiroid

Adanya gangguan tiroid—dalam hal ini kadar tiroid terlalu tinggi—telah lama dikaitkan dengan peningkatan pengeroposan tulang. Hal ini pun menjadi salah satu fokus utama bagi para dokter spesialis tulang.

Namun, sebagian besar dokter mengatakan bahwa tingginya kadar tiroid ini dapat dikendalikan dengan cara berolahraga secara teratur dan mengonsumsi cukup kalsium serta vitamin D. Dengan demikian, tulang tetap terjaga kepadatannya.

9. Penggunaan Obat-obatan

Minum obat tertentu dapat menyebabkan keropos tulang dan peningkatan patah tulang. Obat-obatan yang dimaksud antara kortikosteroid yang terdiri dari:

  • Kortison
  • Hidrokortison
  • Glukokortisoid
  • Prednison

Obat-obatan tersebut umum digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan seperti asma, rheumatoid arthritis, psoriasis, dan radang usus besar. Selain kortikosteroid, obat antikejang juga kabarnya dapat memicu tulang keropos, namun hal ini masih memerlukan bukti lebih lanjut.

10. Kebiasaan Merokok

Para perokok diketahui memiliki tingkat kepadatan tulang yang lebih rendah ketimbang mereka yang bukan perokok. Selain itu, studi perihal dampak rokok terhadap kesehatan tulang juga menunjukkan sejumlah efek buruk lainnya, mulai dari efek toksik langsung nikotin pada sel tulang hingga menghalangi kemampuan tubuh untuk menggunakan estrogen, kalsium, dan vitamin D.

11. Penyakit

Sejumlah penyakit ternyata juga turut menjadi penyebab tulang keropos. Penyakit-penyakit yang dimaksud antara lain sebagai berikut:

  • Fibrosis kistik
  • Penyakit pencernaan
  • Multiple myeloma
  • Ekskresi kalsium

 

  1. Anonim. Osteoporosis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteoporosis/symptoms-causes/syc-20351968 (accessed on 4 December 2020)
  2. Anonim. What is Osteoporosis and What Causes It? https://www.nof.org/patients/what-is-osteoporosis/#:~:text=Osteoporosis%20is%20a%20bone%20disease,bone%20looks%20like%20a%20honeycomb. (accessed on 4 December 2020)
  3. Stang, D. 2019. What Do You Want to Know About Osteoporosis? https://www.healthline.com/health/osteoporosis#pictures (accessed on 4 December 2020)
  4. Taylor, R. What Causes Osteoporosis? And Why? https://www.webmd.com/osteoporosis/features/causes#1 (accessed on 4 December 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi